Cara Merawat Tanaman Tanaman Pangan

Tahap-Tahap Teknik Budidaya Kentang Secara Tepat dan Efisien

budidaya kentang
Written by Josua Rifandy

Kentang merupakan salah satu jenis sayuran yang cukup diminati di Tanah Air. Kentang dapat diolah menjadi makanan apa pun, baik sebagai perkedel, sambal goreng kentang, sop, dan sebagainya. Sehingga budidaya kentang dapat dibilang sangat menjanjikan karena permintaan konsumen yang cukup tinggi.

Budidaya kentang akan memberikan hasil yang maksimal jika syarat hidupnya terpenuhi. Di antaranya tempat budidaya harus berada di dataran tinggi yakni di wilayah dengan ketinggian 1600-3000 mdpl.

Dengan ketinggian wilayah tersebut maka akan didapat kelembapan udara yang tinggi berkisar antara 80% – 90%. Meski begitu tanaman kentang perlu mendapat sinar matahari yang cukup meskipun tidak penuh.

Tanah yang digunakan merupakan tanah berjenis vulkanis dengan kandungan sedikit pasir yang gembur dengan pH 5 – 6,5 dan suhu tanahnya sekitar 15 – 20 derajat Celcius.

Teknik Budidaya Kentang di Area Lahan


1. Tahap Persiapan Lahan Budidaya

Persiapan awal budidaya kentang adalah tanah atau lahan tempat budidaya. Lahan untuk budidaya kentang merupakan tanah vulkanis dengan sedikit pasir yang gembur. Pada lahan yang dimiliki, silahkan lakukan penggemburan terlebih dahulu dengan cara di cangkul maupun dibajak.

Selesai digemburkan, sebaiknya tanah didiamkan saja selama 2 sampai 3 hari. Barulah di hari ke-4 tanah digaru. Jika merasa tanah kurang gembur, bisa ditambahkan pupuk kompos di hari keempat, lalu dicampur rata menggunakan cangkul dan biarkan selama seminggu.

Selain persiapan berupa penggemburan, perlu dilakukan juga pengecekan kondisi tanah, di antaranya mengecek pH serta kelembaban tanah. Jika pH ternyata di bawah 5, silahkan tambahkan kapur pertanian untuk menaikkan pH nya. Tapi sebaliknya, kalau pH nya di atas 9, silahkan tambahkan belerang untuk menurunkan pH tanah.

Baca Juga : Cara Budidaya Alpukat

Selanjutnya silahkan membuat bedengan menghadap ke arah timur – barat, tujuannya supaya tanaman mendapatkan sinar matahari cukup. Bedengan disarankan memiliki ukuran lebar 70 cm dengan tinggi 30 cm, untuk panjangnya dapat disesuaikan dengan luas lahan yang dimiliki.

Jarak antar bedengan sekitar 40 cm. Baru setelah itu membuat lubang tanam dengan jarak antar lubang sekitar 20 sampai 25 cm.

2. Tahap Menebar Benih Kentang

Penanaman benih kentang bisa dilakukan setelah lahan sudah siap. Kentang dibudidayakan melalui umbi. Oleh karena itu perlu dilakukan pemilihan umbi kualitas unggul yang tahan terhadap hama serta penyakit.

Umbi dengan kualitas unggul biasanya memiliki ciri berupa permukaan umbi kentang yang tidak terdapat cacat sedikitpun alias mulus, memiliki tunas yang berjumlah 3-5 dengan panjang tunas sekitar 2 cm, dan umbi tersebut telah disimpan selama 4 bulan setelah dipanen.

Jika tunas umbi memiliki panjang lebih dari 2 cm, silahkan dibuang karena kalau terlalu panjang akan sulit untuk ditumbuhkan. Berat umbi kentang yang baik berkisar 30 sampai 50 gr per buahnya.

Umbi kentang tersebut silahkan ditanam pada lahan saat musim hujan. Masukkan umbi kentang yang sudah diseleksi ke dalam lubang tanam, lalu ditimbun dengan tanah membentuk guludan setinggi 5 sampai 10 cm.

Tujuan penanaman pada musim hujan adalah supaya tanaman mendapatkan suplai air yang mencukupi. Sehingga penyiraman cukup dilakukan saat hujan tidak turun.

Baca Juga : Cara Budidaya Vanili

Budidaya kentang di saat musim hujan memiliki keuntungan tersendiri. Salah satunya pembudidaya tidak perlu secara rutin menyirami tanaman selagi hujan turun dan membasahi tanah.

Penyiraman cukup dilakukan saat tanah dirasa kering. Dan pastikan kandungan air pada tanah tidak berlebihan apalagi sampai tergenang karena itu dapat berpengaruh buruk terhadap tanaman.

3. Perawatan Kentang dan Penyiangan dari Gulma

Dalam budidaya kentang terdapat pemupukan susulan. Pemupukan susulan ini dilaksanakan setiap 20 hari sekali sejak umbi ditanam. Pupuk yang dapat digunakan terdiri dari 4 macam, yaitu pupuk Urea, pupuk KCl, pupuk ZA, serta pupuk SP36.

Masing-masing pupuk diaplikasikan per hektarnya dengan dosis 500 kg, 100 kg, 150 kg, dan 400 kg. Pupuk tersebut ditaburkan di lubang tanam yang sudah ditanami dengan umbi kentang.

Selain penyiraman dan penyiangan, dibutuhkan juga penyiangan dari gulma. Dengan kondisi tanah yang lembab, dapat dipastikan bahwa gulma bisa tumbuh dengan cepat di lahan budidaya. Penyiangan dapat dilakukan bersamaan dengan pemupukan.

Yang jelas, jangan biarkan gulma tumbuh dengan ganas di lahan budidaya. Hal ini dapat berdampak terhadap tercurinya nutrisi tanah yang seharusnya untuk tanaman kentang, sehingga pertumbuhan tanaman dapat terganggu.

Penyakit juga bisa saja menyerang tanaman kentang. Beberapa penyakit yang umum menjangkiti tanaman kentang adalah penyakit layu bakteri, penyakit layu fusarium, bercak lunak, bercak daun, dan sebagainya.

4. Panen Kentang Hasil Budidaya

Panen tanaman kentang terbilang cepat. Umumnya 3 sampai 4 bulan sejak tanam. Pemanenan dilakukan saat cuaca sedang cerah, hindari saat hujan deras. Jika memaksa dipanen saat hujan turun, konsekuensinya kentang yang dipanen akan cepat membusuknya.

Tanaman yang akan dipanen kentangnya, silahkan dibongkar tanahnya lalu diambil umbinya. Pindahkan umbi-umbi tersebut ke wadah yang sudah dipersiapkan. Disarankan untuk membiarkan kentang yang sudah dipanen selama satu jam di bawah sinar matahari cukup supaya kulit umbinya mengering dan tanah yang masih menempel dapat terlepas seluruhnya.

Teknik Budidaya Kentang di Area Lahan


Selain di lahan, kentang juga rupanya dapat ditanam di polybag. Penanaman di polybag biasanya didasari karena ketersediaan lahan yang minim atau untuk skala rumahan. Namun meski begitu, syarat hidupnya harus tetap terpenuhi, di antaranya berada di wilayah dataran tinggi, dengan jenis tanah yang sesuai.

1. Proses Persiapan Polybag

Polybag yang dibutuhkan berukuran 50 x 80 cm, jangan lupa membuat lubang drainase di dasar polybag supaya tanah tidak tergenang. Polybag yang sudah siap kemudian diisi dengan tanah yang sudah dicampur rata dengan pupuk kompos. Tanah gembur tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam polybag sebanyak 2/3 dari volume tampung polybag.

2. Penanaman Bibit Kentang

Lalu bibit kentang pun dipersiapkan. Pilihlah bibit kentang dengan kualitas unggul seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Kemudian bibit-bibit tersebut ditanam pada polybag, satu polybag dapat memuat 3 – 4 umbi. Lubang tanam memiliki kedalaman sekitar 7 cm dari permukaan atas tanah.

3. Pemeliharaan Kentang

Setelah tanam, yang dilakukan selanjutnya adalah pemeliharaan tanaman. Yakni dengan menyiramnya secara rutin supaya tanah tetap terjaga kelembabannya. Lubang drainase perlu dicek secara berkala supaya air siraman tidak sampai menggenangi tanahnya. Umumnya dalam 10 hari pertumbuhan tanaman kentang sudah merata.

Baca Juga : Cara Budidaya Bawang Merah

Penambahan tanah dilakukan saat tanaman berusia 1 bulan. Pada usia ini biasanya umbi kentang sudah muncul ke permukaan tanah, sehingga perlu ditutupi dengan tanah sedikit demi sedikit supaya umbinya tidak terpapar sinar matahari. Karena jika tidak, umbi dapat berubah warna menjadi hijau dan mengandung racun.

4. Pemupukan dan Panen Tanaman Kentang

Pemupukan perlu dilakukan mulai usia 1 bulan, yakni dengan menggunakan Urea dan TSP dengan perbandingan dosis yang sama, yaitu 16 gram atau 1 sdm per tanaman. Pupuk diberikan dengan ditebar di kanan kiri tanaman kentang, lalu disiram.

Sama halnya seperti di lahan, panen kentang dapat dilakukan di bulan ke-3 dan ke-4. Cara panennya dengan merobek polybag, lalu umbi diambil.

Nah, itulah informasi seputar teknik budidaya kentang baik di lahan luas atau polybag. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk para pembaca ya!

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

About the author

Josua Rifandy

Saya adalah seorang Entrepreneur Muda yang sedang aktif di dunia bisnis digital. Dalam menjalankan kehidupan saya memiliki Prinsip untuk Tidak Berhenti Belajar, Tidak Berhenti Bermimpi, dan Tidak Menyerah di Tengah Jalan. So tunggu apalagi, Ayo Raih Mimpi Mu.

Leave a Comment