Ikan

Petunjuk Teknis Sarana Budidaya Ikan Gurame Lengkap untuk Pemula

Budidaya Ikan Gurame
Written by Josua Rifandy

Ikan gurame merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki tinggi peminat. Dengan bentuknya yang panjang pipih dan berdaging tebal, ikan gurame kerap dijadikan berbagai olahan makanan. Tingginya peminat ikan gurame menjadikan budidaya ikan gurame sebagai suatu usaha perikanan yang menguntungkan.

Gurame akan tumbuh dengan sempurna di kolam perairan tenang pada ketinggian tempat hingga 800 mdpl. Di Indonesia sendiri, ikan gurame paling banyak dibudidayakan di wilayah Tasikmalaya, Ciamis, Bogor, Magelang, Purwokerto, Payakumbuh, dan Manado.

Tidak hanya dibudidayakan sebagai skala usaha, ikan gurame juga dapat dibudidayakan dalam skala rumahan untuk konsumsi pribadi. Selama syarat hidupnya terpenuhi, maka budidaya ikan gurame dapat dilakukan dalam skala rumahan.

Teknis Sarana Budidaya Ikan Gurame untuk Pemula


Budidaya ikan gurame bisa dibilang cukup menantang bagi pembudidaya pemula. Karena dalam budidaya ikan gurame, terdapat 3 tahapan budidaya yang harus dilakukan. Yakni pembibitan, pendederan hingga pembesaran.

Jika ingin budidaya yang lebih mudah, maka cukup dengan memilih budidaya pembesaran ikan gurame.

1. Tahap Pembibitan Ikan Gurame

Untuk budidaya ikan gurame mulai dari tahap pembibitan, yang harus dilakukan pertama kali adalah memilih induk gurame baik jantan atau betina, serta menyiapkan kolam pemijahan. Kolam untuk pemijahan bisa dengan menggunakan kolam terpal apabila ingin kolam yang efisien dan murah.

Kolam tersebut harus dikeringkan dan dibersihkan dulu bagian dasarnya, setelah itu diisi dengan air. Karena ini merupakan kolam pemijahan, maka pembudidaya perlu menambahkan sarang atau bahan pembuat saran untuk proses pemijahan ikan gurame.

Setelah kolam siap, saatnya untuk memasukkan induk gurame. Induk gurame yang siap dipijahkan memiliki ciri-ciri berupa perut yang tampak membesar ke arah belakang, saat diraba perutnya terasa lebih lembek, dan anusnya berwarna putih kemerahan. Jumlah induk ikan gurame yang disiapkan pastikan memiliki perbandingan jantan dan betina 1:3.

Baca Juga : Cara Budidaya Udang Vaname

Induk ikan gurame yang sudah dipilih dan terbukti sehat, langsung dimasukkan ke dalam kolam pemijahan. Nantinya gurame jantan akan dengan sendirinya membuat sarang untuk pemijahan. Sarang tersebut akan jadi dalam 15 hari.

Begitu sarangnya sudah siap, gurame jantan akan mengajak gurame betina untuk melakukan pemijahan di sarang tersebut. Usai pemijahan, gurame betina akan menutup lubang sarang tersebut menggunakan ijuk maupun rumputan kering.

Yang bertugas menjaga sarang adalah induk betina, dia akan mengipaskan sirip ke arah sarang supaya kadar oksigen yang terlarut dalam air meningkat, sekaligus membantu menetaskan telur-telur. Sedangkan gurame jantan akan membuat sarang lain untuk proses pemijahan dengan betina lain.

Supaya budidaya berjalan lancar sesuai yang diharapkan, telur ikan gurame sebaiknya diambil saat kondisi siap ditetaskan. Ditandai dengan adanya bau amis serta minyak yang terdapat di atas sarang pemijahan. Silahkan ambil sarangnya, kemudian simpan di dalam ember yang sudah diisi air. Lalu pisahkan telur dengan sarangnya dan dimasukkan ke ember yang berbeda. Kemudian telur-telur tersebut dicuci sampai bersih.

Nantinya telur-telur ikan gurame tersebut akan menetas dalam waktu 2 sampai 3 hari setelah pemijahan. Pastikan akuarium atau bak tempat menyimpan telur tersebut memiliki air bersih dengan suhu 27-28 derajat Celcius. Setelah menetas, bayi-bayi ikan gurame tersebut biarkan berada di akuarium atau bak penetasan selama 10 hari, baru kemudian dipindah ke bak pendederan.

2. Tahapan Pendederan Ikan Gurame

Karena pendederan harus langsung dilakukan di hari ke-11, maka sambil menunggu, silahkan membuat bak pendederan ikan gurame. Baknya memiliki ukuran 2,5 sampai 4,5 meter, lalu diisi dengan pakan alami gurame berupa Daphnia.

Di hari ke-11, segera pindahkan anak ikan ke dalam bak pendederan. Biarkan berada di bak pendederan selama 2 minggu sambil mempersiapkan kolam utama untuk pembesaran. Kolam untuk pembesaran ikan gurame sebaiknya jauh dari lokasi industri dan bebas dari limbah maupun polusi.

Baca Juga : Cara Budidaya Ikan Patin

Kolamnya bisa menggunakan kolam tembok maupun terpal. Ukuran kolam minimum adalah 4 x 6 meter, tapi jika lahannya memungkinkan 10 x 10 meter adalah ukuran normal. Untuk kedalaman kolamnya sendiri kurang lebih 1 meter. Pastikan untuk tidak lupa membuat saluran air di dasar kolam serta parit kecil di sekitar kolam.

Kolam apapun itu, sebelum diisi dengan air ada baiknya dikeringkan terlebih dahulu selama 1 minggu, tujuannya adalah untuk menghilangkan racun terutama pada kolam yang terbuat dari terpal. Kolam juga harus bersih dari bebatuan dan tumbuhan liar. Kemudian persiapkan juga pakan alami untuk ikan gurame yaitu pupuk kandang yang sudah dijemur dan difermentasikan selama 2 hari.

Pupuk kandang itu kemudian dimasukkan ke dalam karung dan bagian bawah dan sampingnya dilubangi dengan paku. Setelahnya ikatkan karung pada batu dan masukkan ke dalam kolam. Lalu silahkan isi kolamnya dengan air bersih dengan tinggi 50 cm, satu sendok pupuk urea ditaburkan di kolam, dan biarkan selama 4 hari sampai airnya berubah warna.

Setelah kolamnya siap, benih ikan gurame bisa dipindahkan dari bak pendederan. Caranya adalah dengan menangkap benih menggunakan scoop net, masukkan ke dalam wadah yang sudah diisi air barulah dipindah ke kolam.

Pemindahan sebaiknya dilakukan saat pagi hari mulai pukul 7 sampai pukul 9. Pastikan kolam itu khusus untuk pembesaran, jangan dicampur dengan induk gurame.

3. Tahap Pembesaran dan Panen Ikan Gurame

Tiap 1 meter kolam diisi dengan 15 sampai 20 benih, caranya dengan membenamkan wadah benih ke kolam dan biarkan benih berenang ke kolam. Selanjutnya benih-benih ini diberi pakan secara teratur 2 kali sehari.

Berupa pelet sebagai pakan utamanya, serta kangkung cincang sebagai pakan tambahan. Pemberian pakannya dapat dilakukan secara berselang-seling, contohnya pagi diberi pakan pelet, sore diberi pakan kangkung.

Panen ikan gurame dapat dilakukan saat memasuki usia 10 sampai 12 bulan, tapi bisa juga tergantung dari permintaan konsumen. Biasanya ikan gurame yang memasuki usia 10 hingga 12 bulan memiliki bobot 800g – 1 kg per ekornya.

Panen dilakukan saat pagi atau sore hari. Caranya dengan menyurutkan air kolam sedikit demi sedikit, lalu tangkap ikan gurame menggunakan jaring. Hasil tangkapan dimasukkan ke dalam wadah maupun drum yang sudah diisi air, lalu dikirim ke konsumen. Tujuannya supaya ikan tetap dalam keadaan segar dan fresh.

Hal Lain yang Harus Diperhatikan Saat Budidaya


Yang tak kalah pentingnya, selama budidaya perlu adanya pengecekan kualitas air secara berkala. Tujuannya adalah untuk menghindari air yang terlalu kotor sehingga memicu pertumbuhan penyakit. Kolam budidaya dapat diberi eceng gondok supaya suhu matahari saat siang hari tidak terlalu menyengat.

Menanam pohon besar di sekitar kolam juga perlu sebagai peneduh dari teriknya matahari siang. pH air juga sebaiknya di cek secara berkala. Jika pH airnya kurang dari 7, maka segera tambahkan kapur dolomit untuk menaikkan pH air.

Baca Juga : Cara Budidaya Belut

Itulah informasi lengkap mengenai budidaya ikan gurame untuk pemula. Budidaya ikan ini sangat dianjurkan sebagai peluang bisnis. Pasalnya, keuntungan yang didapatkan dari budidaya ini tergolong sangat menggiurkan.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

About the author

Josua Rifandy

Saya adalah seorang Entrepreneur Muda yang sedang aktif di dunia bisnis digital. Dalam menjalankan kehidupan saya memiliki Prinsip untuk Tidak Berhenti Belajar, Tidak Berhenti Bermimpi, dan Tidak Menyerah di Tengah Jalan. So tunggu apalagi, Ayo Raih Mimpi Mu.

1 Comment

Leave a Comment