Ikan Cara Merawat Hewan

Teknik Khusus Budidaya Ikan Komet Secara Mudah dan Benar

Budidaya Ikan Komet
Written by Josua Rifandy

Ikan Komet merupakan salah satu jenis ikan yang cukup populer di kalangan pecinta ikan hias. Ikan komet masih satu famili dengan ikan mas koki. Peminatnya cukup tinggi lantaran ikan komet memiliki warna serta variasi pola pada tubuhnya yang unik dan cantik, sehingga budidaya ikan komet sangat umum dilakukan.

Secara umum ikat komet memiliki ciri-ciri memiliki bentuk tubuh yang memipih tegak dan sedikit memanjang. Kemudian, mulutnya terletak di paling ujung tengah, serta memiliki dua pasang sungut di ujung mulutnya. Di dalam ujung mulutnya tertutupi oleh sisik.

Selain itu ikan komet juga memiliki sisik sikloid dan kecil, dan yang terakhir memiliki sirip punggung yang letaknya berseberangan dengan sirip perut, di mana sirip punggungnya memanjang dan di bagian belakang berjari keras.

Teknik Khusus Budidaya Ikan Komet


Memilih menjalani budidaya ikan komet sebagai ladang usaha, bisa dipastikan hasilnya tidak akan mengecewakan. Asalkan pengetahuan mengenai ikan komet serta cara budidayanya sudah dikantongi dengan baik.

Baca Juga : Begini Cara Budidaya Ikan Gurame Untung Dua Kali Lipat

Selain itu, melakukan budidaya ikan komet tentu perlu menyiapkan kolam, pakan, dan siap untuk merawat secara intensif. Karena ikan komet merupakan ikan yang cukup rentan terhadap penyakit, maka air kolam atau aquarium perlu dibersihkan secara rutin.

1. Persiapan Tempat Budidaya Ikan

Tempat untuk budidaya bisa berupa kolam maupun aquarium. Silahkan dipilih berdasarkan ketersediaan budget dan lahan. Apabila menggunakan aquarium, maka perlu menyiapkan setidaknya 2 macam akuarium, yaitu akuarium untuk pemijahan dan aquarium untuk memisahkan indukan dengan telur ikan.

2. Memilih Indukan Ikan Komet

Dalam memulai budidaya perikanan, diperlukan indukan. Indukan ikan komet bisa dibeli pada penyedia indukan ikan komet. Indukan yang dipilih wajib berkualitas unggul dan memasuki usia kawin. Hal ini dapat dilihat dari kesehatan, gerakan dan usianya.

Indukan yang dipilih adalah jantan dan betina berusia setidaknya 8 bulan. Indukan jantan ikan komet akan memiliki ciri berupa adanya bintik bulat menonjol di bagian siripnya, saat diraba akan terasa teksturnya yang kasar, lalu apabila perutnya diurut ke bagian genital maka akan keluar cairan putih.

Sedangkan ciri dari indukan betina ikan komet berupa adanya bintik di bagian sirip, saat diraba terasa halus, perutnya terasa lembek, warna lubang genitalnya kemerah-merahan, dan ketika perutnya diurut ke bagian genital, maka akan keluar cairan kuning bening.

3. Membuat Tempat Pemijahan Ikan Berupa Akuarium

Selanjutnya pembudidaya perlu menyiapkan akuarium untuk pemijahan. Boleh-boleh saja menggunakan kolam, tapi akan lebih praktis lagi jika pemijahan dilakukan di akuarium. Akuarium pemijahan memiliki ukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm dan tinggi 40 cm.

Akuarium harus dalam keadaan bersih dan terbebas dari kotoran maupun debu sebelum diisi dengan air. Disarankan untuk mencuci terlebih dahulu akuarium pemijahan dengan air mengalir dan sabun sampai benar-benar bersih. Setelah itu akuarium dikeringkan dengan cara di lap menggunakan desinfektan dalam hal ini alkohol 70% untuk mensterilkan akuarium.

Akuarium yang sudah bersih dan steril segera diisi dengan air hingga mencapai ketinggian 30 cm. Endapkan terlebih dahulu airnya selama 24 jam sebelum dimasukkan ke akuarium, kemudian beri eceng gondok di permukaan akuariumnya, barulah indukan siap dipindah ke akuarium pemijahan.

4. Proses Pemijahan Ikan Komet

Proses pemijahan ikan komet berlangsung cukup singkat, sehingga pembudidaya perlu secara intensif memperhatikan tingkah laku indukan ikan komet. Satu akuarium dapat diisi 1 ekor jantan dan 2 ekor betina. Pemijahan akan mulai berlangsung dari malam sampai dini hari.

Proses pemijahan dimulai dengan kedua indukan yang saling berkejaran. Di mana pada saat itu kedua indukan sudah mengalami matang gonad. Pemijahan dinyatakan selesai dan berhasil saat sudah terdapat telur-telur ikan yang menempel pada daun eceng gondok keesokan harinya.

5. Memisahkan Induk dan Anakan Ikan

Segera setelah proses pemijahan selesai, pembudidaya harus secepatnya memindahkan indukan ke akuarium yang lain. Hal ini dikarenakan indukan ikan mas komet memiliki kecenderungan untuk memakan anaknya sendiri. Supaya hal itu tidak terjadi, indukan harus dipindah semua ke akuarium yang lain.

Baca Juga : Begini Cara Budidaya Ikan Patin Hingga Menghasilkan

Sementara telur-telur ikan komet dibiarkan tetap berada pada akuarium pemijahan. Seraya menunggu telur-telur itu menetas, yang biasanya membutuhkan waktu sampai 3 hari, yang dapat dilakukan adalah mengganti airnya secara rutin dan teratur. Perlu diingat bahwa air baru pengganti air sebelumnya harus diendapkan dulu selama 24 jam sebelum diisikan ke akuarium.

6. Memisahkan Induk dan Anakan Ikan

Nantinya setelah telur menetas, anakan ikan komet akan memakan pakan alami yang terdapat di dalam akuarium, sehingga pembudidaya tidak perlu memberikan pakan terlebih dahulu. Saat telur sudah menjadi larva, ada baiknya eceng gondok dikeluarkan dari akuarium.

Pakan seperti pelet atau remahan roti baru bisa diberikan saat anak sudah memasuki usia 1 bulan. Selama itu akuarium tetap harus diganti rutin airnya, dan supaya lebih praktis, bisa dengan membuat saluran masuk air saat anak sudah berusia 15 hari untuk mempermudah pergantian air. Supaya air aquarium tidak cepat kotor, ada baiknya pakan yang diberikan secukupnya saja dan memberikannya sedikit demi sedikit.

7. Panen Ikan Komet

Tidak ada patokan kapan ikan komet bisa mulai dipanen. Dipanen saat masih berukuran kecil pun sudah bisa, tergantung permintaan konsumen. Apabila ingin menjual indukan ikan komet, maka usia minimal panennya saat 8 bulan ketika matang gonad. Pemanenan sebaiknya tidak seluruhnya, sisakan beberapa untuk menjadi indukan dan menghasilkan anakan untuk dibesarkan kembali.

Macam-macam Varietas Ikan Komet yang Bisa Dibudidayakan


Terdapat 5 jenis ikan komet berdasarkan warna yang mendominasi tubuhnya. Namun Di Tanah Air terdapat setidaknya 5 varietas ikan komet yang populer di kalangan pecinta ikan hias. Berikut penjelasannya:

a. Ikan Komet Hitam Putih

Yang pertama adalah ikan komet berwarna hitam putih, yang didominasi warna hitam dan putih serta corak hitam. Di mana ekornya merupakan double tail dan terlihat cantik ketika dilihat dari atas akuarium, sehingga tidak heran apabila harganya cukup mahal.

b. Ikan Komet Harimau

Yang kedua ikan komet harimau, di mana ikan ini memiliki corak belang seperti harimau dengan warna putih dan kuning yang mendominasi. Ikan komet harimau dapat dikatakan merupakan jenis yang cukup jarang ditemukan meskipun peminatnya sangat tinggi.

Baca Juga : Cara Budidaya Ikan Ramerazi yang Cantik

c. Ikan Komet Sara

Ikan komet jenis ketiga adalah ikan komet sara, jika dijual harganya terbilang yang paling murah di antara jenis yang lain. Berwarna merah pada bagian atas kepalanya, putih di sekujur tubuh dengan bercak merah di bawah badannya.

d. Ikan Komet Hitam

Ada juga ikan komet hitam yang sebagian besar warna tubuhnya hitam. Harga per ekornya hampir sama dengan ikan komet hitam putih.

e. Ikan Komet Slayer

Terakhir ikan komet slayer yang paling populer dan banyak dipelihara, warna tubuhnya didominasi oleh putih perak dan merah menyala. Semakin dewasa usianya, siripnya akan makin panjang dan menjuntai seperti komet. Warna dan coraknya yang cantik itulah yang menjadikan ikan komet slayer paling populer dipelihara.

Itulah informasi mengenai budidaya ikan komet serta beberapa jenis varietas ikan komet yang bisa dipilih untuk dibudidayakan. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca khususnya yang ingin mencoba budidaya ikan ini ya!

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

About the author

Josua Rifandy

Saya adalah seorang Entrepreneur Muda yang sedang aktif di dunia bisnis digital. Dalam menjalankan kehidupan saya memiliki Prinsip untuk Tidak Berhenti Belajar, Tidak Berhenti Bermimpi, dan Tidak Menyerah di Tengah Jalan. So tunggu apalagi, Ayo Raih Mimpi Mu.

1 Comment

Leave a Comment