Cara Merawat Hewan

Kunci Sukses Budidaya Lebah Madu Produksi Tinggi dan Ramah Lingkungan

Budidaya Lebah Madu
Written by Josua Rifandy

Budidaya lebah madu merupakan salah satu sektor peternakan yang menawarkan penghasilan yang menjanjikan. Lebah madu tidak hanya menghasilkan produk berupa madu, tapi juga propolis, pollen, royal jeli, serta lilin lebah. Produk dari lebah madu ini sangat berkhasiat bagi kesehatan, dan tentu saja peminatnya juga tinggi.

Budidaya lebah madu memang susah-susah gampang untuk dijalankan. Namun jika dilakukan dengan langkah yang tepat, maka akan membuahkan hasil seperti yang telah dibayangkan. Budidaya lebah madu membutuhkan kandang atau disebut juga stup, serta lokasi budidaya yang dekat dengan perkebunan atau taman bunga.

Langkah Budidaya Lebah Madu Produksi Tinggi


Sebagai salah satu sektor peternakan, maka budidaya lebah madu membutuhkan kandang sebagai sarang hidupnya. Seringkali dijumpai peternak lebah madu dengan box-box besar yang diletakkan begitu saja di lahan terbuka yang dekat dari area yang ditumbuhi tanaman berbunga. Ya, nantinya kandang untuk lebah madu adalah yang berbentuk box.

1. Proses Persiapan Kandang Lebah Madu

Kandang lebah madu adalah berbentuk box yang dibuat dari kayu yang belum diolah. Ukurannya bisa menyesuaikan dengan budget yang dimiliki, karena tidak ada ukuran baku untuk stup.

Yang jelas, bahan kayu yang digunakan bukanlah kayu yang memiliki mau atau bergetah karena kayu berjenis ini tidak akan membuat lebah madu betah di dalam sarang. Pada salah satu sisi kotak diberi lubang dengan letak yang agak ke bawah dengan ukuran panjang 7-10 cm, tinggi 1 cm.

2. Proses Pembuatan Frame Tempat Hidup Lebah

Setelah kotaknya selesai, saatnya membuat frame untuk tempat hidup lebah nantinya. Frame bisa dibuat dari bahan kayu, bambu, belahan papan, maupun plat asbes. Banyaknya frame dalam satu kotak disesuaikan dengan ukuran kotaknya.

Frame inilah yang digunakan untuk menggantung sarang dan yang akan diangkat untuk pengecekan rutin dan pemanenan. Kotak tersebut perlu diberi tutup untuk melindungi stup dari panas maupun hujan.

Baca Juga : Cara Budidaya Bebek Petelur

Stup yang sudah jadi kemudian diletakkan di tempat terbuka yang dekat dari area tumbuhan berbunga. Pastikan tempat budidaya jauh dari keramaian, dalam artian tidak terlalu dekat dari jalan raya, maupun di pemukiman padat penduduk.

Jika memaksakan melakukan budidaya di area keramaian, lebah madu akan bersikap agresif hingga cepat mati. Meski begitu lokasi budidaya sebaiknya dapat diakses dengan mudah oleh kendaraan.

3. Proses Menarik Lebah Untuk Bersarang

Setelah kandang dan lokasi budidaya sudah siap, saatnya untuk menarik lebah madu untuk bersarang di stup yang sudah dibuat. Yakni dengan menangkap dan memindahkan lebah ratu ke stup.

Bisa dilakukan dengan menggunakan perangkap, berburu sendiri di hutan, maupun beli pada peternak lebah madu lainnya.

Cara yang lebih praktis adalah dengan menggunakan perangkap. Perangkap yang digunakan berupa glodok atau batang kelapa kering yang dibuat dalam bentuk berongga. Glodok tersebut kemudian ditempatkan di lokasi teduh, misalnya pada dahan pohon yang rindang.

Jangan lupa membuat lubang yang tidak terlalu besar untuk keluar masuk lebah madu. Tunggu sampai koloni lebah madu datang dan membuat sarang di dalamnya. Baru setelahnya sarang di dalam glodok dipindah dengan hati-hati ke dalam stup. Caranya adalah dengan membuka glodok, lalu dibalik tepat di bawah stup, ketuk pelan glodok supaya koloni berpindah ke dalam stup.

Lebah madu itu sendiri terdapat 3 jenis, yakni lebah ratu, lebah jantan dan lebah pekerja. Lebah ratu adalah lebah betina yang tugasnya melakukan reproduksi dan membentuk koloni.

Jumlah lebah ratu per koloni adalah 1 ekor. Lebah ratu ini akan meninggalkan sarang untuk kawin dengan 80 lebah madu jantan lalu kembali dengan menyimpan semua sperma untuk digunakan seumur hidupnya. Lebah ratu akan menghasilkan lebah pekerja, lebah ratu, dan lebah jantan.

Baca Juga : Cara Merawat Sapi Agar Cepat Gemuk

Sedangkan lebah jantan bertugas untuk mengawini lebah ratu lain. Ukurannya paling besar, dan akan mati setelah berhasil mengawini lebah ratu. Jumlah tiap koloni biasanya sedikit.

Jenis lebah madu yang paling banyak dalam koloni adalah lebah pekerja. Di mana seumur hidupnya mereka melakukan berbagai pekerjaan seperti di antaranya mencari makan, menyimpan madu muda, memberi makan untuk lebah ratu dan lebah jantan, menjaga sarang tetap aman, hingga membangun sarang. Lebah pekerja yang seringkali dijumpai di luar sarang.

4. Perawatan Lebah Madu

Budidaya lebah madu tidak perlu menyiapkan pakan khusus seperti halnya sektor peternakan lainnya. Lebah madu akan mencari makan sendiri dari nektar bunga. Sumber air bersih diperlukan untuk kebutuhan minum lebah madu. Tapi jika seandainya tidak tersedia, pembudidaya dapat menyediakan air bersih untuk minum lebah.

Meskipun pembudidaya tidak perlu repot-repot memberi makan rutin, pemeriksaan sarang perlu dilakukan setiap seminggu sekali. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk mengecek isi sarang, melihat keadaan lebah ratu, memastikan bahwa sarang dan lebah aman dari hama serta penyakit, perhatikan juga perbandingan jumlah antara lebah pekerja dengan lebah jantan.

Apabila ditemukan jumlah lebah jantan yang jauh lebih banyak dari jumlah lebah pekerjanya, silahkan dibunuh dan dibuang beserta telur-telurnya. Pastikan dalam satu koloni, jumlah lebah jantannya cukup 200 ekor saja.

Pemeriksaan sarang lebah juga bertujuan untuk memastikan keadaan lebah ratu dan melakukan manajemen koloni. Jika sudah terdapat sel ratu baru saat lebah ratu masih ada, segera pindahkan sel ratu baru tersebut ke stup baru. Supaya nantinya tidak terjadi pemecahan koloni di saat lebah ratu baru ini mengadakan reproduksi.

Baca Juga : Cara Merawat Kelinci

Jika terdapat koloni yang lemah atau tanpa ratu, dapat disolusi dengan menggabungkannya bersama koloni lain. Namun apabila keduanya sama-sama memiliki ratu, pilihlah salah satu yang terbaik, sedangkan yang lain dibunuh.

Cara penggabungan koloni dapat dilakukan dengan menggabungkannya dalam satu stup dengan diberi penyekat berupa kertas yang sudah dilubangi kecil dan diolesi dengan cairan madu. Penggabungan sebaiknya dilaksanakan saat malam hari. Nantinya dalam waktu 1 sampai 2 hari, lebah akan menembus kertas penyekat dan akan bercampur secara bertahap.

Pergantian lebah ratu dapat dilakukan saat lebah ratu suatu koloni sudah mulai menurun produktivitasnya. Yakni dengan memberikan lebah ratu baru dari koloni lain, sedangkan ratu lama dibunuh. Pemeriksaan sarang sebaiknya dilakukan saat pagi pukul 6-10 atau sore pukul 4-6. Hindari pemeriksaan di malam hari, maupun saat hujan dan cuaca sedang dingin.

5. Tahap Panen Lebah Madu

Budidaya lebah madu akan berhasil apabila faktor lingkungan mendukung. Semisal ketersediaan pakan nya berkurang, dapat disolusi dengan migrasi ke tempat dengan ketersediaan pakan yang mencukupi. Hama dan penyakit juga harus ditanggulangi supaya tidak menggagalkan budidaya.

Panen madu dapat dilakukan setelah 1-2 minggu musim bunga. Caranya dengan mengambil dan mencuci sisiran yang siap dipanen, kemudian lapisan lilin penutupnya dikupas menggunakan pisau, madu pun diekstrak menggunakan ekstraktor madu, lalu saring dan disortir, barulah disimpan dalam suhu kamar, dan terakhir dikemas dalam botol.

Itulah informasi seputar budidaya lebah madu. Budidaya ini dapat menjadi pilihan bisnis yang menguntungkan untuk dicoba. Semoga informasi ini bisa bermanfaat dan selamat mencoba!

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

About the author

Josua Rifandy

Saya adalah seorang Entrepreneur Muda yang sedang aktif di dunia bisnis digital. Dalam menjalankan kehidupan saya memiliki Prinsip untuk Tidak Berhenti Belajar, Tidak Berhenti Bermimpi, dan Tidak Menyerah di Tengah Jalan. So tunggu apalagi, Ayo Raih Mimpi Mu.

Leave a Comment