Ikan Cara Merawat Hewan

Jurus Sukses Belajar Budidaya Udang Vaname Auto Untung Besar

Budidaya Udang Vaname
Written by Josua Rifandy

Udang vaname merupakan salah satu jenis udang yang banyak diekspor oleh Indonesia. Kontribusi volume ekspornya rata-rata 85%. Udang yang memiliki nama biologis Litopenaeus vannamei ini memiliki tubuh berwarna putih kekuning-kuningan dengan kulit tipis dan keras yang terbuat dari bahan chitin.

Udang vaname dinilai lebih tahan terhadap penyakit sehingga sangat cocok dilakukan budidaya udang vaname di tambak.

Baca Juga : Cara Merawat Udang Hias

Jika dibanding dengan jenis udang lainnya seperti udang windu, udang vaname memiliki ukuran yang lebih kecil. Udang vaname juga memiliki keunggulan lainnya seperti mampu beradaptasi dengan baik pada lingkungan bersuhu rendah, tingkat keberlangsungan hidupnya tinggi, dapat dibudidaya dalam kisaran salinitas yang lebar, serta mampu mencapai ukuran besar secepat udang windu.

Budidaya Udang Vaname Untuk Pemula


Budidaya udang vaname dapat dilakukan dengan cara tradisional yakni di tambak maupun pada kolam terpal.

1. Tahap Persiapan Tambak

Bagi yang ingin budidaya di tambak, maka yang harus dilakukan pertama kali adalah mempersiapkan tambak budidaya. Tambak yang akan digunakan pastikan dikeringkan terlebih dahulu sampai ke dasarnya supaya terhindar dari lumut dan lumpur. Persiapan lahan budidaya inilah yang menentukan 60% dari keberhasilan budidaya udang vaname.

Baca Juga : Cara Budidaya Lobster Air Tawar

Lumpur yang terdapat dalam lahan budidaya dapat menjadi masalah utama yang menggagalkan budidaya karena di dalam lumpur terdapat kandungan amonia yang menjadi media utama bagi bakteri seperti vibrio untuk bersarang. Sehingga pengeringan tambak wajib dilakukan, dan jika perlu maka dilakukan pengangkatan lumpur atau pembajakan.

2. Proses Pemupukan Tambak

Saat tambak sudah kering, kemudian basmi semua hewan yang masih ada dalam tambak, tujuannya supaya hewan-hewan ini tidak menjadi pesaing udang saat mencari pakan alami.

Kemudian ukur pH dasar tambak. Jika pH nya asam atau lebih rendah dari 6, maka perlu diberikan kapur pertanian sebanyak 840 kg per hektarnya.

Untuk pemupukan sendiri, bisa dilakukan maupun tidak. Suatu sumber menyebutkan bahwa pemupukan tambak justru akan mempercepat kerusakan air. Dan sebagai gantinya yakni dengan memberi dedak fermentasi jika sistem budidayanya secara intensif.

Namun pemupukan juga memiliki keunggulan tersendiri, yakni untuk memicu pertumbuhan plankton. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik dan pupuk anorganik.

Jenis pupuk organik yang bisa digunakan untuk proses pemupukan adalah pupuk kompos, tepung kedelai, dedak, kulit padi, biji kapas, jagung, serta tepung gandum. Sedangkan pupuk anorganik yang digunakan ialah pupuk urea, ammonium, dan kalsium atau diamonium fosfat.

Takaran dosis pemberian pupuk organik untuk 1 hektar membutuhkan 150 – 200 kg, untuk pupuk anorganik sendiri 1 hektar membutuhkan 25 – 50 kg. Pemberian pupuk dengan cara disebar merata pada bagian dasar tambak.

3. Proses Pengisian Air Tambak

Baru kemudian tambak budidaya diisi dengan air. Kedalaman air yang disarankan sekitar 1 sampai 1,5 meter. Setelah itu perlu dilakukan pengukuran kepadatan algae dengan menggunakan secchi disk. Pengukuran ini sebaiknya dilakukan saat pagi dan sore hari.

Dengan cara mengikat lempengan secchi disk pada tali, kemudian dimasukkan ke dalam air tambak secara perlahan. Idealnya, tingkat kecerahan optimal untuk budidaya udang vaname adalah 30 sampai 40 cm. Jika kurang dari itu, maka pembudidaya perlu mengganti air tambak hingga mencapai standar optimumnya.

Tapi jika lebih dari 40 cm, maka diperlukan pemupukan ulang supaya plankton di tambak bisa tumbuh sesuai standar ideal.

Pemupukan pun perlu dikontrol, karena jika pupuk diberikan tanpa memperhatikan kepadatan alga serta keadaan cuacanya, maka dapat memberi dampak yang buruk pada udang.

Baca Juga : Cara Budidaya Belut

Apabila saat diukur menggunakan secchi disk tidak memungkinkan pembudidaya untuk melakukan pergantian air atau menghentikan pemberian pupuk supaya kepadatan algae bisa ditekan, maka dapat diberikan kapur bakar di dasar tambak.

Tujuannya yakni supaya populasi alga yang tumbuh melebihi batas yang diperlukan di dalam tambak bisa menurun.

4. Penebaran Bibit Udang Vaname

Setelah tambak budidayanya sudah siap, saatnya untuk menebarkan bibit udang vaname yang unggul. Ciri daripada bibit udang vaname dengan kualitas unggul diantaranya memiliki warna tubuh putih yang transparan, bagian kakinya bersih, ukurannya seragam, gerakannya lincah dan mampu menantang arus, isi ususnya tidak putus, serta memiliki respon yang baik terhadap gerakan.

Lakukan penebaran bibit udang vaname saat pancaran sinar matahari sedang tidak terik, semisal saat sore hari. Bibit udang vaname yang siap tebar biasanya berusia 6 sampai 10 hari.

Caranya dengan mengapungkan kantong plastik berisi udang di tambak selama sekitar 15 menit, baru setelah itu kantong dibuka dan benih pun dipindah ke tambak. Anak udang vaname bernama benur. Benur-benur ini perlu diberi pemeliharaan sampai usia panen sekitar 100 sampai 110 hari.

5. Pemberian Pakan Udang Vaname

Pakan yang dapat diberikan berupa pelet dengan kandungan protein 30%, dengan takaran menyesuaikan ukuran daripada berat udang serta masa pertumbuhan udang. Pakan berupa pelet diberikan rutin 2 – 3 kali sehari.

Selain pelet, jenis pakan lain yang dapat diberikan pada udang vaname diantaranya berupa ikan rucah, pakan pabrikan, serta pakan tambahan berupa jagung pecah yang dimasak kemudian dicampur dengan zat aditif untuk menambah vitamin, aroma, serta probiotik.

Sekali pemberian pakan biasanya habis dalam 3 jam. Apabila kurang dari 3 jam sudah habis, silahkan untuk menambahkan pakannya lagi. Jika pakan yang diberikan merupakan pakan buatan, maka pemberiannya cukup dilakukan 2 kali sehari saja, yaitu saat pagi dan sore.

Kalau dalam 3 jam pakannya sudah habis, sebaiknya ditambahkan dengan pakan lain yang diperkirakan bisa habis dalam 9 jam.

6. Pemberian Vitamin Untuk Udang Vaname

Adapun pemberian vitamin prototipe pada pakan udang vaname bertujuan untuk merangsang nafsu makan serta vitalitas udang bertambah. Karena nafsu makan pada udang vaname dapat berubah-ubah, terutama dalam masa pergantian kulit atau molting, maka perlu dirangsang nafsu makannya.

Dosisnya cukup 1 sendok untuk 10 kg pakan. Satu sendok vitamin prototipe tersebut direndam terlebih dahulu dalam 1 liter air, kemudian ditambah dengan 3 butir telur ayam yang sudah dikocok rata. Baru setelah itu dicampur bersama pakan udang, biarkan selama beberapa menit hingga meresap.

Pemberian pakan yang telah dicampur vitamin prototipe adalah dengan menggunakan anco sebanyak 2 sampai 4 per tambak. Satu anco berisi sekitar 5% pakan dari total pakan keseluruhan. Kemudian sisanya langsung ditebar di tambak.

Selain pakannya, hal yang perlu diperhatikan oleh pembudidaya udang vaname adalah kondisi airnya, mulai dari pH, suhu, kandungan oksigen, dan kedalaman air. Pemupukan juga perlu dilakukan setiap seminggu sekali dengan menggunakan pupuk urea, TSP serta probiotik.

7. Tahap Panen Udang Vaname

Saat usia udang vaname sudah 100 hingga 110 hari, pemanenan pun sudah dapat dilakukan. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada malam hari, yakni dengan mempersiapkan berbagai peralatan mendukung kemudian mengurangi air tambak menggunakan pompa.

Baca Juga : Cara Budidaya Ikan Patin

Udang-udang yang berhasil dipanen wajib dicuci dan terakhir direndam dalam es supaya terjaga kesegarannya.

Itulah informasi seputar cara budidaya udang vaname yang bisa dilakukan untuk pemula. Budidaya ini bisa menjadi pilihan bisnis yang menguntungkan. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi para pembaca ya!

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

About the author

Josua Rifandy

Saya adalah seorang Entrepreneur Muda yang sedang aktif di dunia bisnis digital. Dalam menjalankan kehidupan saya memiliki Prinsip untuk Tidak Berhenti Belajar, Tidak Berhenti Bermimpi, dan Tidak Menyerah di Tengah Jalan. So tunggu apalagi, Ayo Raih Mimpi Mu.

2 Comments

Leave a Comment