Cara Merawat Tanaman

Cara Mengolah Pupuk Kompos yang Mudah dan Ramah Lingkungan

cara mengolah pupuk kompos
Written by Trikmerawat.com

Pupuk kompos adalah salah satu pupuk organik yang banyak digunakan dalam pertanian. Pupuk kompos bisa didapatkan di toko pertanian, akan tetapi bila ingin menghemat pengeluaran, petani bisa membuat pupuk kompos sendiri. Cara mengolah pupuk kompos sangat mudah dan bahannya pun bisa didapatkan dari rumah.

Pupuk kompos adalah pupuk yang terbuat dari bahan-bahan organik, seperti dedaunan kering, sampah rumah tangga, dan masih banyak lagi. Dalam pupuk kompos terkandung asam-asam organik yang tidak dimiliki oleh pupuk kimia. Kandungan asam organik inilah yang sangat berguna bagi tanaman, lingkungan, maupun mikroorganisme pada tanah.

Karena merupakan pupuk organik, maka pupuk kompos ramah untuk lingkungan. Pembuatan pupuk kompos sendiri cukup mudah. Alat dan bahannya bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk cara pembuatannya, langsung saja simak penjelasan berikut ini.

Baca Juga : Tips Lengkap Memilih Pupuk Buatan Berkualitas Tinggi untuk Buah Unggulan

Tahapan Cara Mengolah Pupuk Kompos dengan Mudah


Untuk membuat pupuk kompos, pertama-tama harus persiapkan alat dan bahan terlebih dahulu. Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan dalam membuat pupuk kompos bisa ditemukan dengan mudah, berikut diantaranya:

Alat-alat yang dibutuhkan:

  • Sarung tangan.
  • Ember ukuran besar yang memiliki penutup.

Bahan yang diperlukan:

  • Sampah organik atau sampah rumah tangga.
  • Pupuk kandang.
  • Air.
  • Tanah.
  • Larutan gula.
  • Dan larutan EM4.

Cara Pengolahan:

Setelah semua alat dan bahan terkumpul, berikutnya langsung ke cara pengolahannya. Begini tahapannya:

  • Kumpulkan semua sampah organik baik dari sampah rumah tangga maupun sampah berupa dedaunan kering.
  • Lalu masukkan tanah ke ember yang telah disiapkan.
  • Berikutnya masukkan juga sampah organik, pupuk kandang, larutan gula, begitupula EM4 ke dalam ember.
  • Kuantitas bahan sebaiknya disesuaikan dengan ukuran ember yang digunakan sebagai wadah.
  • Kemudian tambahkan tanah untuk menutupi sampah organik.
  • Permukaan tanah kemudian disiram dengan menggunakan air.
  • Ember lalu ditutup rapat-rapat supaya tidak terkontaminasi oleh partikel lain.
  • Tempatkan ember di area yang jauh dari paparan sinar matahari langsung.
  • Terakhir cukup biarkan selama 3 bulan supaya mendapatkan hasil yang maksimal.

Perlu diperhatikan, sebaiknya untuk wadah persiapkan 2. Satu wadah untuk membuat pupuk kompos, satunya lagi untuk menampung sampah organik yang akan digunakan untuk pengolahan pupuk kompos berikutnya.

Lalu, sangat disarankan untuk menambahkan daun kering ke dalam wadah pembuatan pupuk kompos. Dedaunan kering ini memiliki fungsi untuk mengontrol kelembaban pada wadah sampah organik. Semisal dirasa kurang ampuh, petani juga bisa menambahkan serbuk gergaji.

Supaya proses penguraian sampah menjadi lebih cepat, maka diperlukan mikroba untuk mengurai sampah. Sumber mikroba bisa didapatkan dari kompos setengah jadi, kotoran sampi, maupun mentega susu.

Dalam proses pembuatan pupuk kompos sendiri, petani dapat mengatur bau busuk yang keluar dari sampah termasuk mencegah munculnya organisme yang tidak diinginkan seperti belatung. Untuk melakukannya, terdapat 2 cara yang bisa dicoba. Yang pertama adalah dengan melubangi wadah sampah organik di beberapa sisi, atau yang kedua dengan mengaduk sampah dalam wadah setiap 4 hari sekali.

Jika mengolah pupuk kompos dengan kedua cara ini, maka pupuk kompos bisa jadi dalam waktu 40 sampai 45 hari.

Baca Juga : Budidaya Magot untuk Pakan Ternak Keuntungan Selangit

Proses Pengomposan Pupuk Kompos


Proses Pengomposan Pupuk Kompos
(Sumber: Poncosari.bantulkab.go.id)

Proses dalam pengomposan sampah organik menjadi pupuk itu sendiri akan berlangsung setelah semua bahan mentah telah dicampur. Proses pengomposan dibagi dalam 2 tahap, yaitu tahap aktif dan tahap pematangan. Proses pengomposan juga terjadi secara aerobik atau anaerobik. Aerobik berarti menggunakan oksigen, di mana mikrob menggunakan oksigen dalam proses dekomposisi sampah organik. Pengomposan secara aerobik tidak akan menghasilkan bau tidak sedap. Berbeda dengan pengomposan secara anaerobik yang akan menghasilkan bau tidak sedap karena proses dekomposisi ini tidak menggunakan oksigen. Proses dekomposisi secara anaerobik akan menghasilkan senyawa seperti amonia, H2S dan asam-asam organik.

Faktor yang Memengaruhi Proses Pengomposan


Keberhasilan pengomposan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor inilah yang akan menentukan keberhasilan dekomposisi pada pupuk kompos. Jika kondisinya kurang atau tidak sesuai, maka organisme yang berperan dalam pengomposan akan dorman, pindah ke tempat lain, bahkan mati. Berikut diantaranya.

  • Rasio C/N yang efektif adalah berkisar 30:1 atau 40:1.
  • Kondisi cukup oksigen, alias aerasi lancar dengan konsentrasi oksigen yang tersedia lebih dari 5% hingga lebih dari 10%.
  • Kelembaban berada di kisaran 40-60%, kurang dari 40% aktivitas mikrob akan mengalami penurunan, apabila lebih besar dari 60% hara akan tercuci, volume udara akan berkurang, dan akan mengalami fermentasi anaerobik yang menimbulkan bau tidak sedap.
  • Temperatur berkisar antara 30 sampai 60 derajat Celcius supaya pengomposan lebih cepat.
  • Tingkat pH optimum untuk proses pengomposan berkisar antara 6,5 sampai 7,5.

Sampah Rumah Tangga yang Bisa dan Tidak Bisa jadi Pupuk Kompos


Bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk kompos adalah sampah rumah tangga. Akan tetapi tidak semua sampah rumah tangga bisa digunakan untuk mengolah pupuk kompos. Ada beberapa jenis sampah rumah tangga yang tidak bisa dijadikan sebagai pupuk kompos. Berikut penjelasan selengkapnya:

1. Sampah Rumah Tangga yang Bisa Dijadikan Pupuk Kompos

Sampah Rumah Tangga yang Bisa Dijadikan Pupuk Kompos
(Sumber: Suara.com)

Hampir sebagian besar sampah rumah tangga merupakan sampah organik yang dapat diubah menjadi pupuk kompos, yaitu:

  • Sisa makanan seperti sayur-sayuran, daging busuk, cangkang telur, dst.
  • Kertas atau tisu bekas yang sudah tidak digunakan lagi.
  • Bumbu dapur yang sudah kadaluarsa.
  • Potongan rambut.
  • Dedaunan kering dan rumput.
  • Debu dari belakang kulkas.
  • Bulu hewan yang rontok.
  • Kotoran hewan peliharaan.

2. Sampah Rumah Tangga yang Tidak Bisa Diolah Pupuk Kompos

Sampah Rumah Tangga yang Tidak Bisa Diolah Pupuk Kompos
(Sumber: Jawapos.com)

Adapun beberapa sampah rumah tangga yang bisa didaur ulang akan tetapi tidak bisa diubah menjadi pupuk kompos. Berikut diantaranya:

  • Kaca.
  • Sampah plastik seperti botol plastik, kantong plastik, dsb.
  • Minyak goreng.
  • Kertas kado berjenis metalik.
  • Kacang walnut.
  • Kardus minuman yang dilapisi bahan metal.
  • Kardus makanan yang bertekstur berminyak seperti box pizza.
  • Tumbuhan yang terkena penyakit.

Baca Juga : Rahasia Cara Membuat Molase Terlengkap dan Aman untuk Pemula

Keunggulan Pupuk Kompos


Pupuk kompos memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh pupuk jenis lainnya. Berikut diantaranya:

  • Pupuk kompos dapat mempermudah dalam pengolahan lahan karena kandungan pupuk kompos dapat membuat tanah semakin baik.
  • Kandungan unsur mikro dalam pupuk kompos jauh lebih banyak daripada pupuk kimia.
  • Kandungan pada pupuk kompos sangat baik bagi mikroorganisme tanah.
  • Pupuk kompos dapat membantu menjaga kelembaban tanah, sehingga dapat mengurangi tekanan atau tegangan struktur tanah pada tanaman.
  • Pupuk kompos dapat membantu menjaga dan merawat tingkat kesuburan tanah.
  • Pupuk kompos membantu dalam mencegah erosi pada lapisan tanah atas.

Demikian penjelasan mengenai cara mengolah pupuk kompos dengan mudah dan ramah lingkungan. Semoga bermanfaat.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

About the author

Trikmerawat.com

Situs yang Membahas tentang Cara Merawat Tanaman, Cara Merawat Hewan, Cara Merawat Tubuh dan Cara Merawat Benda.

Leave a Comment