Cara Merawat Tanaman Tanaman Pangan

Panduan Praktis Cara Budidaya Vanili Termudah untuk Pemula, Lengkap!

Budidaya Vanili
Written by Josua Rifandy

Dengan besarnya tingkat permintaan vanili sebagai bahan pembuatan kue maupun aroma minyak esensial, budidaya vanili terbukti menjadi ladang bisnis dengan hasil yang menjanjikan.

Terlebih tanaman vanili sangat cocok ditanam di daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Namun meski begitu, masih terbilang sedikit yang melakukan budidaya ini.

Budidaya tanaman vanili akan memberi hasil setelah usia tanaman vanili memasuki 1,5 sampai 3 tahun. Memang cukup lama, akan tetapi sebanding dengan harga per kilogram dari hasil panennya, yakni bisa sampai 3 juta.

Budidaya vanili dapat dilakukan di mana saja, baik di lahan luas, lahan sempit, pot, hingga polybag. Hanya tentu saja perlu memperhatikan karakteristik media tanamnya supaya budidaya vanili dapat berhasil hingga menghasilkan panen yang melimpah.

Cara Budidaya Vanili Termudah bagi Pemula


Harga jual hasil panennya yang selangit memang sangat menggiurkan untuk dicoba. Namun  budidaya tanaman vanili tidak semudah budidaya tanaman lainnya. Baik itu masa pembibitan hingga masa panen.

Kesulitan-kesulitan tersebut akan terasa mudah apabila pembudidaya telah mengantongi seluruh informasi penting mengenai budidaya vanili.

1. Persiapan Media Tanam Vanili

Pertama adalah media tanamnya. Baik lahan luas maupun sempit, pot maupun polybag, karakteristik media tanamnya harus sesuai.

Yakni harus gembur, lalu tanahnya agak lembab, jenis tanahnya kalau bisa harus tanah bertipe ringan, seperti lempung berpasir maupun lempung berpasir kerikil maksudnya supaya akar vanili lebih mudah tumbuh, selain itu keasamannya berkisar pH 5,7 sampai 7.

Baca Juga : Cara Budidaya Bawang Merah

Setelah media tanamnya sudah sesuai, saatnya memastikan bahwa lahan, pot maupun polybag berada dalam kondisi teduh. Semisal menanam pohon yang lebih besar di dekatnya, tapi masih terkena paparan sinar matahari sebanyak 30-50%.

Bisa juga dengan menggunakan paranet sebagai atap lahan atau menaruh pot dan polybag di tempat yang teduh.

Tahukah Kamu? Bahwa Vanilli adalah satu-satunya buah yang dapat dimakan dari keluarga anggrek, keluarga terbesar tanaman berbunga di dunia.

2. Proses Membeli dan Persiapan Bibit

Jika lahannya sudah siap, saatnya untuk membeli bibit unggul. Bibit vanili bisa berupa biji atau stek. Tapi cara termudah bagi pemula adalah dengan menggunakan bibit stek.

Varietas bibit vanili yang unggul dengan harga jual hasil panen tinggi antara lain Vanilla Pompona, Vanilla Planifolia Andrews, serta Vanilla Tahitensis JW Moore dan pastikan usianya minimal setahun karena bibit stek vanili yang sudah berusia 1 tahun atau lebih akan memberikan hasil yang berkualitas super.

Bibit stek itu kemudian harus direndam dulu sebelum disemai.

Perendaman bibit stek vanili bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan akar. Perendaman itu menggunakan campuran larutan hormonik sebanyak 1 sampai 2 cc dengan air bersih sebanyak 1 liter.

Caranya adalah dengan mengocok terlebih dahulu larutan hormonik, kemudian dilarutkan bersama air sebanyak 1 sampai 2 cc per liternya. Kemudian masukkan bibit stek vanili, tunggu hingga bibitnya menjadi agak layu, kurang lebih selama 4 sampai 7 hari. 

3. Penyemaian Bibit

Kemudian dilakukan proses penyemaian. Proses ini wajib dilakukan di tanah yang berpasir. Biasanya proses ini memerlukan waktu sekitar 1 sampai 2 bulan, yang tentunya harus dibarengi dengan perawatan yakni dengan menyiramnya rutin setiap hari.

Akan tetapi perlu dipastikan penyiraman dilakukan secukupnya yang tidak akan membuat tanah menjadi terlalu lembab.

4. Tahap Penanaman Vanili

Baru setelah itu dilakukan proses penanaman. Pastikan untuk menggemburkan tanah dengan menggunakan pupuk kandang. Setelah itu buatlah lubang untuk menanam.

Apabila budidaya dilakukan di lahan, terlebih dahulu perlu dibuat bedengan dengan ukuran kira-kira 80 hingga 120 cm, serta jangan lupa saluran air dengan ukuran lebar kurang lebih 30 sampai 50 cm, sesuaikan saja dengan luas lahannya.

Kemudian persiapkan juga tiang tajar untuk menjalarnya tanaman vanili nantinya, bisa berupa tajar hidup dengan pohon dadap dan gamal, atau dengan tajar mati yakni paralon yang dibalut sabut kelapa.

Pada bedengan itu kemudian tancapkan tiang tajar. Pastikan jaraknya pas, menyesuaikan luas lahan juga. Misalnya jaraknya 50 cm.

Baca Juga : Cara Budidaya Sayur Bayam

Kemudian membuat lubang tanam di dekat tajar dengan ukuran kira-kira panjang 20 cm, lebar 15 cm dan kedalaman 10 cm.

Silahkan menanam bibit stek dengan membenamkan 3 ruas ke dalam lubang secara mendatar, kemudian ditimbun dengan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kandang.

Pastikan penanaman dilakukan pada pagi hari sebelum pukul 10, dan kalau bisa dilakukan di awal musim penghujan.

5. Perawatan Tanaman Vanili

Vanili membutuhkan perawatan yang intensif, dan tidak diperbolehkan untuk dipanen saat belum waktunya karena akan mempengaruhi kualitasnya juga.

  • Penyiraman

Apabila vanili ditanam di musim penghujan, maka hal ini bisa memudahkan pembudidaya untuk tidak menyiramnya secara rutin.

Kalau kondisi tanahnya sudah lembab karena siraman air hujan, jangan disiram lagi. Penyiraman dilakukan kalau tanah dalam keadaan kering.

  • Pemangkasan

Terdapat tiga jenis pemangkasan yang fungsinya berbeda. Pertama adalah pemangkasan bentuk, yang berfungsi membentuk tanaman vanili menjadi tanaman yang lebih seimbang dan kuat.

Lalu pemangkasan produksi, yang gunanya merangsang pertumbuhan bunga dan buah saat menjelang musim berbunga. Yang terakhir adalah pemangkasan peremajaan, yang dilakukan setelah berbuah, dengan memangkas bagian cabang yang sudah pernah berbuah maupun cabang yang sakit.

Uniknya tanaman vanili tidak memerlukan pemberian pupuk tanah secara rutin. Cukup setahun sekali, yang dilakukan di awal dan akhir musim penghujan.

Untuk tanaman vanili berusia muda, yakni belum sampai 2 tahun, maka pupuknya berupa campuran dari urea 20 sampai 40 gram, TSP 35 sampai 70 gram, dan KCl 40 sampai 80 gram. Sedangkan untuk tanaman vanili di atas 2 tahun, dosis campuran pupuknya berjumlah 2 kali lipatnya.

Untuk pupuk daun sendiri dapat diberikan rutin per 1 atau 2 minggu sekali dengan dosis per liternya 8 sampai 10 gram.

Saat ini vanili bukan hanya sebagai makanan, namun vanili sudah digunakan sebagai parfum, bahan kosmetik, dan aromaterapi.

6. Penyerbukan Tanaman Vanili

Bagian tersulit adalah saat penyerbukan.  Proses penyerbukan bunga harus dilakukan dengan tepat dan telaten, caranya adalah dengan mengangkat rostellum menggunakan bantuan lidi, kemudian mengarahkan kepala sari ke arah kepala putik.

Penyerbukan harus dilakukan saat bunga sedang mekar, dan mekarnya hanya bertahan 12 jam yang berlangsung sejak tengah malam sampai tengah hari. Sehingga waktu terbaik untuk melakukan penyerbukan dilakukan pukul 8 sampai 10 pagi.

7. Panen Tanaman Vanili

Vanili sudah dapat dipanen perdana saat usia tanaman sudah memasuki 2 sampai 3 tahun, yang masa panennya berlangsung selama 2 sampai 3 bulan penuh. Dapat ditandai  dengan buahnya yang berwarna hijau dengan pucuk buahnya berwarna kuning.

Caranya adalah dengan memetik buahnya yang sudah masak satu-persatu, kemudian ditampung dalam sebuah wadah seperti keranjang bambu. Sebaiknya dikumpulkan dengan cara disortir berdasar bentuk, ukuran dan tingkat kemasakannya.

Baca Juga : Cara Budidaya Kacang Tanah

Setelah itu vanili dibuat layu dan dilakukan proses pemeraman untuk pembentukan aroma.

Baru kemudian buah vanili tersebut dikeringkan di bawah paparan sinar matahari, bisa juga dengan diangin-anginkan sampai kadar airnya berkurang 25-30%. Baru kemudian buah vanili kering siap untuk dijual. 

Itulah cara budidaya vanili yang bisa menjadi ladang bisnis menguntungkan. Apalagi masih sangat sedikit orang yang menggeluti bisnis ini.

Jadi, bagi yang tertarik untuk melakukan usaha budidaya tanaman, silahkan mencoba tanaman vanili ini ya!

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube Penulis.

About the author

Josua Rifandy

Saya adalah seorang Entrepreneur Muda yang sedang aktif di dunia bisnis digital. Dalam menjalankan kehidupan saya memiliki Prinsip untuk Tidak Berhenti Belajar, Tidak Berhenti Bermimpi, dan Tidak Menyerah di Tengah Jalan. So tunggu apalagi, Ayo Raih Mimpi Mu.

Leave a Comment