TrikMerawat Extraordinary Man!

Tahapan Cara Proses Budidaya Kacang Tanah Lengkap untuk Pemula

4 min read

Budidaya Kacang Tanah

Budidaya kacang tanah dapat dilakukan oleh siapa saja. Baik itu yang memiliki lahan atau yang hanya bisa memanfaatkan polybag.

Kacang tanah sendiri hidup dengan baik di dataran rendah, dengan suhu udara yang relatif tinggi, itulah mengapa kacang tanah cocok ditanam saat musim kemarau.

Meski begitu kacang tanah juga bisa dibudidayakan saat musim penghujan maupun di dataran tinggi. Hanya saja pembudidaya harus memastikan terlebih dahulu bahwa tempat untuk lokasi budidaya tidak terlalu lembab dan terkena cukup sinar matahari.

Jika ditanam di lahan saat musim penghujan pun, sebaiknya tanaman kacang tanah diberi atap supaya air yang jatuh ke tanah tidak berlebihan.

Proses Budidaya Kacang Tanah untuk Pemula


Hal pertama yang harus dilakukan saat melakukan budidaya  kacang tanah adalah dengan menyiapkan benih. Benih kacang tanah dapat diambil langsung dari kacang tanah yang sudah berusia 100 hari, atau membelinya di toko pertanian.

Cara yang lebih murah adalah dengan mengambil benih dari kacang tanahnya langsung yang sudah berusia kurang lebih 100 hari.

Kriteria benih kacang tanah yang unggul adalah :

  1. Memiliki warna coklat agak kehitaman
  2. Sudah tidak terdapat selaput pada bagian dalam cangkangnya.
  3. Benih kemudian dijemur selama 5 hari. Atau jika ingin mendapat benih yang unggul, benih dapat disimpan selama sekitar 3 sampai 6 bulan.

Baru setelah itu menyiapkan tanah. Jika memiliki lahan, bisa menggunakan lahan. Kalau hanya sanggup dengan polybag, juga bisa dilakukan di polybag.

Tahukah Kamu? Bahwa Kacang Tanah tidak dapat menghasilkan Jerawat, Faktanya kacang mengandung vitamin E yang malah sangat baik untuk kesehatan kulit kamu

1. Proses Persiapan Penanaman Kacang Tanah

Setelah menyiapkan benih, selanjutnya adalah proses penanaman kacang tanah. Tanah yang harus dipersiapkan sebagai media tanam adalah tanah yang benar-benar gembur.

Baca Juga : Cara Budidaya Semangka

Bagi yang memanfaatkan lahan, silahkan membuat bedengan lalu menggemburkannya menggunakan cangkul maupun alat bajak. Ukuran bedengan yang dianjurkan yakni setinggi 20 sampai 30 cm, dengan lebar 80 hingga 100 cm.

Saluran drainase juga sebaiknya diperhatikan, fungsinya supaya saat musim hujan lahan tidak tergenang oleh air.

Setelah membuat bedengan, silahkan taburkan kapur atau dolomit di atas tanah lalu dibiarkan sampai 5 hari.

Di hari selanjutnya, saatnya untuk diberi pupuk kandang. Caranya juga sama, yakni dengan mengaburkan di atas tanah.

Sementara bagi yang menggunakan polybag, tanah yang digunakan sebagai media tanam yang sudah digemburkan dengan cara di cangkul, cukup dicampurkan dengan pupuk kandang secara merata, baru kemudian dimasukkan ke dalam polybag.

Sebelum benih ditanam di tanah, benih harus direndam terlebih dulu. Perendaman ini berlaku bagi yang menanam di lahan dan di polybag. Untuk yang menanam di lahan, kacang tanah harus direndam di dalam pupuk organik cair GDM.

Takarannya yakni 1 liter pupuk GDM yang dicampur dengan 20 liter air hangat. Perendaman ini dilakukan selama sekitar 3 hingga 5 jam. Baru kemudian benih diambil, dan ditanam di bedengan yang sudah disiapkan pada kedalaman 3 cm.

Pastikan untuk membuat jarak antara lubang tanam, kira-kira sekitar 40 cm x 10 cm.

Sementara untuk benih yang akan ditanam di polybag, benih cukup direndam di air hangat selama beberapa menit. Kemudian persiapkan wadah, contohnya gelas air kemasan, lalu masukkan kapas yang sebelumnya direndam dalam air hangat, dan taruh benih di atas kapas tersebut.

Silahkan tempatkan wadah tersebut pada tempat teduh yang terkena sinar matahari, misalnya di kerangka jendela rumah. Tunggu selama beberapa hari sampai kecambahnya muncul.

2. Proses Penanaman Kacang Tanah

Setelah benih kacang tanah itu sudah mengeluarkan kecambah, saatnya untuk ditanam di polybag. Supaya tanahnya lebih gembur, sebelum benih ditanam, ada baiknya ditambahkan fosfat dengan takaran 2 sendok tiap polybag. Menanamnya pun harus pada kedalaman 3 cm.

Baru kemudian tempatkan polybag pada lokasi yang terkena sinar matahari, namun pada bagian atasnya harus ada atap yang melindungi dari intensitas hujan yang berlebihan. Seperti di pekarangan rumah.

3. Proses Perawatan Tanaman Kacang Tanah

Usai benih ditanam, saatnya untuk melakukan perawatan sampai tanaman kacang tanah siap dipanen. Masa panennya itu sendiri kisaran umur 90 hingga 105 hari, bergantung dari musim yang berlangsung selama masa tanam hingga panen.

Baca Juga : Cara Budidaya Lengkeng

Hingga masa panen tiba, sebaiknya pembudidaya benar-benar melakukan perawatan yang tepat supaya hasil yang didapat juga maksimal.

Yakni dengan menyiramnya secara rutin pagi dan sore. Menyiramnya juga tidak boleh terlalu banyak atau terlalu sedikit, karena kondisi tanah yang terlalu lembab atau kering dapat berpengaruh terhadap kualitas tanaman kacang tanah.

Namun sebaiknya hindari penyiraman ketika tanaman sudah mulai berbunga, karena hal ini bisa saja mengganggu proses penyerbukan bunga. Khusus bagi yang menanam di lahan, sebaiknya hindari menyiram terlalu berlebihan saat musim penghujan.

4. Proses Panen Tanaman Kacang Tanah

Saat tanaman kacang tanah sudah memasuki usia 90 hari sampai 105 hari, maka tanaman sudah bisa dipanen.

Tanaman yang siap panen dapat dilihat dari fisiknya, di antaranya memiliki daun yang mulai menguning bahkan sampai berguguran, kemudian pada batangnya terasa mengeras saat dipegang, dan saat kacang tanah diambil secara acak dan bagian polongnya terasa keras saat dipegang dan sudah berisi penuh, maka itu artinya tanaman kacang tanah siap dipanen.

Baca Juga : Cara Budidaya Pepaya California

Panennya pun harus dilakukan secara bersamaan. Caranya adalah dengan dicabut sampai akar-akarnya, lalu petik kacang dan tampung di dalam wadah yang sudah disiapkan.

Jika benih kacang tanah yang digunakan adalah benih unggul, biasanya memasuki usia 90 hari atau 3 bulan sudah siap untuk dipanen.

Sedangkan apabila benihnya ternyata memiliki kualitas kurang bagus, biasanya membutuhkan waktu sampai 5 bulan sejak masa tanam.

Kacang Tanah Cocok Juga buat kamu yang sedang menguruskan badan, faktanya Kacang tanah bisa dijadikan sebagai penunda lapar karena efeknya yang mengenyangkan perut dalam waktu cukup lama.

Hal yang Perlu Diperhatikan Terkait Pupuk dan Gulma


Jika menemukan tanaman kacang tanah yang pertumbuhannya tidak normal atau bahkan tidak tumbuh, sebaiknya segera cabut lalu ganti dengan benih lainnya. Biasanya ini mulai terlihat setelah usia tanamnya sudah lebih dari 7 hari.

Selain penyiraman, pembudidaya juga harus melakukan pemupukan dan penyiangan secara rutin.

Pemupukan pada tanaman kacang tanah di polybag sebenarnya tidak perlu, karena dengan sendirinya tanaman akan mengambil Nitrogen yang berasal dari udara.

Sedangkan untuk yang menanam di lahan, bisa dengan menggunakan pupuk organik cair GDM. Pemberian pupuk cair ini setiap seminggu sekali, dengan cara disemprotkan pada bagian bawah daun pagi dan sore dengan takaran 2 gelas.

Sama seperti penyiraman, ada baiknya pemberian pupuk dihentikan selama proses penyerbukan. Supaya tidak mengganggu jalannya proses penyerbukan.

Penyiangan juga perlu dilakukan. Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman kacang panjang harus segera dicabut sampai ke akar-akarnya.

Karena jika dibiarkan maka gulma dapat mencuri semua nutrisi yang dibutuhkan tanaman kacang tanah. Akan lebih baik lagi jika gulma dibersihkan sebelum pemberian pupuk.

Budidaya kacang tanah memang membutuhkan perawatan yang intensif, terlebih pada kondisi tanahnya yang digunakan sebagai media tanam. Tanah harus selalu dalam kondisi gembur dan tidak boleh terlalu lembab atau kering.

Sehingga jika budidaya dilakukan pada musim hujan, sebaiknya tanaman kacang tanah dilindungi dengan atap supaya tidak tersiram air hujan dengan intensitas berlebihan.

Itulah informasi mengenai proses budidaya kacang tanah yang bisa dicoba dirumah. Kacang tanah bukan merupakan tanaman  yang sulit untuk diperhatikan.

Hanya saja, memang membutuhkan perawatan yang intensif agar bisa berhasil. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi para pembaca semua ya!

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube Penulis.

TrikMerawat Extraordinary Man!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *