Tanaman Pangan Cara Merawat Tanaman

Budidaya Bawang Merah : Berikut Teknik Pembibitan Sampai Panen

Budidaya Bawang Merah
Written by Josua Rifandy

Salah satu jenis tanaman yang sering menjadi primadona budidaya adalah bawang merah. Alasannya karena banyak sekali permintaan kebutuhan akan tanaman yang selalu menjadi kunci dari berbagai masakkan ini.

Budidaya bawang merah bukan merupakan hal yang sulit, hanya saja tetap diperlukan teknik budidaya yang tepat agar hasil yang diperoleh juga maksimal.

Teknik Budidaya Bawang Merah dari Pembibitan sampai Masa Panen


Bawang merah lebih cocok ditanam di dataran rendah, dengan suhu udara yang relatif panas kisaran 25 hingga 32o Celcius. Meski tidak menutup kemungkinan bahwa bawang merah bisa juga dibudidayakan di dataran tinggi.

Tanaman bawang merah memerlukan pancaran cahaya matahari langsung selama 12 jam atau lebih per harinya. Serta juga perlu memperhatikan pH tanah kisaran angka 5,6 sampai 7.

1. Tahapan Persiapan Lahan Budidaya

Tahapan pertama yang harus dilakukan dalam budidaya bawang merah adalah menentukan lokasi serta melakukan persiapan lahan. Lokasi untuk lahan bawang merah haruslah lokasi yang bisa dijangkau sinar matahari tanpa gangguan pohon-pohon tinggi.

Seperti di areal persawahan. Karena seperti yang disinggung sebelumnya, tanaman bawang merah membutuhkan pancaran sinar matahari langsung secara penuh.

Baca Juga : Cara Budidaya Kacang Tanah

Setelah mendapatkan lokasi lahan yang pas, saatnya melakukan persiapan lahan. Lahan yang baik sebagai tempat budidaya bawang merah adalah lahan yang memiliki kelembaban tanah sebesar 60 sampai 70%.

Keasamannya harus di kisaran pH 5,6 sampai 7. Namun, bagaimana jika tanahnya kering?

Jika tanah yang digunakan sebagai media tanamnya ternyata kering, pembudidaya dapat melakukan penggemburan terlebih dahulu.

Caranya adalah dengan membersihkan lahan dari sampah, rumput liar, batuan, dan sebagainya, baru setelah itu menaburkan pupuk organik secara merata, dosisnya bisa menyesuaikan dengan ukuran lahan.

Sebagai patokannya, 1 hektar lahan memerlukan dosis pupuk organik sebanyak 1 ton. Jika sudah, kemudian tanah dicangkul hingga pupuk yang sudah ditaburkan tadi tercampur dengan tanah. Setelah itu biarkan selama 1 minggu.

Proses mempersiapkan lahan masih belum selesai. Karena lahan harus dibentuk bedengan dengan permukaan rata yang memiliki ukuran lebar 1 meter dan tinggi 30 cm dari permukaan tanah.

Kemudian tiap bedengan dibuat jarak untuk saluran air dengan lebar kurang lebih 50 cm, serta kedalamannya hingga 40 cm. Setelah itu silahkan mengukur kadar keasaman tanah.

Cara mengukur keasaman tanah adalah dengan mengambil sampel sekepal tanah diambil dari lima titik berbeda yaitu empat dari sudut dan satu dari tengah, lalu dicampurkan bersama dalam suatu wadah, aduk bersama air bersih, tunggu 30 menit sampai mengendap, kemudian ukur dengan kertas lakmus.

Jika kadar pH ternyata lebih rendah dari 5,6, maka perlu diberi bubuk dolomite. Yakni dengan ditaburkan di atas bedengan yang sudah dibuat, lalu dibiarkan selama 1 minggu. Baru kemudian lahan sudah bisa ditanami.

Tahukah kamu? Bahwa Bawang Merah mempunya banyak manfaat seperti mencegah kanker, cegah masuk angin dan flu, Mengobati jerawat, serta menurunkan kolesterol dan tekanan darah

2. Proses Penanaman Bibit Bawang Merah

Bibit bawang merah sendiri bisa didapatkan di toko pertanian, selain kualitasnya lebih unggul, membeli bibit di toko pertanian juga praktis.

Pilihlah bibit bawang merah yang unggul, dengan ciri-ciri berupa beratnya kisaran 3 sampai 4 gram, bentuknya terlihat bagus dan proporsional alias tanpa cacat maupun keropos.

Bibit kemudian ditanam pada bedengan yang sudah disiram terlebih dahulu dengan air. Caranya adalah dengan membuat lubang sedalam 5 cm. Beri jarak antara lubang satu dengan lubang di kanan kirinya sekitar 15 cm pada musim kemarau atau 20 cm saat musim hujan.

Baru kemudian bibit ditanam pada lubang yang telah dipersiapkan dengan cara umbinya dibenamkan sebagian ke dalam tanah. Masing-masing lubang diisi 1 bibit bawang merah.

Baca Juga : Cara Merawat Tanaman Seledri

Supaya bibit bawang merah lebih kuat terhadap penyakit, sebaiknya bibit direndam terlebih dahulu di dalam campuran 1 tutup larutan NASA per 1 liter air bersih. Ada baiknya juga menaburkan GLIO. Rendaman itu dibiarkan selama 2 hari, baru setelah itu bibit ditanam.

3. Proses Perawatan Tanaman Bawang Merah

Usai melakukan proses penanaman, saatnya untuk menjalankan proses perawatan. Yaitu dengan penyiraman rutin serta pemberian pupuk lanjutan.

Penyiraman tanaman bawang merah perlu diperhatikan dengan baik. Yang mana dalam 10 hari pertama sejak bibit ditanam, penyiraman perlu dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari, yakni di pagi dan sore hari. Lewat usia 10 hari, penyiraman cukup dilakukan 1 kali saja sehari.

Pemupukan lanjutan juga harus diberikan pada waktu yang tepat. Yakni dimulai pada usia 2 minggu sejak bibit ditanam. Tujuannya adalah supaya unsur hara pada media tanam tetap terjaga.

Pupuk yang digunakan untuk pemupukan lanjutan merupakan campuran dari pupuk Urea dosis 93 kg, KCl 112 kg dan ZA 200 kg yang kemudian dicampur rata untuk ukuran lahan 1 hektar.

Pemupukan lanjutan yang kedua dapat diberikan saat tanaman bawang merah sudah memasuki minggu kelima sejak bibit ditanam, dan dosis campurannya lebih sedikit yakni Urea 47 kg, ZA 100 kg dan KCl 56 kg untuk 1 hektar lahan.

4. Proses Panen Bawang Merah

Tanaman bawang merah sudah bisa dipanen saat memasuki usia 70 hari alias 3 bulan sejak bibit ditanam. Atau bisa juga dilihat dari daun-daunnya yang 70% rebah ke tanah, maupun dengan pemeriksaan langsung yakni diambil acak untuk dilihat bawang merahnya.

Proses panen dilakukan dengan cara mencabut tanaman bawang merah, kemudian daun bawangnya diikat, setelah itu dikeringkan di bawah paparan sinar matahari langsung sampai kadar kandungan airnya 80%. Penjemuran sebaiknya dilakukan selama 1 sampai 2 minggu.

Biasanya hasil panen per hektar lahan normalnya sebanyak 5 sampai 12 ton, tapi hal itu juga disesuaikan dengan iklim, cuaca, serta kondisi lahannya.

Penyerangan hama dan penyakit juga mempengaruhi hasil panen tanaman bawang merah.

Harga normal bawang merah dipasaran berkisar antara Rp. 20.000 – Rp.25.000 per kg namun harga bisa mencapai Rp. 35.000 – Rp. 40.000 per kg saat musim kemarau

Hal yang Perlu Diperhatikan Terkait Hama dan Gulma Pada Bawang Merah


Penyiangan gulma serta pengendalian hama juga perlu diperhatikan. Penyiangan gulma perlu dilakukan dengan rutin, supaya gulma tidak menyerang semakin banyak yang kemudian berdampak terhadap berkurangnya nutrisi yang diterima tanaman bawang merah.

Bisa juga dilakukan sekaligus saat melakukan pemupukan susulan.

Hama dan penyakit bisa saja datang menyerang tanaman bawang merah. Yang paling sering terjadi adalah hama ulat serta penyakit layu.

Penyerangan oleh hama ulat bisa dilihat di bagian daun tanaman bawang merah, yakni ditandai dengan adanya bercak putih dan jika dilihat sangat dekat maka akan tanpa semacam gigitan ulat.

Terdapat tiga cara untuk memusnahkannya, yang pertama yakni dengan cara manual, yaitu mengambil ulat sampai telur-telurnya kemudian dimusnahkan.

Baca Juga : Cara Budidaya Sayur Bayam

Cara kedua adalah dengan menggunakan feromon sex perangkap sebanyak kurang lebih 40 buah tiap hektarnya. Jika ternyata hama ulat ini semakin parah, maka diperlukan penyemprotan menggunakan insektisida yang mengandung bahan aktif klorpirifos.

Sedangkan penanganan untuk penyakit layu sendiri adalah dengan mencabut tanaman yang mati kemudian dibakar.

Setelahnya untuk mencegah tanaman yang lain mengalami penyakit yang sama, maka perlu dilakukan penyemprotan menggunakan fungisida.

Itulah cara budidaya bawang merah dari mulai persiapan lahan hingga proses panen yang bisa dilakukan.

Budidaya ini bisa menjadi salah satu pilihan bisnis yang menggiurkan karena permintaan bawang merah akan selalu tinggi untuk berbagai kebutuhan. Semoga informasi ini bisa bermanfaat ya!

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube Penulis.

About the author

Josua Rifandy

Saya adalah seorang Entrepreneur Muda yang sedang aktif di dunia bisnis digital. Dalam menjalankan kehidupan saya memiliki Prinsip untuk Tidak Berhenti Belajar, Tidak Berhenti Bermimpi, dan Tidak Menyerah di Tengah Jalan. So tunggu apalagi, Ayo Raih Mimpi Mu.

1 Comment

Leave a Comment