Cara Merawat Tanaman Tanaman Pangan

Cara Menanam Bayam yang Benar Serta Perawatan dan Pemeliharaannya

Cara Menanam Bayam
Written by Josua Rifandy

Bayam memang sudah dikenal sebagai sayuran yang memiliki kandungan zat besi tinggi. Biasanya bayam diolah menjadi sayur bayam, gado-gado, nasi pecel bahkan dapat dibuat sebagai keripik.

Sehingga tidak heran apabila bayam sangat mudah ditemukan karena peminatnya juga banyak, terlebih harga per satu ikatnya juga sangat terjangkau.

Selain itu, cara menanam bayam pun tidak sulit dan bisa dilakukan siapa saja bahkan pemula sekalipun. Jika lahan yang tersedia terbatas, bayam dapat juga ditanam di polybag.

Tempat terbaik untuk menanam bayam adalah di dataran tinggi. Meski begitu, bayam tidak boleh ditempatkan pada tempat yang berangin kencang, karena angin yang kencang dapat merobohkan batang bayam saat bayam sudah semakin tinggi.

Bayam juga perlu mendapat pancaran sinar matahari yang cukup yang itu artinya bayam tidak bisa ditanam bersandingan dengan tanaman lain yang memiliki batang lebih tinggi.

Dengan segala karakteristik bayam itu, bukan berarti bayam tidak bisa ditanam di daerah dataran rendah atau tengah kota. Bayam dapat ditanam di rumah, termasuk dengan menggunakan polybag.

Cara Menanam Bayam Bagi Pemula


Bagi para pemula, sebaiknya memulai bercocok tanam bayam dari skala paling kecil dahulu, yakni dengan menggunakan polybag.

Baca Juga : Cara Merawat Tanaman Kacang Panjang

Ukuran polybag untuk penanaman benih bayam adalah yang berukuran kecil, tapi sebaiknya persiapkan pula polybag ukuran sedang untuk digunakan nanti setelah bayam sudah tumbuh.

Alat dan bahan yang harus dipersiapkan untuk menanam bayam di polybag antara lain sebagai berikut:

  1. Polybag, jumlahnya menyesuaikan dengan kebutuhan
  2. Tanah dengan kadar pH 6 sampai 7 sebagai media tanam
  3. Pupuk kandang
  4. Sekop tanah
  5. Sarung tangan
  6. Air bersih
  7. Benih bayam

1. Tahap Persiapan Menanam Bayam

Tahap pertama adalah dengan menyiapkan benih bayam yang akan ditanam. Benih bayam bisa didapatkan dengan mudah di toko pertanian, harganya terjangkau dan kualitasnya pun tidak perlu diragukan lagi.

Silahkan dipilih ingin membeli benih jenis bayam merah, bayam hijau, bayam cabut, atau bayam petik. Tapi untuk pemula dengan skala kecil, sebaiknya menggunakan benih bayam cabut atau bayam petik.

Setelah benih sudah siap, saatnya menyiapkan tanah sebagai media tanam. Tanah yang baik digunakan sebagai media menanam benih bayam adalah yang memiliki pH 6 sampai 7, alias netral.

Untuk mengecek pH tanah, selain menggunakan alat khusus berupa pH meter tanah yang harganya bisa mencapai 300 ribu, juga bisa dilakukan dengan cara tradisional. Yakni dengan menggunakan indikator kunyit, kubis merah maupun kertas lakmus.

Indikator kunyit dan kubis merah memang indikator yang murah, tapi kurang efektif untuk mengetahui angka tingkat pH-nya. Jadi disarankan untuk menggunakan kertas lakmus pH tanah. Harganya terjangkau dan bisa dibeli baik offline maupun online.

Cara mengetahui pH tanah adalah dengan mengambil tanah segenggam tangan, lalu masukkan ke dalam wadah seperti gelas atau mangkuk, kemudian campurkan dengan air bersih dan aduk sampai rata.

Jangan dulu langsung memasukkan kertas lakmus, sebaiknya tunggu sampai tanah sudah mengendap dan terpisah dengan air, kurang lebih sekitar 15 sampai 30 menit. Kalau sudah, baru celupkan kertas lakmus ke dalam air, pastikan kertas lakmus tersebut tidak menyentuh tanah.

Biarkan selama 1 menit, setelah itu angkat. Perhatikan warna yang berubah pada kertas lakmus tersebut dan bandingkan dengan warna range pH yang biasanya tertera di bungkus kertas lakmus. 

Tahukah Kamu? Bahwa Berdasarkan Departemen Pertanian Amerika Serikat, satu porsi bayam rebus (180 gr) mengandung 6,43 miligram zat besi

2. Proses Menanam Benih Bayam

Setelah pH tanahnya sudah sesuai, silahkan campurkan tanah dengan pupuk kompos secara merata dengan cara diremas, perbandingannya harus 1:1 supaya tanah benar-benar gembur.

Lalu isikan ke dalam polybag. Pastikan media tanamnya tidak sampai membuat polybag penuh, karena nantinya akan dilapisi lagi dengan tanah setelah benih ditaburkan.

Kemudian silahkan siram dulu tanah di polybag, bisa menggunakan air saja atau akan lebih baik jika menggunakan larutan EM4 juga. Baru setelah itu benih ditaburkan. Satu polybag  bisa menampung 2 sampai 3 benih.

Lalu beri lapisan berupa tanah yang sudah dicampur dengan pupuk di atas benih, setidaknya sampai ketebalan 2 cm.

3. Proses Perawatan Bayam Pasca Tanam

Setelah benih sudah ditanam, polybag sebaiknya ditaruh di tempat yang mudah terkena sinar matahari. Namun seperti yang sudah disinggung sebelumnya, pastikan juga lokasinya tidak berada di tempat dengan potensi angin kencang.

Semisal di pekarangan rumah yang bagian atasnya tertutupi atap tapi masih bisa terjangkau sinar matahari. Jadi tanaman masih mendapat asupan sinar matahari yang cukup, tapi juga lebih terlindungi dari potensi hujan deras dan angin kencang.

Merawat tanaman bayam sendiri cukup dengan menyiramnya secara rutin pagi dan sore hari, namun pastikan airnya cukup alias tidak terlalu sedikit atau terlalu banyak. Jangan lupa setiap seminggu sekali, sebaiknya tanaman juga diberi pupuk supaya tanah tetap gembur.

Pemberian pupuk akan lebih baik jika menggunakan pupuk alami, baik pupuk kandang atau pupuk kompos. Jika tidak ada, bisa juga menggunakan pupuk kimia. Cara pemberian pupuk cukup dengan menyebarkannya di atas tanah, kemudian disiram dengan air supaya meresap ke dalam.

Baca Juga : Cara Merawat Tanaman Seledri

Setelah benih bayam sudah tumbuh, segera pindahkan tanaman pada polybag yang lebih besar. Pemindahan tanaman bayam harus dilakukan dengan hati-hati, supaya akarnya tidak rusak. Caranya hampir sama dengan proses penyemaian benih.

Di mana tanah yang digunakan sebagai media tanam harus dicampur dengan pupuk terlebih dahulu. Kemudian saat tanaman bayam dipindahkan, pastikan bagian akarnya tertanam di dalam tanah.

4. Menghilangkan Gulma atau Hama

Apabila muncul gulma atau tanaman yang tidak diinginkan di polybag, maka gulma itu harus segera dicabut dan disemprot dengan pestisida supaya gulma maupun hama tidak muncul pada tanaman bayam.

Karena jika gulma dibiarkan begitu saja sampai memenuhi polybag, maka besar kemungkinan hama dan penyakit akan menyerang tanaman. Pemberian pestisida pun harus diperhatikan.

Sebaiknya memang menggunakan pestisida nabati atau organik, tapi bisa juga dengan menggunakan pestisida kimia berdasarkan dosis yang sesuai dengan yang dianjurkan.

Tahukah Kamu? Pernyataan yang menyatakan bahwa jika memanaskan bayam sebanyak dua kali akan menyebabkan bayam akan beracun itu SALAH, faktanya memanaskan bayam sebanyak dua kali mengakibatkan kurangnya nutrisi yang ada pada bayam tersebut

5. Tahapan Panen Tanaman Bayam

Untuk bayam cabut, sudah dapat mulai dipanen saat memasuki usia 20 sampai 25 hari. Atau bisa dilihat dari tinggi batangnya sudah 20 cm dari permukaan tanah.

Cara memanen bayam cabut adalah dengan dicabut hingga ke akar-akarnya. Kemudian akar tersebut dibersihkan, baru bisa dikonsumsi.

Sedangkan untuk bayam petik, sudah dapat dipanen saat memasuki usia 30 sampai 40, proses petik dilakukan dalam rentang waktu seminggu sekali.

Baca Juga : Cara Merawat Tanaman Cabe

Tidak seperti bayam cabut yang dipanen dengan cara dicabut hingga akar, memanen bayam petik cukup dengan memetik daunnya setiap seminggu sekali. Sehingga lebih efisien bagi yang menanam sayuran bayam di rumah. Sementara jika yang ditanam adalah jenis bayam merah, bisa dilihat dari ukuran batangnya yang sudah setinggi 20 hingga 30 cm.

Cara panennya bisa dengan dipetik daunnya, atau juga mencabutnya sampai akar.

Nah, itulah informasi seputar cara menanam bayam yang menjadi sayur primadona karena berbagai manfaat yang dikandungnya. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi para pembaca semua, dan jangan lupa konsumsi sayur bayam ya!

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube Penulis.

About the author

Josua Rifandy

Saya adalah seorang Entrepreneur Muda yang sedang aktif di dunia bisnis digital. Dalam menjalankan kehidupan saya memiliki Prinsip untuk Tidak Berhenti Belajar, Tidak Berhenti Bermimpi, dan Tidak Menyerah di Tengah Jalan. So tunggu apalagi, Ayo Raih Mimpi Mu.

Leave a Comment