Cara Merawat Tanaman Tanaman Hias

Langkah Budidaya Bunga Marigold dengan Panen Singkat

Budidaya Bunga Marigold
Written by Josua Rifandy

Bunga Marigold (Tagetes erecta L.) memiliki ciri khas di mana warna bunganya kuning cerah maupun oranye dengan bentuknya yang gemuk hingga terlihat seperti bola.

Tidak hanya cantik dipandang sehingga menjadi tanaman hias, tapi juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Karena itulah, banyak orang yang ingin mencoba budidaya bunga marigold ini supaya dapat menanamnya di rumah.

Kelopak bunga marigold yang diseduh menjadi teh dapat berkhasiat untuk mengatasi keracunan, mengobati masalah pada pencernaan, sakit tenggorokan, demam, serta meringankan nyeri saat menstruasi dan menopause.

Selain itu, bunga marigold juga dapat dimanfaatkan untuk dijadikan essential oil, dapat menjadi tanaman untuk mencegah hama, mengusir nyamuk, termasuk pewarna alami makanan. Sehingga banyak yang tertarik melakukan budidaya bunga marigold karena permintaan pasar yang juga tidak sedikit.

Langkah Budidaya Bunga Marigold


Bunga marigold dapat dibudidayakan di lahan kebun maupun di pot. Untuk syarat tumbuhnya sendiri, menyesuaikan dengan varietasnya. Setidaknya ada 3 varietas bunga marigold yang paling diminati di pasaran, di antaranya Molek Kuning, Rona, dan Cassanova.

Bunga Marigold Molek Kuning memiliki warna bunga kuning cerah dengan jumlah kuntumnya sekitar 200 per tanaman, berdiameter sekitar 6,8 hingga 8,6 cm. Batang tanaman tumbuh tinggi, tegak serta terdapat gerigi di tepi daunnya. Tinggi Molek Kuning dapat mencapai antara 60 hingga 90 cm.

Varietas Molek Kuning dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 300-800 m di atas permukaan laut. Masa panennya dapat dimulai saat sudah memasuki usia 39 sampai 50 HST.

Varietas Rona memiliki ciri yang hampir sama dengan Molek Kuning, yang membedakan adalah warna bunganya. Varietas Rona memiliki warna bunga orange dengan jumlah sebanyak 160 sampai 260 kuntum per tanaman, berdiameter 6,8 hingga 8,6 cm.

Sangat baik dibudidayakan pada daerah di ketinggian 600 sampai 800 mdpl. Tinggi batangnya bisa mencapai ketinggian 65 sampai 125 cm. Dan masa panennya baru bisa dimulai saat memasuki usia 44 sampai 50 HST.

Sedangkan varietas Casanova memiliki warna bunga keemasan, batangnya pendek yakni setinggi 38 hingga 82 cm dan bagian tepi daunnya rata. Varietas ini hanya bisa tumbuh dengan baik pada ketinggian kurang lebih 800 mdpl.

Cassanova baru bisa dipanen saat memasuki usia 44 sampai 54 hari dengan jumlah bunganya mencapai 164 hingga 205 kuntum tiap tanaman.

Tahukah Kamu? Bahwa Tanaman Marigold mengandung zat yang bermanfaat seperti karetonoid, translutein, dan karoten

1. Mempersiapkan Lahan Tempat Menanam Bunga Marigold

Ada baiknya pembudidaya untuk memilih varietas bunga marigold yang akan dibudidaya. Perhatikan syarat tumbuhnya, apabila daerah tempat budidaya sudah sesuai dengan varietas bunga marigold yang akan dibudidayakan, saatnya untuk langsung mengolah lahan.

Sudah pasti yang pertama adalah dengan melakukan penggemburan. Penggemburan tanah dimaksudkan supaya tanaman dapat tumbuh dengan baik, sehingga budidaya akan berhasil hingga panen.

Baca Juga : Cara Merawat Tanaman Krisan

Penggemburan dapat menggunakan cangkul maupun mesin, sesuaikan saja dengan budget dan luas lahan yang dimiliki.

Setelah lahan selesai digemburkan, saatnya untuk membuat bedengan. Tiap bedengan memiliki ukuran yang sama. Lebarnya 100 sampai 110 cm, tingginya 30 sampai 40 cm, dan beri jarak tiap bedengan sepanjang 60 hingga 80 cm. Untuk panjang bedengannya sendiri silahkan disesuaikan dengan ketersediaan lahan.

Lahan yang sudah dibuat bedengan, kemudian diukur pH nya. Kalau ternyata terlalu asam, atau masih di bawah 5,8, silahkan beri kapur pertanian atau dolomit.

Dosis dolomit menyesuaikan dengan pH tanah. Dolomit ditaburkan di atas permukaan bedengan, lalu dicampur rata menggunakan cangkul.

Selanjutnya lahan diberi pupuk kandang, usahakan untuk menghindari pupuk dari kotoran unggas terutama saat menanam musim hujan. Banyaknya pemberian pupuk adalah sebanyak 20 ton per hektar di sepanjang larik tengah bedengan.

Dan jika berkenan, sebaiknya tanah juga diberi insektisida berbahan aktif Karbofuran untuk per hektarnya sebanyak 20 kg.

Berikutnya tanah ditutup, diratakan menggunakan kayu, baru setelah itu dilakukan pemasangan mulsa hitam perak. Pemasangan mulsa dilakukan pada siang hari dengan warna perak di bagian atas.

Pengolahan lahan membutuhkan waktu, begitu pula dengan persiapan bibitnya. Setidaknya lahan perlu dibiarkan selama 3 minggu sebelum ditanami, dan supaya tidak membuang waktu, silahkan langsung melakukan persiapan bibit usai lahan diolah.

2. Penyemaian Benih Bunga Marigold

Benih bunga marigold perlu disemai terlebih dahulu sebelum ditanam di lahan. Pilihlah benih dengan kualitas unggul baik secara pertumbuhannya maupun daya tahan terhadap hama.

Kemudian siapkan wadah semai beserta media semainya. Wadah semai yang paling baik adalah dengan tray semai, yang kemudian diisi dengan campuran tanah halus dan pupuk organik sebanyak 2:1.

3. Proses Menanam Bunga Marigold Diatas Media Tanam

Benih kemudian disemaikan di atas media, dengan masing-masing lubang semai sebanyak 1 benih. Cara menanam benihnya adalah dengan menempatkan posisi sayap benih di atas, lalu tutup dengan media tanam.

Benih perlu disiram secara rutin menggunakan air PAM atau air hujan sampai benihnya tumbuh. Di hari ke-16 hingga ke-18, bibit sudah siap untuk dipindah ke bedengan.

Mulsa bedengan sebaiknya dilubangi dulu dengan jarak tanam dan jarak antar barisnya sejauh 50 – 60 cm. Pemindahan sebaiknya dilakukan pada saat sore hari ketika matahari tidak terlalu terik.

Pindahkan satu persatu bibit bunga marigold pada tiap lubang. Kemudian siram secukupnya, pastikan tanah jangan sampai kering atau tergenang.

4. Perawatan Bunga Marigold

Penyiraman berikutnya dilakukan rutin setiap 2 atau 4 atau 6 hari sekali, tergantung pada cuaca dan kondisi tanah. Yang jelas jangan sampai menunggu tanahnya menjadi kering dulu baru disiram.

Memasuki usia 17-20 HST, silahkan pasang tajir. Terutama bagi yang menanam varietas Molek Kuning dan Rona, yang memiliki batang tinggi.

Baca Juga : Cara Budidaya Bunga Wijaya Kusuma

Tujuan pemasangan ajir ini untuk menopang batang bunga agar tetap tegak meskipun terkena hembusan angin yang kuat. Pastikan ajir dipasang tidak terlalu berdekatan dengan pangkal tanaman, supaya perakaran tanaman tidak terganggu.

5. Penyulaman Bunga Marigold

Selanjutnya perlu dilakukan penyulaman pada tanaman yang gagal tumbuh maupun mati sejak dipindah ke lahan. Penyulaman sebaiknya dilakukan di saat usia tanaman maksimal 7 hari setelah tanam.

Yakni dengan mencabut yang mati atau gagal tumbuh dengan bibit yang baru. Penyulaman ada baiknya dilakukan saat sore hari supaya bibit baru sekalian disiram.

6. Pemberian Pupuk Susulan dan Pengecekan Tanaman Secara Berkala

Yang tak kalah penting adalah pemupukan susulan. Pemupukan mulai dilakukan 10 hari setelah tanam, dengan dosis 10 gram per tanaman menggunakan pupuk NPK. Pemupukan berikutnya dilakukan 24 hari setelah tanam, sama menggunakan pupuk NPK, tapi dosisnya ditambah menjadi 15 gram per tanaman.

Dan berikutnya dilakukan di hari ke-38 setelah tanam, menggunakan pupuk NPK dengan dosis 20 gram per tanaman. Cara pemberian pupuknya adalah dengan sistem kocor.

Untuk menghindari kerugian, sebaiknya pembudidaya perlu melakukan pengecekan kalau-kalau ada hama dan penyakit yang menyerang tanaman. Hama dan penyakit harus segera dikendalikan sedari awal baik itu dengan cara manual maupun dengan bantuan bahan kimia.

Tahukah Kamu? bahwa terdapat banyak manfaat bunga Marigold seperti mengeluarkan racun dalam tubuh, melawan radikal bebas, mengobati masalah pencernaan, melembabkan kulit, mengobatai masalah menstruasi pada wanita dan lain-lain.

7. Panen Bunga Marigold

Jika tidak ada gangguan berarti, bunga marigold sudah dapat dipanen saat memasuki usia 39 atau 44 hari tergantung dari varietasnya. Pemanenan dilakukan pada sore menjelang petang dengan cara dipotong tangkai bunganya menggunakan gunting tajam.

Baca Juga : Cara Menanam Bunga Rosemary

Umumnya dalam 1 kali siklus budidaya, akan menghasilkan sebanyak 25-26 ton bunga marigold segar per hektarnya.

Itulah informasi seputar budidaya bunga marigold. Semoga informasi ini bisa bermanfaat terutama bagi para pembaca yang ingin mencoba budidaya tanaman ini ya!

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

About the author

Josua Rifandy

Saya adalah seorang Entrepreneur Muda yang sedang aktif di dunia bisnis digital. Dalam menjalankan kehidupan saya memiliki Prinsip untuk Tidak Berhenti Belajar, Tidak Berhenti Bermimpi, dan Tidak Menyerah di Tengah Jalan. So tunggu apalagi, Ayo Raih Mimpi Mu.

1 Comment

Leave a Comment