TrikMerawat Extraordinary Man!

9 Cara Termudah Budidaya Bunga Wijaya Kusuma

4 min read

Bunga Wijaya Kusuma

Bunga Wijaya Kusuma merupakan bunga asli Indonesia, tepatnya berasal dari wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Tanaman ini diketahui masih berkerabat dengan keluarga kaktus. Bunga yang juga biasa disebut wiku ini hidup di iklim tropis hingga iklim sedang.

Nama wijaya kusuma sendiri diambil dari bahasa Jawa Kuno. Kata Wijaya memiliki arti kemenangan dan kata kusuma berarti bunga. Ciri khas tanaman ini adalah waktu mekarnya bunga yang terjadi pada malam hari.

Merekahnya kelopak bunga juga hanya bertahan selama satu malam saja. Itulah mengapa bunga wijaya kusuma disebut sebagai ratu semalam.

Ciri Fisik Bunga Wijaya Kusuma


Bunga dari tanaman wijaya kusuma memiliki warna putih gading. Ukurannya tergolong cukup besar, memiliki diameter sekitar 10 cm. Susunan kelopak dari ratu semalam ini terlihat bertumpuk.

Seperti yang sudah kita ketahui, bunga ini hanya mekar di malam hari dan tidak bertahan lama.

Baca Juga : Mengenal Tentang Bunga Baby Breath

Tanaman wiku juga menghasilkan buah, berwarna merah dan bentuknya bulat. Terdapat biji di dalamnya yang memiliki warna hitam. Untuk melakukan pengembangbiakkan bunga wijaya kusuma, kita bisa menggunakan biji ini.

Daun yang dimiliki oleh tanaman bunga wiku sangat khas seperti tanaman kaktus lainnya. Bertekstur keras, berwarna hijau, serta memiliki lekukan-lekukan kecil di bagian ujungnya.

Lekukan ini biasanya menjadi tempat bunga dan juga tunas untuk tumbuh. Bentuk daunnya pipih serta tidak memiliki duri. Panjang daunnya bisa mencapai 15 cm.

Batang tanaman bunga wiku berbentuk silinder. Bagian ini juga diperkuat dengan helaian daun yang sudah mati dan mengeras. Tinggi tanaman wijaya kusuma bisa mencapai 3 meter.

Tahukah Kamu? Bahwa bunga Wijayakusuma dipercaya memiliki hubungan erat dengan raja-raja Majapahit di masa silam

Cara Budidaya Bunga Wijaya Kusuma


Karena keindahan bunganya, banyak orang yang berminat untuk melakukan budidaya tanaman bunga wiku ini. Tidak terlalu sulit untuk melakukan pembudidayaan tanaman bunga seperti wijaya kusuma.

Namun diperlukan pengetahuan dan juga teknik khusus untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Terdapat dua cara pembudidayaan bunga wijaya kusuma yang bisa kita praktikkan yaitu dengan pembibitan biasa dan stek daun. Kedua metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Mari kita bahas budidaya wijaya kusuma dengan metode biasa secara lebih lengkap.

1. Memilih Bibit

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah memilih bibit yang akan kita gunakan untuk dikembangkan. Bibit wijaya kusuma yang berkualitas baik bisa kita lihat dari ciri-ciri fisiknya.

Perhatikan postur atau bentuk, jika terlihat bagus dan proporsional, bibir tersebut layak untuk memasuki proses berikutnya.

Selain dari postur, bibit wijaya kusuma yang bagus juga terlihat dari rimbun atau tidaknya tanaman kecil tersebut. Jika tanaman terlihat rimbun, maka dapat dikatakan baik.

Setelah mengetahui ciri bibit yang baik dan layak untuk dibudidayakan, kita harus memisahkan bagian tanaman yang akan dijadikan bibit dari bagian utama atau akarnya.

Pisahkan dengan hati-hati agar tidak merusak kualitas bibit yang sudah kita pilah.

2. Menyediakan Media untuk Menanam

Langkah selanjutnya dari pembudidayaan bunga wijaya kusuma adalah menyediakan media untuk menumbuhkan bibit. Kita tentu sudah mengetahui bahwa tanaman wijaya kusuma tumbuh dengan media tanam berupa tanah.

Namun, tanah yang digunakan tidak boleh sembarangan, terdapat campuran bahan lain dengan takaran tertentu.

Untuk menghasilkan tanaman wijaya kusuma yang tumbuh dan berkembang dengan baik, media tanam yang dibutuhkan terdiri dari campuran tanah, pasir, humus, dan pupuk organik.

Adapun perbandingan dari masing-masing bahan yaitu 3:2:1:1 (tanah : pasir : humus : pupuk organik). Seluruh bahan ini dicampurkan secara merata hingga siap untuk dijadikan sebagai media tanam.

Baca Juga : Mengenal Tentang Bunga Puring

Selain media tanam di atas, ada pula pilihan bahan lain yang juga bisa menjadi media untuk menanam wijaya kusuma.

Campuran batang paku tiang, lumut sphagnum, dan pasir bisa menjadi alternatif untuk membudidayakan wijaya kusuma di dalam pot.

Untuk memastikan bahan-bahan yang dicampur menjadi media tanam menyatu dengan lebih sempurna, sebaiknya diamkan selama sehari.

Jika tidak memungkinkan, kita bisa langsung menggunakan media tanam secara langsung setelah mencampurkan bahan.

3. Menanam Bibit Wijaya Kusuma pada Media Tanam

Kita sudah menyiapkan bibit dan juga media tanam, kini kita masuk ke cara menanam tanaman wijaya kusuma yang baik dan benar. Caranya tidak terlalu sulit karena wiku sendiri berasal dari keluarga kaktus.

Buatlah sedikit lubang yang akan digunakan untuk menancapkan bibit bunga wiku di dalam media tanam. Lubang yang dibuat kira-kira memiliki kedalaman 5 cm.

Taruhlah bibit yang sudah disiapkan tadi dengan hati-hati ke tempat yang sudah disiapkan. Tutup kembali lubang kecil dengan menggunakan tanah. Pastikan bibit bunga wijaya kusuma ini menancap dengan kedalaman 5 cm pada tanah yang menjadi media tanam.

Setelah itu, lakukan penyiraman pertama pada bibit. Jangan terlalu banyak memberikan air pada bibit karena tanaman dari keluarga kaktus ini tidak terlalu menyukai air.

Tahukah Kamu? Bunga ini memiliki waktu Mekarnya loh. Bunga ini mulai mekar pada jam 21.30 WIB dan puncaknya bunga ini mekar pada jam 01.43 WIB. Setelah itu bunga ini akan layu

4. Teknik Perawatan

Hal yang harus diperhatikan dalam merawat wijaya kusuma adalah kadar air yang terkandung dalam media tanam.

Meskipun bunga wiku berasal dari jenis kaktus, bukan berarti tidak membutuhkan air. Air tetap dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Baca Juga : Cara Budidaya Bunga Krotok

Namun, wijaya kusuma juga tidak bisa tumbuh dengan baik apabila media tanam mengandung terlalu banyak air.

Bibit wijaya kusuma bisa mengalami pembusukan akibat kelebihan kadar air. Jika sudah busuk, artinya tanaman mati.

5. Teknik Penyiraman

Kita sudah mengetahui bahwa wijaya kusuma sangat tahan terhadap cuaca kering dan panas karena berasal dari rumpun kaktus. Oleh sebab itu, kita tidak perlu terlalu sering menyiram tanaman ini.

Waktu yang disarankan untuk melakukan penyiraman adalah satu kali dalam seminggu. Siramkan air secukupnya saja dan jangan berlebihan.

Pada musim kemarau, cuaca menjadi lebih panas dan kering daripada musim penghujan.

Kita bisa memberikan penyiraman yang lebih banyak pada bunga wijaya kusuma. Hal ini bertujuan agar pertumbuhan bibit tidak terganggu karena kekurangan asupan air.

6. Pemberian Pupuk

Fungsi dari pupuk untuk tanaman adalah memberikan zat hara atau zat gizi yang mendukung pertumbuhan. Dalam membudidayakan wijaya kusuma, kita sebaiknya menggunakan pupuk organik.

Baca Juga : Cara Menanam Rumput Jepang

Terdapat pilihan pupuk lainnya seperti NPK daun, dan pupuk khusus bunga langsung pakai.

Pemberian pupuk bisa dilakukan secara rutin setiap dua bulan sekali.

7. Menyiangi Tanaman

Setiap kita melakukan budidaya tanaman apapun, melakukan penyiangan menjadi hal yang wajib dilakukan. Menyiangi tanaman berguna untuk mengurangi potensi munculnya hama yang menganggu.

Seminggu sekali kita sebaiknya mencabuti gulma yang mengganggu di sekitar media tanam wijaya kusuma.

8. Gunakan Pestisida

Selain gulma, musuh tanaman lainnya adalah hama. Hama merupakan hewan pengganggu. Untuk menanggulangi hama, kita disarankan untuk menggunakan pestisida. Terutama untuk hama berupa serangga.

Pastikan kita menggunakan takaran pestisida yang tepat.

9. Penggantian Pot

Khusus untuk pembudidayaan bunga wijaya kusuma menggunakan media pot, penggantian perlu dilakukan secara berkala.

Tanaman semakin bertambah besar setiap harinya, sehingga kita perlu melakukan penggantian pot setiap 6 bulan sekali agar pertumbuhan bunga wiku maksimal.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube Penulis.

TrikMerawat Extraordinary Man!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *