Cara Merawat Hewan Ayam

Panduan Memilih Alat Penetas Telur Terbaru 2020 untuk Pemula

Alat Penetas Telur
Written by Josua Rifandy

Alat penetas telur merupakan salah satu mesin buatan manusia yang bertujuan untuk memudahkan para peternak unggas untuk menetaskan telur-telur dari unggas yang diternakkan. Dengan semakin berkembangnya teknologi, alat penetas telur kini sudah ada yang cara kerjanya full otomatis.

Cara Memilih Alat Penetas Telur Terbaik dan Terbaru untuk Pemula


Sebelum membeli alat penetas telur, ada baiknya untuk menguasai cara kerjanya dulu dan memilih alat penetas dengan segala pertimbangan. Pertimbangan tersebut di antaranya dari segi harga, kualitas dan kebutuhan.

Adapun panduan cara memilih alat penetas telur terbaik dan terbaru bagi pemula adalah seperti berikut ini:

1. Memperhatikan Track Record Penjual

Yang pertama yang harus diperhatikan adalah toko atau penjualnya. Pastikan peternak membelinya langsung ke toko yang menjual alat penetas telur, atau pada penjual yang terpercaya. Jika bingung memilih, silahkan minta rekomendasi dari peternak unggas lainnya.

Baca Juga : Cara Merawat Ayam Broiller

Dengan membeli langsung ke tokonya, peternak bisa sekalian bertanya-tanya pada penjual. Sedangkan jika membelinya secara online, usahakan untuk memilih penjual yang sudah terverifikasi dan mendapat banyak review positif dari para pembeli.

2. Memilih Produk Sesuai Kebutuhan

Kemudian pilihlah produk alat tetas sesuai kebutuhan. Membutuhkan alat tetas yang manual, semi otomatis atau yang full otomatis? Silahkan dipilih berdasarkan kebutuhan. Alat tetas manual sifatnya manual, jadi peternak perlu membolak-balik telur secara manual sebanyak 3 kali dalam sehari hingga telur berusia 16 hari.

Untuk alat tetas semi otomatis, terdapat handle yang berfungsi untuk membolak balik telur dengan cara diputar. Sedangkan alat tetas otomatis, peternak tidak perlu membolak balik sendiri maupun dengan diputar manual, tapi mesin sendiri yang akan melakukannya.

3. Perhatikan Kualitas Mesin

Setelah itu perhatikan kualitas mesinnya. Mesin harus teruji kualitasnya dan yang pasti bahan pembuatan mesinnya juga berkualitas baik. Sehingga mesin tidak akan cepat rusak dan dapat menjadi investasi untuk jangka panjang. Sebaiknya mesin yang dipilih juga memiliki buku panduan pemakaian, supaya pengguna pemula dapat memahami lebih rinci dengan sendirinya.

4. Melakukan Cek Harga dan Spesifikasi

Kemudian cek harga dan spesifikasinya. Ada harga, ada kualitas. Wajar apabila alat tetas otomatis dengan spesifikasi yang lengkap akan memiliki harga yang jauh lebih mahal dari yang berjenis semi otomatis maupun manual.

Pilihlah produk yang harganya sesuai budget. Kalau budgetnya memang tidak banyak, tidak perlu memaksa untuk membeli yang harganya fantastis. Cukup disesuaikan dengan kebutuhan, tapi kualitasnya terjamin.

Sebagai perbandingan, boleh saja untuk membandingkan antara harga produk di toko A dengan harga produk di toko B. Tapi tentunya jangan lupa untuk melihat kualitas, dan spesifikasinya. Silahkan dipilih mana yang terbaik menurut diri sendiri.

5. Perhatikan Review atau Testimoni Pelanggan

Langkah terakhir untuk memilih alat penetas telur terbaik adalah dengan memperhatikan testimoni atau review dari pengguna. Pengguna yang telah membeli penetas telur, biasanya akan menuliskan pengalaman mereka dalam menggunakan alat tersebut.

Dan inilah yang bisa menjadi referensi untuk membuat penilaian apakah alat tersebut berkualitas baik atau tidak.

Cara Menggunakan Alat Penetas Telur


1. Cara Menggunakan Alat Penetas Telur Manual

Ketersediaan alat penetas telur tidak serta merta berarti telur akan berhasil ditetaskan. Tentunya keberhasilan menetasnya telur juga dipengaruhi oleh pemahaman pengguna dalam menggunakan mesin tersebut.

Terutama alat penetas telur manual, yang cara kerjanya dilakukan secara manual oleh pengguna/peternak unggas sendiri. Selain alat tetas telur manual, diperlukan juga termometer, semprotan air, serta penerangan darurat seperti lilin atau lampu minyak tanah.

Baca Juga : Cara Budidaya Bebek Petelur

Pertama-tama mesin dinyalakan, lalu atur suhu ruangan pada kisaran 37 sampai 39 derajat C. Kemudian silahkan isi bak pada mesin tetas telur dengan air bersih, cukup sampai ¾ bagian.

Setelah itu telur unggas yang akan ditetaskan (sebaiknya bukan telur konsentrat) dimasukkan ke dalam rak. Telur yang dipilih sebaiknya telur dengan bentuk dan ukuran normal, diposisikan dengan bagian tumpul di atas.

Membalik telur sebaiknya dimulai pada hari keempat hingga hari ke-18, sebanyak 3 kali. Pada 3 hari pertama telur dibiarkan, jangan sekalipun diubah posisinya. Kemudian di hari ke-6, silahkan lakukan peneropongan dengan tujuan untuk melihat adanya calon anak ayam dalam telur.

Kalau ada, bentuknya seperti laba-laba saat diteropong. Sedangkan yang bentuknya hanya titik, sebaiknya dipisahkan saja karena itu tandanya embrio sudah mati.

Pada hari ke-6 juga, lakukan penyemprotan pada telur. Alat semprotnya sebaiknya yang pengaturan lembut, tujuan penyemprotan ini supaya anak ayam bisa memecahkan cangkang telur dengan lebih mudah.

Hari ke-19 sampai hari ke-21, telur sebaiknya jangan dibolak balik lagi. Karena di hari ke-21 telur sudah mulai retak dan menetas.

2. Cara Menggunakan Alat Penetas Telur Semi Otomatis

Untuk menggunakan alat tetas semi manual, persiapannya sama dengan menggunakan alat manual. Yakni dengan mengisi bak air menggunakan air hangat, yang kemudian ditutup menggunakan kain bersih hingga kainnya terendam. Setelah itu mengatur suhu udara stabil, yakni sekitar 38 derajat C.

Di hari pertama, mesin dinyalakan, lalu telur-telur dimasukkan dengan bagian tumpul di atas, dengan sudut 40 derajat. Sebaiknya dilakukan saat pagi hari, lalu lubang ventilasi udaranya ditutup.

Di hari berikutnya jangan sekalipun membuka pintu alat penetas. Telur juga jangan dipindah posisinya. Baru di hari ke-3, lakukan pemutaran telur sebanyak 3 kali dalam sehari, yakni pada pukul 7 pagi, 12 siang dan 7 malam.

Hari ke-4 dan 5, setelah telur dibalik, silahkan buka ½ lubang ventilasi selama 15 menit untuk mendinginkan telur.

Hari ke-6, telur didinginkan dan dibalik sambil membuka ¾ ventilasi. Pada hari ke-7, ventilasi dibuka seluruhnya, seraya membuang telur yang bagian dalamnya terlihat jernih atau kosong.

Hari ke 8 sampai 13 dan hari ke 15 sampai 17, telur dibalik dan didinginkan. Sedangkan di hari ke-14, dilakukan pemilihan telur. Telur yang bibitnya sudah mati ditandai dengan adanya lingkaran darah/cairan. Sedangkan yang hidup tampak dari adanya titik dengan cabang. Singkirkan saja telur yang bibitnya mati.

Hari ke-18 telur tetap di balik, namun pintu mesin jangan dibuka. Hari ke-19, telur sudah mulai retak. Sebaiknya beri kain basah yang sudah diperas dengan cara digantung, supaya kelembapan udaranya bertambah.

Baca Juga : Cara Merawat Ayam Petelur

Hari ke 20, telur mulai menetas, sebaiknya kaca pengintai ditutup dengan kain atau kertas hitam. Di hari ke 21, telur sudah menetas seluruhnya. Silahkan keluarkan kain serta baik air dari mesin. Di hari ke 22, anak ayam sudah bisa dipindahkan ke peti indukan buatan.

3. Cara Menggunakan Alat Penetas Telur Otomatis

Cara menggunakan alat tetas telur otomatis, jauh lebih mudah dari manual maupun semi otomatis. Pengguna perlu memasang komponen-komponen alatnya terlebih dahulu, diantaranya penyangga, handle pintu, melakukan pengecekan pada semua tombol apakah berfungsi baik, mengecek thermostat, serta memasang bak air di bawah rak telur yang sudah diisi air ¾ bak.

Setelah alat tetas siap digunakan, silahkan masukkan telur yang akan ditetaskan ke rak telur, sekaligus termometer. Kemudian atur suhunya antara 37-40 derajat C pada thermostat.

Pintu mesin ditutup rapat, lalu nyalakan mesin dengan klik On pada Power dan Turning, dan pilih 3 jam. Mesin akan membolak balik telur dengan sendirinya alias otomatis.

Itulah informasi seputar alat penetas telur mulai dari cara memilihnya hingga cara menggunakannya. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi para pembaca ya!

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

About the author

Josua Rifandy

Saya adalah seorang Entrepreneur Muda yang sedang aktif di dunia bisnis digital. Dalam menjalankan kehidupan saya memiliki Prinsip untuk Tidak Berhenti Belajar, Tidak Berhenti Bermimpi, dan Tidak Menyerah di Tengah Jalan. So tunggu apalagi, Ayo Raih Mimpi Mu.

Leave a Comment