Cara Merawat Tanaman Tanaman Hias

Kunci Sukses Cara Merawat Bunga Krisan yang Terbukti Berbunga Lebat

cara merawat bunga krisan
Written by Josua Rifandy

Bunga krisan atau yang juga sering disebut bunga seruni, adalah salah satu tanaman hias yang paling banyak ditanam baik sebagai bunga petik maupun hiasan pekarangan rumah.

Bunga yang tergabung dalam genus Chrysanthemum ini sebenarnya memiliki banyak jenis. Bisa dibedakan dari warna dan bentuknya. Cara merawat bunga krisan juga terbilang mudah, namun memang terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan supaya bunga menjadi lebat.

Sekilas Tentang Bunga Krisan


Jenis bunga Krisan yang paling mudah mencuri perhatian adalah Krisan Pompom. Bentuk bunganya bulat seperti bola, umumnya berwarna putih, kuning cerah dan ungu. Sangat cantik jika dijadikan tanaman hias yang ditempatkan di pot pekarangan rumah.

Jenis bunga Krisan yang lain juga tak kalah menariknya sebagai bunga hias adalah Chrysanthemum maximum, dikatakan maximum karena memiliki tangkai yang panjang, bahkan bisa sampai 1 meter.

Kelopaknya berwarna putih dengan bagian tengahnya berwarna kuning cerah. Krisan jenis ini paling banyak ditanam sebagai tanaman hias maupun sebagai bunga petik.

Adapun Chrysanthemum segetum, yang warna kelopaknya kuning dengan bagian tengah bunga berwarna kuning agak gelap.

Baca Juga : Cara Budidaya Bunga Kusuma Wijaya

Bunga krisan jenis ini akan muncul di usia 3 bulan sejak disemaikan, tingginya bisa mencapai 50 cm, dan jika bijinya disimpan selama bertahun-tahun, maka tidak akan mengurangi kualitas tumbuh tanamannya.

Yang tak kalah menarik adalah Chrysanthemum carinatum, merupakan jenis bunga krisan yang memiliki kelopak yang terdiri dari 2 sampai 3 warna. Dikenal pula sebagai krisan pelangi.

Adapun Chrysanthemum inodorum, yang warna kelopaknya putih lebat dengan bagian tengahnya berwarna kuning. Sekilas bunga Krisan jenis ini terlihat seperti payung putih.

Bunga krisan sendiri dibedakan dalam 2 tipe berdasarkan jumlah tiap satu tangkainya. Untuk bunga krisan dengan 1 tangkai hanya terdapat 1 kuntum bunga berukuran besar, disebut tipe standar.

Sedangkan untuk bunga krisan dengan 1 tangkai yang terdiri dari banyak kuntum bunga ukuran kecil, disebut sebagai tipe spray. Biasanya tipe spray paling banyak diminati sebagai tanaman hias di pekarangan atau di rumah dan ditanam di pot. Sementara tipe standar sangat diandalkan sebagai bunga potong.

Tidak hanya warnanya yang cantik, aroma bunga krisan ini juga menjadi salah satu daya tariknya di kalangan pecinta bunga. Selain sebagai tanaman hias, juga dapat dijadikan campuran teh dengan segudang khasiat, diantaranya relaksasi, menyegarkan tenggorokan, menjaga kesehatan mata, menyerap racun di dalam tubuh, memulihkan kesehatan, bahkan memperindah bentuk tubuh.

Adapun manfaatnya sebagai bunga potong yang paling diminati kedua setelah bunga mawar. Warna dan jumlah bunga krisan rupanya memiliki makna yang dapat menjadi perantara ungkapan perasaan pemberinya.

Makna dari warna bunga krisan itu antara lain:

  1. Krisan warna kuning: bermakna keceriaan, optimisme, dan kegembiraan selayaknya makna warna kuning. Bisa juga bermakna cinta yang dipertanyakan, atau cinta bertepuk sebelah tangan.
  2. Krisan warna putih: bermakna kesetiaan dan kejujuran
  3. Krisan warna merah: cocok digunakan sebagai perantara untuk mengungkapkan perasaan terhadap lawan jenis
  4. Krisan warna ungu: memiliki makna yaitu semangat yang kuat untuk hidup sehat

Tahukah Kamu? Jika ditanam di dalam ruangan, bunga ini dapat menghilangkan toksin di udara. Hal ini telah dibuktikan oleh sebuah penelitian NASA, saat lembaga antarika Amerika tersebut meneliti masalah polusi udara.

Cara Merawat Bunga Krisan


1. Memperhatikan Media Tanam Bunga

Perawatan bunga krisan tentunya harus didukung dengan cara menanam yang tepat. Terutama adalah media tanamnya. Perawatan krisan yang ditanam di pot tentunya berbeda dari krisan potong yang ditanam di lahan kebun.

Bunga krisan yang ditanam di pot sebaiknya adalah bunga krisan mini, karena jika yang ditanam adalah jenis bunga krisan besar, biasanya tumbuhnya tidak akan sebesar umumnya dan usianya juga lebih pendek.

Baca Juga : Cara Budidaya Bunga Krokot

Untuk krisan pot, media tanamnya harus dipastikan benar-benar gembur. Idealnya harus berupa campuran antara tanah gambut, arang sekam dan serat kelapa dengan perbandingan 1:4:1.

Sehingga krisan akan tumbuh dengan baik. Untuk potnya sendiri bisa dipilih ukuran sedang hingga ukuran besar. Tapi sebaiknya ditanam atau dipindah ke pot yang besar, supaya bunganya berkembang lebih banyak.

2. Pilih Lokasi yang Tepat

Kemudian pot harus ditempatkan di lokasi dengan penyinaran penuh, idealnya berdurasi 3 hingga 4 jam. Meski begitu, jika bunga krisan secara terus menerus dan mendapat sinar matahari yang berlebihan, apalagi di daerah yang panas, maka bunga akan cepat layu.

Solusinya, dengan menempatkan pot di lokasi teduh tapi masih terjangkau sinar matahari selama 3 sampai 4 jam. Atau bisa juga dengan memberi atap berupa paranet supaya krisan juga terlindungi dari hujan deras.

3. Merawat Bunga Krisan

Perawatan yang sudah pasti harus dilakukan adalah penyiraman. Tanaman krisan juga membutuhkan kelembaban tanah yang ideal sehingga penyiraman perlu dilakukan secara rutin. Teknik menyiramnya pun tidak boleh sembarangan.

Menyiram tanaman krisan, justru harus menghindari bunga dan daunnya dari air. Mengapa? Karena bunga bisa membusuk akibat tumbuhnya bakteri dan jamur. Sehingga cara terbaik menyiram tanaman krisan adalah dengan menyiram bagian batang dan tanahnya saja.

Menyiramnya juga secukupnya, dan hindari air menggenangi pot bunga. Sebaiknya penyiraman cukup dilakukan di pagi hari.

Yang tak kalah pentingnya adalah pemupukan. Supaya bunga krisan tidak menjadi layu dan berbunga lebat, maka perlu dilakukan pemupukan secara rutin. Pupuk yang digunakan sebisa mungkin adalah pupuk organik, supaya media tanamnya terbebas dari kandungan bahan kimia.

Pupuk yang digunakan juga sebaiknya pupuk serbaguna, tujuannya agar pertumbuhan tanaman bunga krisan bisa berjalan dengan optimal. Pemupukan pertama kali dilakukan saat tanaman sudah memasuki usia sebulan sejak ditanam. Pemupukan selanjutnya dilakukan setiap 2 minggu sekali.

4. Teknik untuk Melebatkan Bunga Krisan

Adapun teknik supaya krisan berbunga lebat adalah dengan menggunakan teknik pinching dan disbudding. Teknik pinching bertujuan untuk merangsang pertumbuhan bunga yang lebih banyak dari daun.

Caranya adalah dengan membuang atau memotong bagian kuncup bunga krisan yang baru tumbuh beserta sebagian tangkai daun pada masa awal penanaman. Pemotongannya sebaiknya dilakukan dengan menggunakan gunting tanaman.

Baca Juga : Cara Budidaya Bunga Indigofera

Sebaiknya dilakukan saat pertengahan musim kemarau dan cukup dilakukan 1 kali setiap minggu. Adapun disbudding yang bertujuan untuk menghilangkan bunga yang tidak diinginkan supaya nantinya mendapat bentuk bunga yang sempurna sesuai keinginan.

Tahukah Kamu? Daun dan bunga krisan dapat dikonsumsi. Daunnya banyak dijadikan menu rebusan sebagai hidangan sayur pada menu masakan China, yang sangat berguna bagi pencernaan.

5. Perawatan Bunga agar Terbebas dari Hama dan Gulma

Yang tak kalah pentingnya juga adalah pembersihan dari gulma dan hama. Menanam di pot juga dapat ditumbuhi gulma.

Gulma-gulma itu kalau dibiarkan maka akan membuat pertumbuhan krisan menjadi terhambat, akibat nutrisi yang seharusnya untuk krisan malah dicuri oleh tanaman yang tidak diinginkan ini. Penyiangan harus segera dilakukan saat gulma terlihat mulai tumbuh di dalam pot krisan.

Begitu pula dengan hama. Biasanya hama yang menyerang bunga krisan adalah ulat tanah, tungau merah, alat untuk menarik daun serta trimps. Pembersihan hama ulat tanah dapat dilakukan secara manual, yaitu mengambil dan mengumpulkannya baru setelah itu dibakar supaya mati.

Untuk hama seperti tungau merah, bisa dibasmi dengan penyemprotan insektisida. Pastikan dosisnya tidak berlebihan supaya tidak berimbas buruk terhadap pertumbuhan tanaman krisan.

Itulah informasi mengenai bunga krisan yang indah dan cara merawat bunga krisan untuk pemula agar berbunga lebat. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi para pembaca yang ingin membudidayakan tanaman yang indah ini ya!

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

About the author

Josua Rifandy

Saya adalah seorang Entrepreneur Muda yang sedang aktif di dunia bisnis digital. Dalam menjalankan kehidupan saya memiliki Prinsip untuk Tidak Berhenti Belajar, Tidak Berhenti Bermimpi, dan Tidak Menyerah di Tengah Jalan. So tunggu apalagi, Ayo Raih Mimpi Mu.

2 Comments

Leave a Comment