Cara Merawat Benda

Mitos dan Cara Merawat Baterai Li Ion dengan Tepat

Mitos dan Cara Merawat Baterai Li Ion dengan Tepat Trikmerawat.com
Written by Nur Atinal

Dibanding dengan teknologi baterai tradisional, baterai lithium atau baterai li ion (lithium-ion) atau lithium-ion battery (LIB) mampu mengisi daya lebih cepat dan bertahan lebih lama. Selain itu, baterai li ion juga memiliki kepadatan daya lebih tinggi untuk kekuatan baterai lebih lama yang dikemas lebih ringan. Tak hanya itu saja, LIB juga bekerja jauh lebih baik dibanding baterai tradisional. Namun tetap saja, namanya juga baterai, Anda perlu mengetahui cara merawat baterai li ion dengan baik dan benar agar tidak mudah drop.

Mitos Cara Merawat Baterai Li Ion

Sebelum Anda mengetahui bagaimana cara merawat baterai li ion dengan baik dan benar, Anda perlu tahu seputar mitos atau spekulasi tentang cara merawat baterai lithium. Catat beberapa mitos ini!

1. Men-charge Baterai di Atas 100% Menambah Kapasitas Baterai

Mungkin Anda pernah lupa melepas smartphone yang sedang di-charge padahal sudah full 100%. Atau mungkin dulu Anda pernah menerima anjuran mengisi daya handphone delapan jam untuk perangkat baru. Dengan tujuan agar baterai bisa lebih awet pemakaiannya dan tidak mudah drop.

Ini adalah mitos yang paling tidak masuk akal. Entah dari mana spekulasi ini muncul, karena faktanya, mengisi data baterai yang sudah penuh justru semakin mengurangi umur baterai Anda.

2. Menunggu Daya Baterai Benar-benar Habis sebelum Men-charge

Mitos ini bisa dimaklumi karena dapat ditelusuri asal-usulnya, yakni berasal dari baterai berbahan metal seperti nickel cadmium atau nickel-metal hydride. Yang mana bisa lupa dengan berapa kapasitas baterai jika arus tidak dimanfaatkan secara maksimal. Namun saat ini hampir semua perangkat menggunakan baterai li ion yang justru akan mempercepat penurunan kapasitas jika sering dikuras atau digunakan.

3. Gunakan Adaptor Original dari Manufaktur Perangkat yang Sama agar tidak Merusak Baterai

Mitos ketiga dari cara merawat baterai li ion ini tidak sepenuhnya salah. Hanya saja bahasa yang digunakan termasuk bahasa pemasaran yang tujuannya ingin mendatangkan keuntungan dari hasil penjualan perangkat.

Poin utama yang perlu diperhatikan adalah bukan merek dari charger melainkan besarnya tegangan dan arus yang dihasilkan. Akan tetapi, saat ini sudah tidak sedikit lagi merek charger di pasaran yang memiliki kualitas bagus. Bahkan bisa saja lebih bagus dari charger bawaan perangkat. Lagi pula sekarang perangkat juga sudah dilengkapi dengan chipset yang mampu mengatur arus masuk ke baterai.

4. Terdapat Aplikasi yang Mampu Memperpanjang Usia Pemakaian Baterai

Mungkin Anda juga pernah mendengar sejumlah aplikasi yang menawarkan keunggulan bisa memperpanjang usia pemakaian baterai, atau membuat daya baterai lebih awet. Padahal awet tidaknya baterai tergantung pemakaian.

Yang ada itu aplikasi untuk memonitor suhu dan arus keluar masuk baterai. Jika Anda menutup aplikasi yang ada di ‘recent apps’ juga percuma, karena aplikasi ini tersimpan di RAM yang tidak seberapa membutuhkan daya baterai. Justru jika Anda membuka aplikasi secara otomatis, maka prosesor sebagai komponen yang paling haus daya akan bekerja memindahkan ribuan baris kode dari storage internal ke RAM.

Mitos dan Cara Merawat Baterai Li Ion dengan Tepat Trikmerawat.com
(Sumber: Www.safetyandhealthmagazine.com)

Mitos cara merawat baterai yang keempat ini berhubungan dengan faktor-faktor yang dapat memperpendek umur baterai, di antaranya:

  • Panas. Sel lithium paling sensitif terhadap panas dibanding dengan jenis baterai lainnya. Berdasarkan penelitian dari Battery University, penggunaan baterai dengan suhu maksimal sekitar 25 derajat celcius akan mempertahankan 80% dari kapasitasnya. Hal ini terjadi setelah pemakaian 1 tahun dan di-charge dengan siklus penuh (0-100%). Namun kapasitas ini akan lebih besar lagi jika kita bisa mempertahankan suhu di bawah 25 derajat celcius. Hanya saja akan sangat sulit karena tinggal di negara tropis.
  • Ion yang bergerak. Proses pengisian dan penggunaan daya baterai memerlukan perpindahan ion yang membuat sel baterai menjadi aus. Itulah sebabnya, kita hanya bisa mencegah proses penuaan baterai namun hanya bisa memperlambat saja.

10 Tips Cara Merawat Baterai Li Ion

Nah, setelah Anda mengetahui mitos-mitos tentang baterai li ion, kini saatnya kita kupas bagaimana sih cara merawat baterai li ion dengan baik dan benar? Simak selengkapnya di ulasan berikut:

1. Jangan Men-charge Terlalu Lama atau Semalam Penuh

Cara merawat baterai li ion yang pertama ini mungkin sering Anda lewatkan. Mengisi daya baterai li ion terlalu lama bahkan lebih dari 100% atau semalam penuh membuat baterai menjadi cepat drop dan soak karena panas. Hal ini membuat baterai cepat rusak dan mengalami penurunan kapasitas. Untuk itu, gunakan timer sebagai pengingat untuk mencabut charger sebelum kelewat penuh.

2.  Perhatikan Keterangan yang Ada di Charger

Keterangan ini tertera pada alat pengisi ulang baterai, yakni keterangan lamanya waktu pengisian baterai dari 0% hingga 100% pada baterai dengan kapasitas tertentu, yang umumnya dinyatakan dalam mAh (mili ampere hour). Perhatikan waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ulang baterai dari 0% sampai 100%. Biasanya berkisar kurang dari 10 jam atau selama 10 jam.

3. Jangan Gunakan atau Matikan Perangkat Saat Dicas

Memang sangat susah untuk tidak menggunakan smartphone saat kondisi masih dicas. Karena perangkat ini sering kita butuhkan, apalagi saat bekerja. Hal ini tentu tidak baik karena perangkat dalam keadaan panas dan sel lithium sensitif terhadap panas. Sehingga membuat laptop maupun smartphone Anda mudah soak.

Jadi, jika baterai ingin awet dan tidak cepat drop, jangan gunakan perangkat saat sedang dicas. Bila perlu dimatikan saja. Atau jika kondisinya terpaksa, hindari menjalankan software atau aplikasi yang bisa menimbulkan panas berlebih.

4. Aktifkan Mode Penghemat Daya

Saat ini, hampir semua perangkat memiliki mode penghemat daya. Mode ini bisa Anda aktifkan saat menyalakan perangkat ketika masih dicas. Hal ini membuat arus yang masuk lebih cepat, sehingga mampu mengisi baterai dalam waktu singkat dan tidak menimbulkan panas berlebih dalam jangka waktu yang lama. Atau Anda bisa mengaktifkan mode penghemat daya saat kondisi tertentu jika Anda ingin umur baterai lebih panjang dengan aktivitas perangkat yang cukup berat.

Baca Juga: Biar Gak Kembung, Yuk Kenali Cara Merawat Baterai Hp Paling Efektif

5. Men-charge Sebentar Saja

Mitos dan Cara Merawat Baterai Li Ion dengan Tepat Trikmerawat.com
(Sumber: Api.time.com)

Cara merawat baterai li ion yang kelima adalah dengan men-charge sebentar saja atau tidak dalam satu siklus penuh (0-100%). Cara ini untuk mencegah agar baterai li ion tidak cepat aus. Selain itu, menurut penelitian dari Battery University mengungkapkan bahwa semakin sedikit tambahan persentase yang dinaikkan setiap kali mengisi daya baterai, maka semakin awet baterai Anda.

Partial charge yang efektif ini bisa Anda lakukan antara 30-70%. Jadi, mulai mengisi saat daya di baterai 30% dan mencabutnya di 70%. Dalam rentang ini, kita hanya butuh mengisi daya sekali setiap hari. Tentunya dengan penggunaan yang wajar.

Perlu Anda ketahui, level terbaik baterai ini ada di 40% hingga 50%. Karena tegangannya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Pada level ini, baterai juga bisa dicas atau digunakan tanpa takut kehabisan daya secara cepat.

6. Melepas Soft Case dan Hard Case saat Men-charge

Dengan melepas casing smartphone, akan membuat perangkat lebih mudah melepas panas. Hal ini juga bisa Anda lakukan dengan mendekatkan perangkat ke kipas angin yang menyala pada saat pengisian daya baterai.

7. Jangan Biarkan Baterai Kosong

Mitos dan Cara Merawat Baterai Li Ion dengan Tepat Trikmerawat.com
(Sumber: Asset-a.grid.id)

Cara merawat baterai li ion dengan baik dan benar adalah jangan membiarkan daya baterai sampai kosong. Membiarkannya hingga kosong (0%) ini jauh lebih buruk daripada membiarkan baterai dalam keadaan maksimum. Sebab, jika baterai sampai benar-benar habis, maka akan ada sel-sel yang rusak yang membuat baterai tidak bisa terisi lagi hingga penuh.

Baca Juga: Sobat Milenials Harus Tahu, Inilah Cara Merawat Baterai Hp Non Removable

8. Hindari Panas dan Dingin

Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, bahwa sel lithium sensitif akan panas. Jika Anda menyimpannya dalam suhu 60 derajat celcius selama kurun waktu satu tahun, maka baterai akan kehilangan kapasitas penyimpanannya hingga 80%.

Sementara untuk suhu standar yakni 25 derajat celcius, baterai hanya akan kehilangan kurang dari 20% dari kapasitasnya. Begitu halnya dengan suhu dingin yang mengenai baterai dalam jangka waktu yang lama membuat baterai kehilangan kapasitasnya bahkan sulit untuk diisi ulang.

9. Baterai Li Ion Memiliki Umur Tertentu

Jika Anda baru saja membeli baterai jenis ini, maka segera gunakan dan jangan sampai menyimpannya dalam jangka waktu yang lama. Sebab LIB hanya bisa digunakan dalam jangka waktu tertentu dan akan mulai kehabisan kapasitas penyimpanannya jika Anda tidak menggunakannya.

10. Simpan dengan Benar

Menyimpan gadget dengan benar adalah salah satu cara merawat baterai li ion tahan lama. Jika Anda ingin menyimpan baterai dalam waktu lama, sebaiknya dicas sampai 50% saja. Karena mengosongkan baterai beresiko tidak bisa dicas lagi. Dan membuat baterai full justru dapat memperpendek umur baterai karena daya yang tersimpan tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Nah itulah beberapa cara merawat baterai li ion yang perlu Anda ketahui. Selain untuk Android, tips di atas juga bisa diaplikasikan pada smartphone iOS, Windows Phone, dan baterai laptop. Dengan merawat baterai secara tepat, maka membuatnya lebih awet, tidak mudah aus, tidak mudah soak dan bocor.

Baca Juga: Petunjuk Lengkap Memilih, Menggunakan dan Cara Merawat Powerbank

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

About the author

Nur Atinal

A full time digital marketer. A freelance blogger, copywriter and content writer. Lifelong learner in developing skills and mindsets to be professional, disciplined, consistent, and full of integrity.

Leave a Comment