Cara Merawat Tubuh

Diabetes Bisa Sebabkan Stroke? Ini Jawabannya

diabetes stroke
Written by Josua Rifandy

Apakah Anda sering mendengar mengenai pasien penderita diabetes melitus yang akhirnya terkena stroke? Jangan berpikir bahwa kedua penyakit yang dialami penderita tersebut terjadi secara sendiri-sendiri. Nyatanya, kaitan antara penyakit diabetes dan stroke cukup erat.

Penyakit diabetes memang mudah memicu berbagai penyakit lain yang berhubungan dengan pembuluh darah. Karena itu, Anda mesti lebih berhati-hati apabila menderita penyakit diabetes. Ini karena Anda juga berisiko terkena stroke ataupun penyakit kardiovaskular.

Imbas kondisi naiknya kadar gula darah dalam tubuh inilah. Ini dapat berujung ke berbagai penyakit inilah yang akhirnya membuat diabetes menjadi sangat berbahaya.

Saat ini pun, diabetes telah menjadi salah satu sumber kematian tertinggi di dunia. Di sisi lain, jumlah penderita penyakit ini dari hari ke hari semakin banyak. Terdapat 425 juta pasien diabetes di seluruh dunia pada 2017. Untuk itu, anda dapat mendaftarkan diri ke asuransi kesehatan untuk menjamin pelayanan kesehatan untuk Anda dan Keluarga Anda, segera kunjungi situs resmi dari PFI Mega Life.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah pasien diabetes terbanyak, yaitu mencapai 10,3 juta pasien pada tahun yang sama. Jumlah pasien tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pengidap diabetes keenam terbesar di dunia.

Penyakit diabetes merupakan kondisi ketika kadar gula dalam darah seseorang sulit terkontrol akibat sel tubuh tidak sensitif lagi terhadap insulin. Umumnya kondisi ini terjadi karena adanya masalah produksi insulin di organ pankreas.

Penderita diabetes mungkin tidak segera sadar akan penyakitnya karena pada tahap-tahap awal, gejala spesifik terkait keluhan gula darah tinggi tidak terasa signifikan. Meski demikian, gejala-gejala klasik diabetes cenderung mudah diketahui.

Ketika diabetes mulai menyerang, Anda akan cenderung merasa mudah haus dan buang air kecil terus-menerus. Dalam banyak kasus, penderita diabetes pun kerap mengalami penurunan berat badan cukup signifikan tanpa sebab.

Baca Juga : Review Jafra: Jenis-Jenis Produk Jafra dan Cara Pakai Jafra

Hubungan Diabetes dan Stroke


Kondisi gula darah tinggi yang sulit terkontrol dinilai meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis lain, tidak terkecuali stroke. Bahkan, menurut data American Diabetes Association, penderita diabetes bisa 1,5 kali lebih rentan terkena stroke dibandingkan orang yang tidak memiliki riwayat gula darah tinggi.

Kondisi tersebut terjadi bukan tanpa sebab. Ini berawal dari kondisi diabetes yang menyebabkan pankreas tidak mampu memproduksi insulin secara normal sesuai kebutuhan tubuh. Akibatnya, seseorang bisa mengalami peningkatan kadar gula darah yang juga bisa berimbas buruk pada berbagai organ tubuh jika tidak terkontrol.

Hubungan diabetes dengan stroke sebenarnya sangar erat. Jika kadar gula darah terlalu tinggi, bisa terjadi penumpukan lemak di dinding pembuluh darah Anda. Tumpukan yang terus-menerus terjadi tak ayal menjadi sumbatan bagi aliran darah, oksigen, maupun nutrisi ke seluruh tubuh, tidak terkecuali ke bagian otak. Jika sel otak sudah kekurangan oksigen, stroke pun bisa dengan mudah terjadi.

Risiko Penyebab Stroke


Risiko terjadinya penyakit stroke pada penderita diabetes semakin meningkat jika penderita sudah berusia di atas 50 tahun. Selain itu, ada beberapa kondisi yang membuat penderita diabetes akan semakin rentan mengalami stroke. Berikut beberapa faktor risiko yang memudahkan penyakit diabetes berkomplikasi dengan stroke.

1. Penumpukan Lemak

Penumpukan lemak dalam darah yang menyumbat aliran darah, oksigen, dan nutrisi ke seluruh tubuh sebenarnya bisa diprediksi lewat kasat mata. Jika bagian pinggang Anda mengalami penumpukan lemak, artinya pembuluh darah semakin sempit. Kondisi ini sangat rentan menghalangi aliran darah dan oksigen ke otak sehingga berujung pada kondisi stroke.

2. Tekanan Darah Tinggi

Berhati-hatilah apabila Anda menderita diabetes melitus sekaligus memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Penderita diabetes yang diikuti kondisi hipertensi lebih rentan mengalami stroke. Ini karena tekanan darah tinggi membuat pembuluh darah otak mengeras.

Kondisi ini bisa memperparah aliran darah dan oksigen yang sudah terganggu akibat adanya sumbatan lemak dalam pembuluh darah. Dalam jangka panjang, pengerasan dan sumbatan akibat lemak tersebut bisa membuat otak benar-benar kekurangan oksigen hingga pembuluh darah pecah. Kondisi ini sangat membahaya karena bisa terjadi tiba-tiba dan mudah mengancam jiwa penderitanya.

3. Penyakit Jantung

Jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung sekaligus diabetes, kemungkinan terkena stroke bisa berlipat ganda. Ini karena jantung merupakan mesin utama sirkulasi darah dalam tubuh. Gangguan jantung akan berakibat pada tidak mampu mengalirnya darah dan oksigen secara optimal, termasuk ke otak. Kondisi ini bisa diperparah dengan pembuluh darah yang tersumbat lemak akibat kadar gula darah tinggi. Alhasil, pasokan oksigen dan darah ke otak akan semakin minim dan semakin memicu stroke.

4. Merokok

Diabetes Bisa Sebabkan Stroke? Ini Jawabannya Trikmerawat.com

Sebatang rokok mengandung 4.500 zat berbahaya yang menjadi racun bagi tubuh. Ketika Anda mengisapnya, racun-racun pada rokok akan membuat kelumpuhan pada insulin. Zat berbahaya pada rokok cenderung mengacak-acak peran insulin dalam tubuh.

Kondisi inilah yang pada akhirnya membuat kadar gula meningkat pesat. Kondisi ini juga semakin menghadirkan lemak dalam pembuluh darah, yang menghambat darah dan oksigen menuju sel-sel otak. Merokok juga merangsang naiknya tekanan darah sehingga berpotensi pula memperparah kondisi aliran darah dan oksigen ke otak.

Baca Juga : Cara Merawat Mata Minus yang Wajib Anda Coba

Mengenal Gejala Stroke


Ada beberapa ciri khas tanda stroke yang melekat pada penderita diabetes. Berikut beberapa gejala stroke yang khas menimpa pasien diabetes. Jika Anda mengalami satu dari gejala di bawah ini, segeralah ke dokter dan lakukan pemeriksaan kesehatan komprehensif untuk mendapatkan penanganan terbaik.

1. Penurunan Wajah

Ini adalah kondisi kelopak mata dan sudut bibir yang tertarik ke bawah sehingga menyebabkan wajah terlihat akan jatuh. Kondisi penurunan wajah umum dialami penderita stroke usai serangan.

Pada penderita diabetes, kondisi penurunan wajah kerap terjadi secara perlahan dan hanya melibatkan salah satu sisi. Seiring berjalannya waktu, pasien diabetes juga akan merasa sulit menggerakkan bagian wajahnya.

Ketika sudah menemui gejala ini, artinya otak Anda sudah mengalami kekurangan oksigen cukup parah. Pastikan Anda mencari penanganan agar tidak menimbulkan masalah lebih besar.

2. Kesulitan Berbicara

Apabila Anda merupakan penderita diabetes dan sering mengalami kesulitan berbicara akhir-akhir ini, cobalah segera berkonsultasi ke dokter. salah satu gejala stroke adalah kesulitan berbicara.

Tidak hanya sulit dalam masalah artikulasi, gejala stroke pun kerap membuat penderitanya tidak mampu mengatur apa yang diucapkan secara sadar. Anda pun mungkin akan sulit menyampaikan apa yang ada di otak ke dalam lisan.

3. Anggota Gerak Melemah

Penderita stroke juga rentan mengalami pelemahan anggota gerak. Penderita stroke awalnya kerap menyadari penyakit tersebut karena salah satu kaki atau tangan sulit digerakkan. Gejala ini juga terjadi pada penderita diabetes yang terkena stroke. Pelemahan anggota gerak dalam tubuh paling terasa di bagian tungkai kaki ataupun lengan.

4. Gangguan Penglihatan

Jangan berpikiran gangguan penglihatan hanya terjadi akibat adanya masalah lensa mata. Gangguan penglihatan sebenarnya dapat menjadi tanda yang patut Anda waspadai terkait terganggunya fungsi otak. Penderita stroke, termasuk yang berasal dari penderita diabetes, pun kerap mengalami gangguan penglihatan sebagai gejala.

5. Inkontinesia Urine

Inkontinesia urine merupakan kondisi saat seseorang kesulitan menahan buang air kecil sehingga sering mengompol. Orang-orang lanjut usialah yang umumnya kerap mengalami kondisi ini.

Namun, didapati fakta inkontinesia juga merupakan salah satu gejala stroke yang kerap menghampiri penderita diabetes. Inkontinensia urine terjadi karena ada pelemahan otot-otot pada tubuh ketika fungsi otak terganggu. Otot-otot yang berfungsi menahan urine pun tidak lolos dari gangguan akibat masalah otak tersebut.

6.Sakit Kepala

Sebaiknya Anda tidak meremehkan sakit kepala. Sakit kepala yang sering berulang dan terasa sangat berat bisa jadi menandakan asupan oksigen yang kurang pada otak. Sakit kepala pun tak ayal menjadi gejala awal bagi penderita stroke.

Baca Juga : Cara Merawat Lambung Berdasarkan Penelitan Dokter

Cegah Diabetes ke Stroke


diabetes stroke

Peluang terkena stroke bagi penderita diabetes memang lumayan besar. Namun, tidak semua orang yang menderita diabetes akan langsung terkena stroke. Jika Anda menjaga pola hidup dan kadar gula darah, potensi risiko stoke bisa dikurangi.

Mengubah pola hidup agar tidak terserang stroke tentunya tidaklah sulit. Anda hanya perlu konsisten melakukan gaya hidup positif seperti:

1. Jaga Berat Badan

Berat badan yang ideal mampu meminimalkan risiko stroke bagi penderita diabetes. Dengan berat badan yang tidak berlebihan ini, potensi penumpukan lemak di pinggang yang mampu mengganggu kinerja pankreas dalam mencetak insulin dapat dikurangi. Lemak yang menyumbat pembuluh darah pun bisa diminimakna. Dengan demikian aliran darah dan oksigen menjadi lebih lancar.

2. Atur Pola Makan

Diabetes melitu tipe 2 khususnya sangat terpengaruh dengan asupan makanan yang Anda santap. Jika Anda suka mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula, kadar gula dalam darah sangat mudah meningkat dan mengganggu fungsi saraf dan pembuluh darah.

Karena itulah, atur jumlah pasokan gula yang masuk ke tubuh setiap harinya. Kementerian Kesehatan RI menyatakan, kebutuhan asupan gula harian hanyalah 50 gram. Jumlah tersebut setara 5—7 sendok teh. Selain membatasi asupan gula, batasi pula asupan lemak jenuh yang berpotensi meningkatkan kolesterol penyebab penumpukan lemak dalam darah.

3. Rajin Berolahraga

Ingat untuk terus membuat tubuh Anda bergerak secara cukup. Cara terbaik tentu saja dengan berolahraga. Rutinlah berolahraga minimal 3 kali dalam seminggu dengan durasi per sesi minimal 30 menit.

Olahraga dapat membuat metabolism tubuh lebih baik sekaligus membakar lemak dalam tubuh. Lemak yang berpotensi menghambat aliran darah dan oksigen ke oktak bisa dikurangi.

4. Berhenti Merokok

Merokok dapat mengacak-acak peran insulin dalam tubuh dan membuat kadar gula darah semakin meningkat. Ini akan membuat potensi terjadinya sumbatan lemak yang mengganggu aliran darah dan oksigen ke otak semakin besar. Berhentilah merokok guna mencegah terjadinya komplikasi stroke pada penderita diabetes.

5. Rutin Berobat

Diabetes adalah penyakit seumur hidup. Selama Anda masih hidup, selama itu pula penyakit ini mesti dikontrol secara ketat dan dipantau secara medis.

Minum obat secara teratur bisa membantu mengontrol kadar gula dalam darah. Jangan lupa melakukan konsultasi pengobatan secara teratur. Ini guna mengetahui kondisi kadar gula darah Anda. Jika kadar gula darah meningkat terlalu tajam, dokter bisa melakukan upaya pencegahan komplikasi.

Diabetes maupun stroke merupakan dua penyakit kronis yang membutuhkan biaya pengobatan tidak sedikit dan terus berkelanjutan. Namun, Anda tidak perlu khawatir apabila memiliki asuransi kesehatan yang mampu menanggung kebutuhan pengobatan tersebut. Mega Comforta dari PFI Mega Life mampu memberikan perlindungan bagi Anda dari penyakit kritis, termasuk dari stroke yang disebabkan diabetes yang sudah parah.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

About the author

Josua Rifandy

Saya adalah seorang Entrepreneur Muda yang sedang aktif di dunia bisnis digital. Dalam menjalankan kehidupan saya memiliki Prinsip untuk Tidak Berhenti Belajar, Tidak Berhenti Bermimpi, dan Tidak Menyerah di Tengah Jalan. So tunggu apalagi, Ayo Raih Mimpi Mu.

Leave a Comment