Hewan Ternak Cara Merawat Hewan

Tahapan Cara Ternak Sapi Simental bagi Pemula yang Mudah

cara ternak sapi simental
Written by Josua Rifandy

Belakangan ini, budidaya sapi kian populer di kalangan generasi milenial. Bukan tanpa alasan, budidaya hewan ternak satu ini tidak membutuhkan perawatan rumit ataupun biaya super besar, pun dengan potensi keuntungan yang cukup menjanjikan. Bicara soal ternak sapi, ternyata orang Indonesia lebih menyukai jenis simental daripada lokal loh! Apa alasannya? Dan bagaimana cara ternak sapi simental?

Baca Juga : Trik Rahasia Cara Penggemukan Sapi yang Benar dan Aman

Sekilas Tentang Sapi Simental


Usut punya usut, sapi simental berasal dari kawasan Simme di negara Swiss/Switzerland. Kabarnya, jenis sapi ini merupakan hasil persilangan antara sapi kecil asal Swiss dengan sapi besar yang berasal dari Jerman.

Istilah simental sendiri hanya berlaku untuk anakan sapi yang berada di Switzerland. Sementara di Jerman dan Austria, jenis sapi ini lebih sering dijuluki sebagai Fleckvieh. Pun dengan Perancis yang lebih akrab dengan sebutan Pie Rouge.

Di awal tahun 1400an, sapi simental dikabarkan banyak diekspor ke negara Italia. Berlanjut hingga Abad ke-19, sapi ini mulai didistribusikan ke kawasan Rusia dan mayoritas negara di Eropa Timur, daerah Balkan, hingga ke wilayah Afrika Selatan.

Kemudian, simental menyebar ke Argentina, Tiongkok, Brazil, dan negara-negara lainnya hingga tahun 1960an. Diketahui, terdapat sekitar 40 hingga 60 juta ekor sapi simental yang tersebar di seluruh dunia, dan lebih dari setengahnya berada di Eropa.

Jika ditelisik lebih lanjut, warna bulu sapi simental cukup bervariasi. Mulai dari merah, putih, hingga emas. Sementara untuk bagian kepalanya, mayoritas simental berwarna putih. Corak putih pun banyak muncul di bagian bahu sapi.

Di area sekitar matanya terdapat pigmen yang berguna untuk mengurangi potensi timbulnya masalah pada mata, terutama masalah yang disebabkan oleh gangguan sinar matahari berlebih.

Di Amerika, warna sapi simental cenderung berbeda dibanding dengan jenis sapi di negara lain, yakni didominasi dengan warna merah atau hitam.

Dilihat dari pertumbuhan dan pertambahan berat badannya, sapi simental atau yang juga kerap disebut sebagai sapi mental oleh masyarakat Indonesia ini masuk dalam kategori sapi super. Ini karena ukuran dari tubuhnya yang luar biasa besar. Hingga saat ini, masih belum banyak orang yang tahu jika selain menjadi sapi potong, simental juga merupakan hewan ternak penghasil susu.

Saat menginjak usia dewasa, sapi simental jantan bisa mencapai bobot 1150 kg, sementara simental betina akan mencapai berat badan 800 kg. Kisaran bobot tersebut mungkin akan berbeda antara satu peternak dengan yang lainnya, mengingat kemampuan sapi dalam menambah konsumsi pakan diluar kebutuhan sebenarnya cukup berbeda-beda. Pun dengan volume pemberian rumen dan metabolic rate sapi.

Oleh sebab itu sapi metal harus dipelihara dengan baik dan benar, agar produksinya bisa maksimal yaitu:

Oleh karena itu, simental perlu dipelihara dengan baik dan benar, sehingga produknya bisa mencapai angka maksimal, yakni berbobot 1.400 kg dengan penambahan bobot harian mencapai 2,1 kg per harinya, serta memiliki persentase karkas yang tinggi dan lemak sedikit.

Baca Juga : Informasi Lengkap Cara Budidaya Sapi Brahman Cepat Besar

Cara Ternak Sapi Simental


Pada dasarnya, teknik beternak sapi mental sama dengan cara-cara memelihara sapi jenis lainnya. Hanya saja, untuk bisa memperoleh hasil dan keuntungan yang optimal, diperlukan perhatian khusus pada beberapa hal, termasuk manajemen pemeliharaan hewan ternak dan tata kelola bisnis budidaya sapi yang baik. Lebih detailnya ialah sebagai berikut:

1. Proses Pemilihan Bibit Sapi Simental

Proses Pemilihan Bibit Sapi Simental
(Sumber: Ternakpertama.com)

Bibit pejantan yang sehat memiliki ciri fisik sehat dengan badan gempal, kualitas semen unggulan serta kapasitas servis yang cukup mumpuni. Sementara untuk kriteria sehat bagi bibit betina ialah memiliki 4 buah puting, bentuk ambing cenderung besar dan simetris, dan kemiringan vulva yang tidak terlalu ke atas.

2. Pemberian Pakan

Pemberian Pakan
(Sumber: Jendralgaram.com)

Makanan pokok bagi sapi asal Swiss ini ialah hijauan, limbah pertanian, konsentrat onggok, kacang-kacangan, ampas tahu, dan dedak padi. Sementara makanan tambahan baginya boleh berupa mineral, urea, dan/ atau vitamin. Untuk porsi pakan yang dapat diberikan pada sapi simental dalam 1 hari ialah:

  • 35 sampai 47 kg hijauan, atau sesuaikan dengan besar badan dan bobot dari sapi itu sendiri.
  • 2 sampai 5 kg konsentrat.
  • Bila diperlukan, tambahkan pakan tambahan dengan porsi 30 sampai 50 kg per harinya.

Selain itu, peternak juga dianjurkan untuk memberikan jerami fermentasi sebagai campuran pakan sapi. Konon, jerami fermentasi mampu menyokong nutrisi tambahan penggemuk sapi. Dengan begitu, pertumbuhan bobot simental bisa dicapai secara optimal dalam kurun waktu lebih cepat.

Adapun prosedur pembuatan jerami fermentasi sendiri adalah:

  • Persiapkan beberapa bahan yang diperlukan, meliputi 100 kg jerami dengan kadar air 60%, tetes tebu ¼ kg, fermentor alfalfa sekitar 40 ml, air 8 liter, bekatul 2 kg, dan 80 gr gula pasir.
  • Campurkan gula, fermentor, dan juga air hingga merata. Lalu, diamkan selama kurang lebih 15 menit.
  • Hamparkan jerami dalam ruang kosong dengan ketebalan sekitar 25 cm. Bila sudah, taburkan bekatul di atas hamparan jerami.
  • Sirami bekatul dengan tetes tebu secara merata. Kemudian, kucurkan fermentor yang sebelumnya telah disirami dengan gula dan air.
  • Apabila jerami dan bekatul masih tersisa, tumpuk kembali bahan tersebut di atas fermentor hingga semua bahan habis. Sebagai tambahan catatan, saat tinggi jerami mencapai ketinggian 1 meter, pastikan untuk membuat lubang di tengah tumpukan jerami tersebut.
  • Setelah itu, tutup tumpukan jerami menggunakan terpal dan diamkan selama 24 jam penuh.
  • Jerami yang berhasil terfermentasi jika akan diberikan sebagai pakan bagi sapi, sebaiknya diangin-anginkan selama 2 sampai 3 jam terlebih dahulu.

Baca Juga : Panduan Cara Budidaya Sapi Wagyu untuk Pemula Termudah

3. Pembuatan Kandang

Pembuatan Kandang
(Sumber: Erakini.com)

Demi terwujudnya kesuksesan budidaya sapi mental, syarat pembuatan kandang yang harus dipenuhi ialah penggunaan bahan dasar kandang berupa bambu atau kayu. Pun dengan peletakannya yang harus didesain lebih tinggi dibandingkan tanah di sekitarnya. Ditambah lagi, drainase dan saluran di dalam atau luar kandang harus layak.

Ukuran kandang bagi sapi simental sendiri dibagi berdasarkan kriteria usia dan jenis kelaminnya, yakni:

  • 1,5 x 2 meter per ekor untuk sapi simental betina dewasa.
  • 1,8 x 2 meter per ekor untuk sapi simental jantan dewasa.
  • 1,5 x 2 meter per ekor untuk pedet atau anak sapi.

4. Pengawasan Maksimal

Penyakit sangat dimungkinkan timbul pada hewan ternak super rentan sekelas sapi simental. Oleh karena itu, pengawasan maksimal sangatlah diperlukan agar tanda-tanda penyakit bisa dideteksi lebih dini. Sehingga penyakit tersebut tidak akan bertambah parah maupun menjangkit sapi lain di dekatnya.

Kebutuhan masyarakat akan daging sapi bertekstur lembut dan susu segar bernutrisi tinggi membuat bisnis budidaya sapi simental semakin populer di Indonesia. Apalagi dengan prosedur cara ternak sapi simental yang dapat dilakukan oleh sembarang orang, bahkan pemula di era modern seperti saat ini.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

About the author

Josua Rifandy

Saya adalah seorang Entrepreneur Muda yang sedang aktif di dunia bisnis digital. Dalam menjalankan kehidupan saya memiliki Prinsip untuk Tidak Berhenti Belajar, Tidak Berhenti Bermimpi, dan Tidak Menyerah di Tengah Jalan. So tunggu apalagi, Ayo raih mimpi Mu.

Leave a Comment