TrikMerawat Extraordinary Man!

Sukses dengan Untuk Besar Begini Cara Ternak Jangkrik dan Perencanaan Awalnya

4 min read

Cara Ternak Jangkrik

Dalam melakukan usaha ternak maka perlu dilakukan perencanaan awal. Perencanaan awal ini bertujuan supaya usaha yang akan dijalankan berjalan dengan semestinya dengan meminimalisir kerugian akibat kurangnya perencanaan. Terutama dalam menjalankan usaha dan cara ternak jangkrik yang perlu perencanaan matang untuk memulai.

Perencanaan Awal Memulai Usaha Ternak Jangkrik


Adapun perencanaan awal sebelum memulai usaha ternak jangkrik adalah sebagai berikut:

1. Melihat Tingkat Persaingan

Hal yang perlu direncanakan pertama kali adalah dengan melihat tingkat persaingan. Jangkrik biasanya dijual sebagai pakan untuk burung kicauan. Usaha ternak jangkrik akan memberikan keuntungan yang besar apabila dilakukan di lokasi dengan banyak orang yang memelihara burung kicauan atau dekat dari toko burung.

Tingkat persaingan akan lebih tinggi apabila dalam satu daerah terdapat lebih dari 1 peternak jangkrik sementara jumlah orang yang memelihara burung kicauan tidak banyak.

2. Menentukan Skala Usaha

Setelah lokasi usaha ternak sudah diputuskan, selanjutnya perlu menentukan skala usaha. Ingin menjalankan usaha dalam skala kecil atau besar? Dalam menentukan ini bisa dipertimbangkan dengan budget yang dimiliki.

Baca Juga : Begini Resep Anti Gagal Budidaya Ulat Hongkong Untung Melimpah

Usaha ternak jangkrik dalam skala besar tentu membutuhkan budget yang besar juga, meskipun akan memberikan keuntungan yang lebih besar dari usaha skala kecil. Baik skala besar atau kecil, silahkan ditentukan berdasarkan kemampuan budget yang dimiliki.

3. Menentukan Banyaknya Pekerja

Setelah skala usahanya sudah ditentukan, berikutnya perlu menentukan banyaknya pekerja. Para pekerja ini nantinya akan membantu pembudidaya dalam menjalankan usaha hingga sukses panen dan memperoleh keuntungan yang diharapkan.

Apabila pembudidaya memilih melakukan usaha dalam skala kecil dan dilakukan sendiri, boleh-boleh saja. Namun apabila tidak memiliki waktu luang yang banyak karena ada pekerjaan lain misalnya, merekrut pekerja bisa menjadi solusi.

Banyaknya pekerja disesuaikan dengan skala usaha yang akan dilakukan. Kalau skalanya kecil, pekerja 2 sampai 3 orang saja sudah cukup. Tapi kalau skala besar, biasanya membutuhkan pekerja minimal 4 orang.

4. Mempersiapkan Fasilitas

Perencanaan yang paling penting adalah mempersiapkan fasilitas usaha. Ternak jangkrik membutuhkan fasilitas yang memadai layaknya usaha ternak pada umumnya.

Yaitu tempat, kandang, jumlah kotak penangkaran, pakan, serta fasilitas tambahan lainnya untuk menunjang budidaya. Persiapan fasilitas perlu direncanakan di awal supaya budidaya berjalan tanpa kendala.

5. Melakukan Penjadwalan Budidaya

Setelah lokasi, pekerja, dan fasilitas, adapun penjadwalan budidaya yang harus direncanakan di awal. Jadwal budidaya berupa perawatan, pemberian pakan, pembersihan kotak, dan sebagainya.

Dengan adanya jadwal, pelaku budidaya bisa lebih teratur dalam menjalankan usaha ternak yang dimiliki, sehingga proses ternak juga bisa berjalan dengan lancar.

Tahapan Cara Ternak Jangkrik Bagi Pemula


Setelah semuanya sudah dipersiapkan sesuai dengan perencanaan awal, berikutnya tinggal memulai budidaya saja. Bagi pemula, berikut ini merupakan tahapan cara ternak jangkrik yang bisa dijadikan referensi:

1. Persiapan Kandang Budidaya Jangkrik

Budidaya jangkrik dimulai dengan mempersiapkan tempat untuk kandangnya. Tempatnya bisa di dalam maupun di luar ruangan. Namun tempatnya harus jauh dari keramaian, tidak terpapar sinar matahari langsung, sirkulasi udaranya baik, tidak dekat dari kandang ayam dan bebas dari predator apa pun.

Jadi meskipun ditempatkan di luar ruangan, pastikan ada atap yang menaungi sehingga jangkrik tidak akan kepanasan. Beri juga pagar di sekeliling kandang jangkrik untuk menghindari predator seperti ayam yang akan memangsa jangkrik yang dibudidaya.

Baca Juga : Begini Cara Budidaya Lebah Madu Hingga Produksi Madu yang Berkualitas Tinggi

Kemudian buat kandangnya. Kandang jangkrik pada umumnya berbentuk kotak dengan pxlxt 200 cm x 100 cm x 50 cm, tapi sebenarnya tidak ada patokan tetap dari ukuran kandang, cukup sesuaikan saja dengan jumlah populasi yang akan dibudidaya.

Kandang bisa dirakit dengan kayu atau bisa juga dengan menggunakan triplek untuk mengirit modal. Kandang diberi penutup di atasnya yang bisa dibuka tutup untuk memudahkan pengecekan.

Pastikan kandang memiliki ventilasi di bagian depan dan belakang yang ditutup dengan kasa supaya sirkulasi udara di dalam kandang tetap baik dan jangkrik tidak kabur, begitupun pegangan di sisi kanan kiri, serta 4 kaki.

Pada bagian atas kandang, tiap sisinya dilapisi dengan lakban supaya jangkrik tidak merayap kabur dari kandang. Lalu pada kaki penyangga kandang diberi mangkuk berisi air untuk menghindari semut, cicak, ataupun serangga kecil pengganggu lainnya. Atau bisa juga dengan mengolesi minyak tanah di setiap kaki penyangga kandang.

2. Memilih Bibit Jangkrik Terbaik untuk Dibudidayakan

Kemudian, setelah kandang budidaya sudah siap, saatnya mencari bibit jangkrik. Pilihlah bibit jangkrik yang unggul di mana kondisinya sehat, tidak cacat, sungut atau kakinya tidak patah, dan usianya berkisar antara 10 sampai 20 hari.

Bibit jangkrik jantan bisa didapatkan dari alam bebas, sedangkan bibit jangkrik betina bisa didapatkan dengan beli di pasar peternakan. Bibit yang diambil dari alam bebas, sifatnya lebih agresif dan memiliki ketahan tubuh yang kuat, sehingga dengan mengambil bibit jantan dari alam bebas, proses perkembangbiakannya akan lebih cepat.

Induk jantan memiliki fisik di mana permukaan punggung atau sayapnya kasar dan bergelombang, dimana induk jantan juga tidak mempunyai ovipositor di bagian ekor. Induk jantan juga biasanya memiliki suara mengerik yang bagus.

Sementara induk betina unggul dilihat dari kondisi sungutnya, yang masih lengkap sepasang dan panjang. Pilihlah induk betina yang memiliki warna hitam mengkilap di badan dan bulunya, kakinya lengkap, berukuran besar, dan ketika dipegang akan mengeluarkan zat cair dari dubur dan mulutnya.

Bibit kemudian dimasukkan ke dalam kandang yang sudah diberi piringan berisi pasir atau tanah. Satu kandang bisa diisi dengan 2 jantan dan 10 betina. Dalam lima hari, induk betina akan bertelur dengan menempatkan telur-telurnya di pasir yang sudah dipersiapkan. Selama itu induk sebaiknya diberi makanan bergizi secara rutin supaya daya tetasnya tinggi.

3. Memindahkan Telur Jangkrik dan Pemberian Pakan Anak Jangkrik

Telur-telur segera dipindah ke kandang khusus telur. Terlebih dulu semprot kandang untuk telur dengan larutan antibiotik (cotrymoxale), lalu masukkan sekitar 1500-2000 telur tiap kandang, atau 1 sampai 2 sdt.

Telur akan menetas dalam 4 sampai 6 hari, selama itu pembudidaya perlu menyemprot antibiotik di kandang secara rutin tiap harinya untuk menghindari gagal menetas karena jamur.

Baca Juga: Begini Cara Budidaya Cacing Tanah Secara Alami dengan Mudah

Anakan jangkrik sudah bisa diberi pakan mulai usia 1 hari. Pakan untuk jangkrik usia 1-10 hari berupa voer yang terbuat dari beras merah, kacang kedelai maupun jagung kering yang sudah dihaluskan.

Bisa juga dengan memberikan sayuran, dedaunan, ubi, secara berselang-seling setiap hari. Untuk jangkrik berusia di atas 10 hari, sudah bisa diberi pakan jagung muda, gambas dan sayuran. Sedangkan khusus bagi jangkrik yang sudah siap dikawinkan, makananya berupa wortel, kacang tanah, daun singkong, sawi dan timun.

4. Pemeliharaan Kandang Jangkrik

Lakukan pemeliharaan kandang secara berkala. Dengan mengganti mangkuk tatakan kaki penyangga tiap 2 hari sekali, memperhatikan kelembaban kandang, dan memastikan makanan cukup terutama bagi jangkrik yang berusia di atas 10 hari.

5. Panen Jangkrik Hasil Ternak

Masa panen dapat dilakukan saat masih dalam bentuk telur maupun jangkrik dewasa. Telur jangkrik dapat dijual pada peternak jangkrik lainnya, sedangkan jangkrik dewasa dijual untuk pakan burung dan ikan. Jangan semuanya dipanen, sisakan sebagian telur untuk ditetaskan, begitu juga sebagian jangkrik dewasa untuk dikawinkan.  

Itulah informasi mengenai perencanaan usaha dan juga cara ternak jangkrik yang bisa dilakukan bagi pemula. Jika dilakukan secara serius, bukan tidak mungkin jika usaha ini bisa menghasilkan keuntungan yang sangat menjanjikan. Selamat mencoba!

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

TrikMerawat Extraordinary Man!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *