Tanaman Pangan Cara Merawat Tanaman

Cara Merawat Kopi agar Berbuah Lebat Hasil Melimpah

Cara Merawat Kopi agar Berbuah Lebat Hasil Melimpah Trikmerawat.com
Nur Atinal
Written by Nur Atinal

Kopi menjadi sebuah minuman legendaris, tak hanya kalangan muda, orang tua pun sangat menikmati minuman yang satu ini. Anda juga tidak perlu susah payah menemukan olahan minuman kopi, karena sudah banyak gerai-gerai yang menjualnya dengan berbagai varian rasa. Mulai dari kopi original, kopi creamy latte, moccacino, cappuccino, dan masih banyak lagi jenis rasa lainnya. Seiring dengan munculnya banyak gerai atau franchise minuman kopi ini membuat permintaan biji kopi semakin meningkat drastis. Tentunya bagi Anda yang suka berbisnis perkebunan, cara merawat kopi ini bisa memberikan peluang yang menggiurkan untuk Anda.

Tertarik menjadi pemasok biji kopi untuk industri lokal dan internasional? Yuk simak cara merawat kopi berikut ini agar berbuah lebat hasil melimpah!

1. Memilih Jenis Bibit Kopi Berkualitas yang akan Ditanam

Hal pertama terkait cara merawat kopi adalah memilih jenis dan varietas bibit kopi yang berkualitas. Ini perlu Anda perhatikan karena umur produksi kopi bisa mencapai 20 tahun, sehingga sangat menentukan kualitas produksi jangka panjang.

Cara Merawat Kopi agar Berbuah Lebat Hasil Melimpah Trikmerawat.com
(Sumber: Kutanam.com)

Di antara sekian banyak jenis kopi, ada empat jenis yang paling terkenal, yaitu:

  • Kopi arabika. Jenis kopi yang paling disukai karena menghadirkan rasa terbaik. Ketika sudah matang buahnya berwarna merah terang. Untuk rendemen (persentase produk akhir dan hasil panen) sekitar 18-20%.
  • Kopi robusta. Lebih cepat panen dan harga lebih murah dibanding arabika. Buahnya bulat dengan warna merah yang cenderung gelap. Rendemen lebih tinggi sekitar 22%.
  • Kopi liberika. Kurang terkenal dibanding arabika dan robusta. Namun jenis kopi ini mampu tumbuh dengan baik di dataran rendah. Tahan terhadap kekeringan, dan menghasilkan kulit buah yang lembut sehingga mudah dikupas. Namun ukuran buahnya kurang merata. Rendemennya juga sangat rendah sekitar 12%.
  • Kopi excelsa. Termasuk bagian dari liberika. Kopi ini tumbuh subur di dataran rendah, dataran tinggi, dan lahan gambut. Jadi tahan terhadap kekeringan. Kulit buahnya yang lembut membuat kopi excels mudah dikupas.

Anda bisa membeli bibit kopi dari balai penelitian pertanian atau perkebunan terdekat yang sudah melakukan seleksi ketat terhadap benih yang akan ditanam.

2. Memilah Biji yang Baik dan Buruk

Ada beberapa kriteria penilaian untuk memilah mana biji yang baik dan buruk, di antaranya:

  • Cari tanaman induk dari rekan atau relasi Anda yang lebih dulu menjadi petani kopi.
  • Pilih tanaman induk yang sehat dan tahan terhadap hama maupun penyakit.
  • Jika memungkinkan, tanaman induk dari hasil persilangan pertama (F1).
  • Dari hasil tanaman yang terseleksi, petik buah kopi yang sudah masak dan berwarna merah. Karena sudah memiliki cadangan nutrisi yang cukup untuk proses perkecambahan.
  • Pilihlah yang masak sempurna, mulus, tidak cacat, dan berukuran normal.
Cara Merawat Kopi agar Berbuah Lebat Hasil Melimpah Trikmerawat.com
(Sumber: Kutanam.com)

Baca Juga: 6 Trik Rahasia Cara Menanam Sahang agar Cepat Tumbuh dan Panen

3. Melakukan Pembenihan

Cara merawat kopi selanjutnya setelah menyeleksi jenis kopi adalah melakukan proses pembenihan dengan cara:

  • Kupas kulit buah kopi, usahakan jangan sampai ke kulit tanduk yakni dengan cara memasukkan buah kopi ke karung goni lalu celupkan karung ke dalam air hingga basah semuanya.
  • Angkat karung dari air dan injak-injak. Hal ini akan membuat kulit buah terkelupas dengan mudah.
  • Cuci biji kopi sampai bersih, Anda bisa menggosoknya dengan abu supaya lender terangkat.
  • Di tahapan seleksi lanjutan, rendam biji kopi ke dalam air. Kemudian buang biji yang mengapung (karena tidak mengandung sel benih).
  • Usahakan memilih biji yang ukurannya seragam. Jadi silakan buang biji yang ukurannya terlalu kecil atau terlalu besar. Pastikan biji kopi terseleksi memiliki bentuk yang sempurna dan tidak cacat (mulus).
  • Keringkan biji kopi dengan cara diangin-anginkan selama 1-2 hari. Jangan dijemur di bawah sinar matahari langsung ya.
  • Selanjutnya rendam biji ke dalam larutan fungisida (anti jamur) sekitar 5 menit. Sebelum menggunakan perhatikan terlebih dahulu dosis dan aturan pakai sesuai dengan merek larutan fungisida yang Anda miliki.
  • Jika tidak langsung digunakan, Anda bisa menyimpan biji di tempat yang gelap, kering, dan sejuk. Namun proses penyimpanan ini bisa menurunkan kualitas benih. Dan jika disimpan lebih dari 6 bulan, biji yang bisa tumbuh menjadi benih tanaman hanya 60-70%.
  • Biji kopi yang siap disemaikan memiliki peluang tumbuh 90-100%.

 4. Melakukan Pembiakan dengan Tepat

Di dalam cara merawat kopi, langkah keempat adalah melakukan pembiakan dengan tepat. Ada dua jenis pembiakan benih kopi, yakni:

  • Pembiakan generatif. Dengan cara menyemai biji.
  • Pembiakan vegetatif. Dengan setek, cangkok, okulasi, atau kultur jaringan.

Dari kedua cara merawat kopi dengan pembiakan ini, pembiakan generatif dinilai lebih mudah serta mampu menghasilkan biji kopi yang unggul. Karena menghasilkan akar tunggang yang membuat tanaman kopi lebih kokoh.

5. Melakukan Penyemaian

Kini tiba saatnya di step penyemaian di dalam cara merawat kopi. Proses menyemai biji kopi ini meliputi:

  • Menentukan Tempat Penyemaian

Tempat penyemaian harus dinaungi pohon peneduh. Kemudian buat bedengan lebar 1 meter dan panjang menyesuaikan lahan. Bedengan ini dilapisi pasir halus dengan tebal 5-10 cm.

  • Cegah Pertumbuhan Jamur

Penyemaian benih di tempat yang teduh rentan lembab dan memicu tumbuhnya jamur. Jadi, Anda bisa menaburi bedengan dengan furadan, atau sirami bedengan dengan larutan fungisida secukupnya.

  • Proses Pembenaman Biji Kopi

Cara merawat kopi dalam tahapan ini yakni membenamkan biji-biji kopi hasil seleksi ke bedengan dengan kedalaman 0,5-1 cm. Usahakan buat larikan yang rapi dengan jarak tanam 5 cm antar larik dan 3 cm antar baris (3×5). Pada proses pembenaman, atur bagian punggung biji kopi menghadap ke atas.

  • Tanam Biji Kopi Dengan atau Tanpa Lapisan Tanduk

Biji kopi bisa ditanam dengan atau tanpa lapisan tanduk. Namun sebagian besar petani lebih memilih untuk melepaskan kulit tanduk agar mempercepat proses perkecambahan.

  • Jaga Kelembaban

Agar kelembaban tetap terjaga, letakkan potongan jerami atau alang-alang sebagai mulsa (penutup) bedengan.

  • Rajin Memantau Proses Penyemaian

Kalau semua langkah penyemaian di dalam cara merawat kopi ini sudah dilakukan, saatnya rajin memantau dengan cara menyiram bedengan 2x sehari (pagi dan sore).

6. Menunggu Proses Perkecambahan

Cara merawat kopi yang keenam adalah menunggu proses perkecambahan. Biasanya di dataran tinggi, biji kopi mulai berkecambah pada umur 4-8 minggu. Sementara di dataran rendah, perkecambahan biji kopi dimulai lebih cepat yakni 3-4 minggu.

Cara Merawat Kopi agar Berbuah Lebat Hasil Melimpah Trikmerawat.com
(Sumber: Blogpictures.99.co)

Saat baru berkecambah, pada bagian kepala terlihat menyerupai biji bulat (fase serdadu). Pada fase ini, kecambah biji kopi seperti berhenti bertumbuh. Namun jika akan perhatikan lagi sebulan kemudian bagian kepala akan merekah. Lalu muncul lembaran daun kecil.

Nah, jika sudah muncul dua lembar daun kecil, maka benih masuk ke fase kepelan. Ini terjadi di umur 2-3 bulan. Di fase inilah benih kopi siap dipindah ke media lain seperti polybag.

7. Mempersiapkan Lahan Tanam dengan Pohon Peneduh

Persiapan lahan tana mini sebaiknya jauh-jauh hari Anda lakukan sebelum memilih biji kopi. Karena selain agar biji siap untuk ditanam, Anda juga perlu memberikan tanaman peneduh yang berumur 2-4 tahun sebelum mulai budidaya kopi.

Fungsi tanaman peneduh ini adalah untuk mengurangi intensitas cahaya matahari yang langsung mengenai kopi. Karena tanaman kopi tidak menghendaki intensitas cahaya yang penuh. Selain itu juga berfungsi sebagai pupuk kandang melalui daun-daunnya yang berjatuhan. Untuk jenis pohonnya bisa dadap, lamtoro, dan sengon.

Kemudian yang perlu diperiksa dari lahan ini adalah derajat keasaman (pH) tanah. pH tanah ini sangat tergantung dari spesies kopi yang akan Anda budidayakan. Misalnya, untuk kopi arabika, akan tumbuh subur pada tanah ber-pH 5-6,5. Kemudian kopi robusta tumbuh subur pada pH 4,5-6,5.

8. Memindahkan Kopi yang sudah Berkecambah ke Polybag

Cara merawat kopi yang kedelapan adalah memindahkan biji yang telah berkecambah pada fase kepelan ke dalam polybag. Hal ini dilakukan dengan cara:

  • Siapkan terlebih dulu tempat pembibitan yang beratap paranet satu lapis, dengan tujuan agar terik matahari dan air hujan tidak mengenai tanaman secara langsung.
  • Isi polybag dengan media tanam yang terdiri dari 1 bagian pasir, 2 bagian kompos dan 2 bagian tanah).
  • Letakkan polybag ke tempat pembibitan, lalu pindahkan kopi ke dalam polybag. Caranya dengan mencungkil tanahnya, bukan mencabut akarnya. Karena pencabutan bisa merusak akar benih kopi yang baru tumbuh
  • Jangan lupa pastikan benih berakar lurus, karena jika tidak maka kopi akan tumbuh kerdil.
  • Singkirkan benih yang kerdil. Karena benih ini pertumbuhannya lebih lambat dari benih lainnya.
  • Susun polybag menjadi berbaris dengan jarak 1 meter antar baris. Hal ini bertujuan untuk mempermudah perawatan.
  • Rawat bibit tanaman di dalam polybag secara berkala dengan menyiram 1-2 kali sehari (tergantung kelembaban tanahnya).
  • Supaya tumbuh subur, lakukan pemupukan pada bulan ketiga. Pupuk bisa menggunakan campuran kotoran sapi, air, dan user dengan rasio 10:10:1. Yang mana dosisnya sekitar 1 batok kelapa per tanaman setiap minggu.
  • Kalau sudah berumur 8-9 bulan, maka bibit kopi siap ditanam di lahan perkebunan yang lebih luas.
Cara Merawat Kopi agar Berbuah Lebat Hasil Melimpah Trikmerawat.com
(Sumber: Kutanam.com)

9. Saatnya Menanam di Lahan Luas

Proses selanjutnya dalam cara merawat kopi adalah dengan memindahkan bibit dari polybag ke dalam lubang tanah di area perkebunan nan luas. Dalam hal ini, Anda juga harus memperhatikan caranya agar kopi yang dihasilkan memiliki kualitas yang bagus.

  • Jarak tanam 2,75 x 2,75 m2 (untuk robusta), dan 2,5 x 2,5 m2 (untuk arabika).
  • Atur ketinggian lahan, yang mana makin tinggi lahan maka makin renggang jarak tanamnya, dan berlaku sebaliknya.
  • Lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm3, dan lubang ini sudah dibuat 3-6 bulan sebelum proses penanaman.
  • Jangan lupa ketika menggali lubang, pisahkan hasil galian tanah bagian atas dan bawah. Biarkan lubang terbuka.
  • Masukkan 200 gram belerang dan 200 gram kapur ke dalam tanah galian saat dua bulan sebelum penanaman.
  • Campurkan tanah galian atas dengan 20 kg pupuk kompos, lalu masukkan ke dalam lubang.
  • Untuk mengurangi penguapan, pangkas daun-daunnya hingga tersisa 1/3 saja.
  • Ambil bibit kopi di polybag. Lalu pindahkan bibit ke dalam lubang tanam. Anda bisa menggali sedikit lubang tanam sehingga seluruh perakaran bibit bisa masuk.
  • Tutup lubang agar bibit tumbuh dengan kokoh. Bila perlu, berikan penyangga dari kayu untuk menopang tanaman agar tidak roboh.

Baca Juga: Kiat-Kiat Sukses Budidaya Kopi Dengan Lahan Sempit dan Terbatas

10. Menyiram Tanaman Kopi secara Rutin

Cara merawat kopi untuk proses penyiraman ini bisa dilakukan 2x per minggu. Saat umur penanaman 1-6 bulan, Anda bisa melakukan pemeriksaan berkala minimal sebulan sekali.

Cara Merawat Kopi agar Berbuah Lebat Hasil Melimpah Trikmerawat.com
(Sumber: Kutanam.com)

Perlu diingat, jangan sampai air menggenang terlalu lama di sekitar batang tanaman. Sebab bisa membuat akar mudah busuk.

11. Lakukan Penyiangan

Penyiangan dilakukan untuk menyingkirkan daun-daun dari pohon peneduh agar tanah tidak terlalu lembab. Serta pembasmian gulma atau tanaman liar yang mudah tumbuh di sekitar kopi agar kopi mendapatkan makanan yang cukup dari unsur hara dalam tanah.

Anda bisa melakukan penyiangan setiap dua minggu sekali hingga tanaman kopi tumbuh besar. Jika tanaman kopi sudah besar, gulma-gulma yang sudah dibersihkan ini bisa Anda manfaatkan untuk penutup tanah.

12. Lakukan Penyulaman

Penyulaman adalah cara merawat kopi dengan proses penggantian tanaman yang rusak atau mati dengan tanaman baru. Hal ini sangat penting untuk dilakukan agar jumlah pohon kopi di area perkebunan tetap bertahan. Penyulaman bisa Anda lakukan pada benih kopi yang sama.

13. Memberi Pupuk

Anda bisa memilih mau menggunakan pupuk buatan atau organik. Untuk pupuk buatan lebih berisiko mengandung residu bahan kimia seperti pestisida dan insektisida. Sementara dengan pupuk organik tidak mengandung residu bahan kimia.

Pupuk organik ini bisa Anda beli dalam bentuk padat maupun cair, atau bisa dibuat sendiri. Caranya adalah dengan memanfaatkan daun-daun pohon pelindung yang berguguran dengan kulit buah kopi sisa pengupasan.

Cara memberikan pupuk:

  • Berikan 1-2 tahun sekali.
  • Dosis sekitar 20 kg per tanaman.
  • Masukkan pupuk ke dalam lubang (yang sudah dibuat melingkari area sekitar tanaman).
  • Jika pH tanah kurang dari 4,5, maka campurkan pupuk dengan ½ kg kapur agar tanah tidak terlalu asam. Pemberian kapur dilakukan tiap 2-4 tahun.

14. Masa Panen

Masa panen menjadi waktu yang paling ditunggu-tunggu dalam cara merawat kopi. Jika budidaya dilakukan secara intensif, maka untuk kopi robusta bisa dipanen di umur 2,5-3 tahun. Sementara untuk kopi arabika 3-4 tahun.

Lakukan pemanenan dengan cara manual yakni dengan memetik buah yang sudah masak (terjadi perubahan warna pada kulit buah). Biasanya, panen perdana belum terlalu banyak hasilnya. Namun tanaman akan terus berbuah dengan hingga puncak produksi di umur 7-9 tahun.

Cara Merawat Kopi agar Berbuah Lebat Hasil Melimpah Trikmerawat.com
(Sumber: Images.solopos.com)

Periode pemanenan bisa dilakukan 4-5 bulan. Jadi, jika dipetik hari ini, maka pemetikan selanjutnya 10-14 hari berikutnya. Begitu seterusnya sampai tanaman kopi sudah berhenti berbuah lagi.

Cara Merawat Kopi agar Berbuah Lebat Hasil Melimpah Trikmerawat.com
(Sumber: Kopiindonesia.web.id)

Baca Juga: Budidaya Kapulaga bagi Pemula untuk Usaha dan Bisnis

15. Merawat Pasca Panen

Meskipun sudah panen, Anda perlu melakukan cara merawat kopi pasca panen. Dengan cara memilah cabang yang produktif dan tidak produktif, atau yang terkena hama / penyakit.

Jika kopi mengalami penurunan produksi, Anda bisa melakukan metode pemangkasan peremajaan setelah pemupukan susulan. Hal ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan nutrisinya.

Demikian panduan mengenai cara merawat kopi dengan baik dan benar agar berbuah lebat dengan hasil yang melimpah. Semoga berhasil dan sukses!

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitterdan InstagramTrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagramdan Subscribe Channel Youtube penulis.

About the author

Nur Atinal

Nur Atinal

A full time digital marketer. A freelance blogger, copywriter and content writer. Lifelong learner in developing skills and mindsets to be professional, disciplined, consistent, and full of integrity.

Leave a Comment