Tanaman Pangan Cara Merawat Tanaman

Cara Menanam Wortel dengan Benar dan Urutan Cara Perawatan

Cara Menanam Wortel
Written by Josua Rifandy

Tanaman bernama latin Daucus Carota merupakan salah satu jenis sayuran dengan kandungan vitamin A yang tinggi. Hingga saat ini, wortel sudah banyak dibudidayakan. Beberapa daerah di Indonesia yang membudidayakan sayuran ini adalah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jawa, NTT, Lampung, Bali, Makassar, Ambon, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Papua. Banyaknya petani yang membudidayakan wortel tidak terlepas dari fakta bahwa cara menanam wortel yang mudah untuk dilakukan.

Cara Budidaya Wortel dengan Benar


1. Syarat Tumbuh Tanaman Wortel

Budidaya wortel dapat dimaksimalkan dengan menyesuaikan syarat tanamnya. Wortel sendiri banyak ditanam pada daerah dengan iklim sedang di musim dingin. Jika wortel dibudidayakan pada dataran rendah, maka tanaman tersebut hanya akan tumbuh tinggi saja dan tidak membentuk umbi.

Adapun beberapa syarat tumbuh tanaman wortel ialah:

  • Memiliki keasaman tanah sekitar 5,5 – 6,5 pH.
  • Suhu optimal untuk budidaya wortel adalah 15,6 – 21,1 derajat Celcius.
  • Area yang sesuai untuk budidaya tanaman wortel ialah daerah dengan iklim basah (1,5-3 bulan kering dalam setahun) dan iklim agak basah (3-4,5 bulan kering dalam setahun).
  • Memiliki kelembaban udara sebesar 80-90%.
  • Wortel membutuhkan cahaya matahari selama 9-10 jam per harinya untuk dapat melakukan fotosintesis.

Baca Juga : Tips Lengkap Memilih Pupuk Buatan Berkualitas Tinggi untuk Buah Unggulan

2. Menggunakan Bibit Unggul yang Berkualitas

Menggunakan Bibit Unggul yang Berkualitas
(Sumber: Bibitbunga.com)

Benih wortel yang berkualitas akan membuat hasil panen menjadi optimal. Berikut ini merupakan beberapa ciri-ciri tanaman wortel yang baik untuk dijadikan sebagai benih:

  • Produktivitas tinggi.
  • Memiliki daya adaptasi yang baik dengan daerah budidaya.
  • Kebal terhadap penyakit.
  • Benih berasal dari tanaman wortel yang sudah berusia lebih dari 2 tahun.
  • Memiliki warna umbi yang cerah, berukuran besar, dan lurus tak bercabang.

Langkah-langkah membuat bibit tanaman wortel unggul:

  • Pilihlah umbi wortel yang sesuai dengan ciri-ciri diatas.
  • Pilihlah umbi wortel yang sesuai dengan kriteria di atas.
  • Potong ujung umbi sekitar ⅓ dari panjang total umbi wortel.
  • Pangkas daun wortel yang ada di dekat pangkal umbi dan sisakan 10 cm.
  • Siapkan bedengan.
  • Taburkan pupuk Trichoderma, air, dan ZPT organik pada permukaan wortel setiap 2 minggu sekali.
  • Rutin melakukan penyiraman pada sore hari.
  • Dalam kurun 1 bulan, tanaman wortel akan mulai berbunga, dan 2 minggu setelahnya bunga akan mekar.
  • Apabila bunga wortel berubah warna menjadi kecoklatan, maka wortel sudah siap untuk dipanen.

3. Teknik Pembenihan Wortel

Rendam bibit wortel dengan pupuk organik cair spesialis tanaman pangan sekitar 30 menit sebelum bibit ditanam. Proses perendaman ini bertujuan agar bibit wortel bisa cepat tumbuh, membuat pertumbuhan wortel menjadi seragam, serta tidak mudah terserang penyakit.

4. Menyiapkan Lahan Untuk Menanam Wortel

Wortel sejatinya dipanen untuk umbinya. Karenanya, media tanah yang digunakan harus dibuat gembur dengan pembajakan sedalam 40 cm. Sesaat setelah tanah selesai dibajak, taburkan pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak 10-20 ton per hektarnya, bergantung pada tingkat kesuburan dari tanah yang ada.

Apabila tingkat keasaman tanah budidaya di bawah 5,5 pH, maka petani dapat menaburkan dolomite atau kapur pertanian guna meningkatkan pH tanah. Setelah itu, lanjutkan dengan membuat bedengan dengan ukuran tinggi 20-30 cm dan lebar 100 cm. Atur bedengan tadi dengan jarak 40-50 cm.

Baca Juga : Panduan Lengkap Cara Budidaya Aquaponik untuk Pemula

5. Proses Menanam Wortel

Proses Menanam Wortel
(Sumber: Bibitbunga.com)

Jika dibandingkan dengan tanaman sayuran lainnya, cara menanam wortel terbilang mudah untuk dilakukan.

Tanam benih wortel pada area bedeng yang sudah disiapkan dan tutup dengan pupuk kompos setinggi 0,5-1 cm. Larikan area tanam bisa ditutup menggunakan daun pisang atau tanaman lainnya agar lokasi budidaya tidak tergenang saat hujan.

6. Cara Pemeliharaan Dan Pemupukan Tanaman Wortel

Tumbuhan wortel yang dirawat dengan baik akan memberikan hasil yang lebih maksimal. Perawatan wortel sendiri dibagi menjadi 3 hal, yakni penjarangan dan penyiangan, pengairan, serta pemupukan.

a. Penjarangan dan Penyiangan

Penjarangan ialah suatu proses pengurangan jumlah tanaman dengan tujuan untuk memberikan ruang yang lebih besar kepada tanaman tersebut. Sehingga tanaman wortel dapat tumbuh lebih maksimal.

Sementara itu, proses penyiangan adalah proses pembersihan lahan dari hama pengganggu, entah itu tumbuhan liar atau hewan. Penyiangan gulma dapat dilakukan dengan mencabut gulma atau menggunakan alat seperti garpu untuk membersihkan tanaman liar dan rumput pengganggu yang tumbuh di sekitar lahan budidaya wortel.

Gulma harus segera disingkirkan karena selain akan menyerap nutrisi dari dalam tanah, gulma juga menjadi tanaman inang atas berbagai hama dan penyakit tumbuhan.

b. Perairan Tanaman Wortel

Pada awal pertumbuhannya, tanaman wortel memerlukan air yang cukup. Karenanya, petani dapat melakukan penyiraman setiap hari pada wortel yang baru ditanam. Baru saat tanaman wortel tumbuh besar, penyiraman dapat dikurangi.

c. Pemupukan Tanaman Wortel

Pemupukan susulan pada tanaman wortel dapat dilakukan saat tanaman ini mencapai usia 30 hari, terhitung sejak hari pertama wortel ditanam. Prosedur pemupukan dilakukan dengan pemberian pupuk urea dan kcl melalui perbandingan 2:1.

7. Hama dan Penyakit Tanaman Wortel

Hama dan penyakit adalah salah satu kendala terbesar yang dihadapi para pelaku budidaya wortel. Ini karena serangan hama dan penyakit bisa membuat tanaman tidak berproduksi pada titik maksimalnya, bahkan dalam beberapa kasus akan membuat gagal panen.

Untuk menangani hama dan penyakit yang menyerang tumbuhan wortel, petani dapat melakukan hal berikut:

a. Hama Tanaman Wortel

Wortel sangatlah rentan terserang kutu daun dan ulat tanah. Hama kutu daun bisa dibasmi dengan selalu menjaga kebersihan lahan, terutama dari keberadaan gulma. Sedangkan untuk ulat tanah dapat ditangani dengan mencari sarangnya setiap hari dan memusnahkannya saat menemukannya. Namun apabila serangan hama ini berada diatas ambang ekonomi, maka petani dapat menaburkan insektisida berbahan aktif karbofuran pada tanaman wortel.

b. Penyakit Tanaman Wortel

Penyakit yang kerap menyerang wortel adalah bintil akar dan bercak daun. Bintil akar sendiri memiliki gejala benjolan pada umbi wortel yang diakibatkan oleh nematoda. Upaya pencegahan yang bisa dilakukan untuk penyakit ini adalah dengan melakukan pergiliran tanaman jenis lain dari keluarga yang berbeda.

Sedangkan untuk bercak daun, bisa ditanggulangi dengan pemberian bio organic stimulant pada media tanah saat tanaman wortel berumur 30 hari.

Baca Juga : Panduan Cara Budidaya Tanaman Buncis Termudah Bebas Hama

8. Cara Panen Wortel

Cara Panen Wortel
(Sumber: Referensibebas.com)

Pemanenan wortel dapat dilakukan saat tanaman ini menginjak usia 3 bulan sejak awal penanamannya. Apabila wortel yang sudah matang tak kunjung dipanen untuk waktu yang lama, umbi wortel akan berubah menjadi keras, dan kualitasnya pun akan menurun.

Proses pemanenan wortel sendiri bisa dilakukan dengan cara mencabut umbinya. Pastikan untuk melakukannya dengan hati-hati agar umbi tidak lecet atau patah, karena akan menyebabkan umbi menjadi busuk dan tidak laku di pasaran. Setelah itu, bersihkan umbi dari tanah atau kotoran yang menempel.

Itulah beberapa tahapan dalam cara menanam wortel lengkap dengan prosedur perawatannya. Cukup mudah untuk dicontoh bukan?

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

About the author

Josua Rifandy

Saya adalah seorang Entrepreneur Muda yang sedang aktif di dunia bisnis digital. Dalam menjalankan kehidupan saya memiliki Prinsip untuk Tidak Berhenti Belajar, Tidak Berhenti Bermimpi, dan Tidak Menyerah di Tengah Jalan. So tunggu apalagi, Ayo raih mimpi Mu.

Leave a Comment