Cara Merawat Tanaman Tanaman Pangan

Ketahui Cara Menanam Terong dengan Mudah: Syarat Tumbuh dan Penyiapan Bibit

Cara Menanam Terong
Written by Josua Rifandy

Terong merupakan salah satu jenis sayur yang tinggi peminat. Terong yang biasa dikenal adalah terong ungu. Namun tidak sedikit juga terong hijau dan putih yang dijual luas di pasaran, dengan bentuk yang beragam.

Terong (Solanum melongena) banyak dibudidayakan, mengingat cara menanam terong juga tergolong mudah dan sangat baik ditanam di iklim tropis seperti Indonesia.

Di Indonesia sendiri terdapat beragam variasi terong. Diantaranya terong lokal, terong lalap atau disebut juga terong gelatik, terong bogor, terong kopek hingga terong impor. Dari sekian variasi tanaman terong, di sini akan dibahas cara menanam terong ungu.

Syarat Tumbuh dan Persiapan Bibit Terong Ungu


Syarat tumbuh terong ungu antara lain dibudidaya di iklim tropis seperti di Indonesia. Musim terbaik untuk budidaya terong adalah saat musim kemarau, dengan begitu tanaman terong ungu akan mendapatkan pancaran sinar matahari yang cukup.

Untuk suhu udara yang baik berada di kisaran 25 sampai 30 derajat Celcius. Sehingga tanaman ini dapat dibudidayakan baik itu di dataran rendah maupun tinggi hingga 1000 meter di atas permukaan laut.

Sedangnya untuk tanahnya sendiri membutuhkan jenis tanah lempung ringan yang memiliki daya drainase serta daya ikat air yang baik. Tanah yang digunakan merupakan tanah yang gembur, dalam kata lain tanahnya harus memiliki kandungan unsur hara yang cukup.

Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman Azola

Tingkat keasaman tanah minimum adalah pH 6,5, apabila pH nya kurang dari itu maka perlu dilakukan pengapuran yakni dengan menggunakan dolomit.

Selanjutnya perlu dilakukan persiapan bibit. Yakni dengan pemilihan benih terong dan melakukan penyemaian sebelum dipindah ke lahan budidaya. Sebaiknya benih terong yang dipilih merupakan benih dengan kualitas terbaik, salah satunya benih terong hibrida.

Untuk banyaknya benih, setiap 1 hektar lahan membutuhkan setidaknya 300 sampai 500 gram benih terong. Benih ini kemudian dilakukan penyemaian dulu sebelum ditanam di lahan.

Penyemaian benih terong adalah dengan menggunakan polybag. Polybag yang disiapkan sudah harus dalam keadaan sudah dilubangi bagian dasarnya. Ukuran polybag di sesuaikan saja dengan kebutuhan. Apabila nantinya tanaman yang sudah disemai tidak dipindah ke lahan karena keterbatasan lahan, sebaiknya pilihlah polybag dengan ukuran besar.

Pada polybag tersebut silahkan diisi dengan media tanam, yang berupa campuran antara tanah humus dan sekam padi dengan perbandingan sama.

Kemudian lakukan perendaman terlebih dahulu pada benih terong yang sudah disiapkan. Perendaman dilakukan selama 15 menit dengan air hangat. Lalu buat lubang-lubang tipis pada media tanam di polybag dengan minimal jarak 1 cm.

Pada lubang tersebut kemudian masukkan benih yang sudah direndam. Tutup dengan sisa media tanam, lalu padatkan dengan cara ditepuk pelan. Setelah itu siram polybag dengan air secukupnya, dan tempatkan polybag di lokasi dengan sinar matahari cukup.

Tahukah Kamu? Terdapat Banyak manfaat dari Terong seperti mengontrol kolesterol, mengontrol kadar gula darah, menutrisi otak, mencegah penyakit jantung dan masih banyak lagi.

Tahapan Cara Menanam Terong


Persiapan bibit terong yang telah dilakukan, pada umumnya membutuhkan waktu setidaknya 1 bulan hingga tumbuh kecambah. Hingga bibit terong memunculkan 4 helai daun, maka sembari menunggu ada baiknya untuk mempersiapkan lahan budidaya.

1. Mempersiapkan Lahan Budidaya Terong

Lahan untuk budidaya terong ungu perlu dibuat bedengan. Langkah pertama pengolahan lahan adalah dengan membersihkan lahan dari gulma, rumput liar, maupun bebatuan di area lahan. Kemudian lakukan penggemburan lahan dengan cara dicangkul atau dibajak, yakni sampai kedalaman 30 cm.

Lahan yang sudah bersih dan telah digemburkan, dibuat bedengan. Panjang bedengan dapat disesuaikan dengan ketersediaan lahan, untuk lebarnya sendiri yakni 1 meter dan tinggi bedengannya 30 cm. Tiap bedengan sebaiknya dibuat jarak untuk parit, yakni kurang lebih 40 cm.

2. Proses Pemupukan Lahan

Setelah bedengan siap, saatnya untuk melakukan pemupukan. Pemupukan ini tujuannya supaya unsur hara dalam tanah lebih kaya. Yakni dengan menggunakan pupuk organik, bisa pupuk kompos maupun pupuk kandang. Sebanyak kurang lebih 15 ton untuk setiap hektarnya.

Baca Juga : Cara Budidaya Tananam Kacang Kapri

Pemupukan dilakukan dengan menaburkan pupuk organik di atas bedengan, lalu dicampur supaya merata dengan tanah.

3. Proses Pengukuran Tingkat Keasaman Tanah

Kemudian perlu dilakukan juga pengukuran tingkat keasaman tanah. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, pH tanah ideal untuk menanam terong ungu adalah pH 5 sampai 6.

Apabila kurang dari itu, maka perlu dilakukan pengapuran. Pengapuran dilakukan dengan menggunakan dolomit atau kapur pertanian, sebanyak 1 sampai 2 ton per hektarnya, dan sebaiknya dibiarkan dulu selama 7 hari sebelum bibit ditanam.

4. Pemindahan Bibit ke Lahan Tanam

Setelah bibit siap, saatnya dilakukan pemindahan. Terlebih dahulu buat lubang tanamnya. Diameter lubang tanam bisa disamakan dengan diameter polybag bibit. Kedalamannya juga bisa disesuaikan dengan polybag bibit. Tiap lubang diberi jarak.

Jarak antara lubang satu dengan yang lain pada satu baris yakni 60 cm. Untuk jarak antar baris sebaiknya 70 cm. Bedengan kemudian disiram dengan air hingga tanah tampak basah tapi tidak sampai menggenang. Baru setelah itu bibit dipindahkan dengan hati-hati dan pastikan akarnya tidak rusak apalagi sampai putus.

5. Proses Perawatan Tanaman Terong

Berikutnya adalah melakukan perawatan. Tahap inilah yang paling krusial dan penentu apakah budidaya terong ungu akan berhasil atau tidak. Perawatan yang dimaksud di sini selain menyiram secara rutin adalah penyulaman, pemupukan, pemasangan ajir, penyiangan serta pencegahan hama serta penyakit.

Penyiraman tanaman terong cukup sebanyak 3 hari sekali. Baru setelah tanaman berbunga, penyiraman dilakukan lebih sering yakni 2 hari sekali. Sebaiknya jika hujan, tanaman jangan disirami lagi untuk menghindari tanah tergenang.

Berikutnya penyulaman, yang wajib dilakukan usia 1 minggu setelah tanam. Apabila menemukan tanaman yang pertumbuhannya tidak normal, tampak layu dan tidak sehat, sebaiknya langsung cabut bersama dengan media tumbuhnya, dan diganti dengan bibit baru berusia sama.

6. Pemupukan Susulan untuk Tanaman Terong

Kemudian pemupukan susulan yang dilakukan mulai usia 2 minggu setelah tanam, dan dilakukan kembali di usia 5 minggu setelah tanam dan 7 minggu setelah tanam.

Pupuk yang digunakan adalah pupuk urea dan KCl untuk terong non organik, dengan dosis masing-masing 80 kg dan 45 kg, untuk satu hektar lahan. Sedangkan jika menggunakan pupuk organik, yakni dengan menggunakan pupuk kandang maupun pupuk kompos dengan dosis 0,5 kg atau 1 kepal tangan per tanaman.

Di saat melakukan pemupukan susulan tersebut, ada baiknya dilakukan bersamaan dengan penyiangan. Jika di bedengan tumbuh tanaman yang tidak diinginkan termasuk semak belukar yang tumbuh di sekitar lahan budidaya, sebaiknya langsung dibuang supaya tidak mengganggu pertumbuhan tanaman terong.

Baca Juga : Cara Menanam Tanaman Pohon Bidara

Saat tanaman memasuki usia 3 minggu setelah tanam, silahkan pasang ajir untuk menopang tanaman. Dipasang berjarak kira-kira 5 sampai 7 cm dari pangkal batang. Kemudian ikat tanaman terong dengan tali rafia, jangan diikat terlalu erat supaya tidak melukai tanaman.

Tahukah Kamu? Terong memiliki banyak Kandungan seperti folat, vitamin E dan K, Folat, Nasunin, Tiamin, Riboflavin, dan Niacin yang sangat baik untuk tubuh manusia.

7. Panen Tanaman Terong

Di usia 70 sampai 80 hst, tanaman terong sudah bisa mulai dipanen. Panen dilakukan pagi atau sore hari, dengan dipetik buah terongnya dari tangkai dan langsung dipasarkan. Panen selanjutnya akan berlangsung 3 sampai 7 hari sekali, dan untuk 1 kali siklus tanam, dapat dilakukan panen hingga 15 kali.

Demikianlah ulasan mengenai cara menanam terong, mulai dari syarat hidup dan persiapan bibitnya. Semoga informasi ini bisa bermanfaat terutama bagi para pembaca yang ingin mencoba membudidayakan sendiri tanaman ini. 

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

About the author

Josua Rifandy

Saya adalah seorang Entrepreneur Muda yang sedang aktif di dunia bisnis digital. Dalam menjalankan kehidupan saya memiliki Prinsip untuk Tidak Berhenti Belajar, Tidak Berhenti Bermimpi, dan Tidak Menyerah di Tengah Jalan. So tunggu apalagi, Ayo Raih Mimpi Mu.

Leave a Comment