Tanaman Pangan Cara Merawat Tanaman

Rahasia Cara Menanam Pohon Bidara dengan Mudah dan Cepat

Cara Menanam Pohon Bidara
Written by Josua Rifandy

Pohon bidara mungkin masih terdengar asing bagi masyarakat awam. Meskipun begitu, pohon bidara telah menyebar di beberapa negara di penjuru dunia, salah satunya Indonesia.

Tanaman ini memiliki tingkat kegagalan tinggi terutama pada proses pembenihan. Oleh karena itulah mengetahui cara menanam pohon bidara yang tepat menjadi hal penting yang harus dipahami.

Bidara atau yang kerap kali disebut widara atau jujube ini merupakan tanaman berbuah dengan bentuk pohon kecil.  Dalam Al-Qur’an, nama bidara sering disebutkan dalam beberapa ayat.

Tanaman ini diperkirakan berasal dari Timur Tengah, di mana pohon bidara tumbuh dengan baik di wilayah dengan musim kering.

Jenis-jenis Tanaman Bidara


Pohon bidara merupakan pohon kecil berakar tunggang yang tingginya bisa mencapai 15 meter, biasanya bengkok.

Terdapat 3 jenis pohon bidara yang umum dijumpai di antaranya adalah:

  1. Pertama adalah Bidara Arab atau Ziziphus spina Christi, berasal dari Arab dan memiliki buah dengan rasa manis dan asam.
  2. Kedua, Bidara China atau Zizyphus jujube, di mana buahnya berbentuk seperti apel yang cenderung oval. Saat matang, buahnya akan berwarna coklat hingga keunguan dan menjadi keriput, sehingga dijuluki juga sebagai kurma China.
  3. Yang ketiga adalah bidara laut atau Ziziphus Mauritiana yang dapat tumbuh dengan baik di kawasan pinggiran laut atau pantai. Warna buahnya berwarna kuning dengan rasa asam. Di pohonnya terdapat duri dengan ukuran yang lebih besar daripada pohon bidara arab.

Tanaman bidara dapat dimanfaatkan daun, pohon dan buahnya. Selain itu menanam pohon bidara juga dipercaya dapat menangkal sihir maupun menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh gangguan sihir.

Rahasia Cara Menanam Pohon Bidara


Bidara yang ditanam secara vegetatif memiliki keunggulan dapat berbuah dengan lebih cepat. Sedangkan jika menanam secara generatif atau biji, biasanya akan menghasilkan pohon bidara dengan jenis dan kualitasnya yang tak menentu.

Baca Juga : Cara Menaman Tanaman Pare

Tanaman ini tumbuh dengan baik di daerah dengan ketinggian 1000 mdpl, dengan suhu yang cenderung panas. Walaupun di habitat asalnya tanaman ini tahan dengan musim kering, namun sebaiknya tanahnya tidak sampai mengalami kekeringan supaya tanaman dapat tumbuh dengan sempurna.

1. Proses Mempersiapkan Benih Biji Bidara

Jika menanam dari biji, langkah yang harus dilakukan adalah mengumpulkan buah bidara matang sebanyak yang dibutuhkan, pastikan warna buahnya sudah berubah seutuhnya menjadi coklat kemerahan tanpa warna hijau sedikitpun yang tersisa. Buah yang dipilih sebaiknya buah dengan bentuk yang bagus tanpa cacat sedikitpun.

Buah tersebut kemudian dipotong memanjang menggunakan pisau lalu keluarkan biji di dalamnya. Lalu bagian permukaannya dibersihkan dengan cara digosok lembut, supaya daging buah yang masih menempel dapat terangkat.

Setelah semua biji sudah dibersihkan, saatnya dibilas menyeluruh dan silahkan dijemur di luar ruangan dengan sinar matahari penuh selama kurang lebih 4 hingga 5 jam. 

Kemudian biji-biji yang sudah mengering itu dipecah cangkangnya dengan alat penumbuk seperti cobek batu. Pastikan untuk menumbuk dengan hati-hati supaya biji di dalamnya tidak ikut pecah.

Biji-biji yang sudah dikeluarkan dari cangkangnya itu kemudian direndam semalaman menggunakan campuran air bersih dan ZPT. Tujuan perendaman ini supaya proses perkecambahan bijinya lebih cepat.

ZPT bisa dengan menggunakan bawang merah yang sudah ditumbuk halus, yang kemudian dilarutkan dalam air bersih.

2. Penyemaian Biji Bidara

Setelah direndam semalaman, biji kemudian ditiriskan lalu disemai. Penyemaian dilakukan dengan menyiapkan nampan atau baki yang alasnya sudah diberi tisu sebanyak 3 lembar.

Biji-biji yang sudah direndam semalaman kemudian disemai di atasnya secara rapi, kemudian disiram air bersih dengan cara disemprot menggunakan sprayer. Wadah penyemaian kemudian ditutup dengan plastik berwarna gelap selama 2 sampai 3 hari.

Nantinya biji akan tumbuh akarnya yang artinya benih bidara siap untuk dipindah ke polybag.

3. Proses Pemindahan Benih ke Polybag

Di polybag sendiri, tentunya harus diisi dengan tanah yang sesuai untuk tanaman bidara. Media tanam yang baik adalah campuran dari tanah humus, pupuk kandang, serta sekam padi dengan perbandingan sama.

Media tanam itu dicampur hingga benar-benar rata baru kemudian dimasukkan ke dalam polybag berukuran sekitar 15 x 15 cm.

Baca Juga : Cara Budidaya Semangka

Sebelum menanam benihnya, sebaiknya pada bagian atas media tanamnya diberikan abu sekam secukupnya lalu disiram hingga media tanamnya menjadi basah. Kemudian buat lubang tanam.

Pastikan kedalamannya sekitar 2 sampai 3 cm. Baru setelah itu biji yang sudah disemai dimasukkan ke dalam lubang dengan posisi akar di bawah, lalu dikubur dengan menyisakan sedikit bagian atas bijinya. Silahkan disiram kembali.

4. Penyiraman dan Perawatan Tanaman Bidara

Polybag diletakkan di area terbuka yang memastikan tanaman mendapat pancaran sinar matahari langsung. Akan tetapi sebaiknya berikan naungan di atasnya supaya sinar matahari yang datang tidak dalam intensitas yang terlalu berlebih.

Naungan yang diberikan sebisa mungkin adalah naungan yang bisa dibuka atau ditutup. Jadi saat pagi hari mulai pukul 7 hingga pukul 10, naungan bisa dibuka supaya bibit mendapat sinar matahari penuh.

Baca Juga : Cara Menaman Tanaman Kurma

Karena jika terlalu lama berada di tempat gelap, tanaman akan mengalami etiolasi, di mana pertumbuhannya cepat namun kondisi tumbuhannya menjadi lemah dengan batang yang tidak kokoh serta daunnya yang kecil dan pucat.

Penyiraman dilakukan dengan melihat kondisi tanahnya. Jika tanahnya masih lembab karena hujan misalnya, sebaiknya tidak perlu disiram lagi. Tapi apabila tanahnya terlihat kering, maka penyiraman perlu dilakukan.

Biasanya dalam waktu seminggu benih sudah tumbuh dan menghasilkan 2 helai daun muda. Tanaman bidara bisa dipindahkan ke lahan saat batangnya sudah cukup tinggi dan akarnya yang mulai menembus bagian bawah polybag.

Perawatan tetap harus dilakukan sampai pohon bidara memasuki masa panen. Perawatan yang bisa dilakukan adalah penyiraman terutama saat kondisi tanahnya kering, pemupukan serta penyiangan gulma.

5. Perawatan Bidara dari Gulma dan Hama

Apabila muncul gulma yang tumbuh di sekitar tanaman bidara, sebaiknya segera dicabut supaya tidak merebut nutrisi yang seharusnya untuk tanaman bidara.

Pupuk dapat diberikan saat masa vegetatif, yakni dengan menggunakan pupuk kandang dengan kadar secukupnya. Lalu berikan juga pupuk nitrogen atau pupuk urea sebagai pupuk tambahan untuk mempercepat proses pembentukan buah.

Jika tanaman bidara tumbuh dengan baik tanpa terkendala oleh hama atau kerusakan apa pun, di tahun kedua pohon ini sudah akan berbuah. Setelah buahnya dipanen, disarankan untuk memangkas bunga-bunga yang muncul dari pucuk baru.

Tujuannya supaya pucuk-pucuknya memiliki tingkat kesuburan yang memadai sehingga nantinya akan membuat pohon bidara menghasilkan buah dengan ukuran yang baik.

Buah serta daun bidara memiliki banyak khasiat yang baik bagi kesehatan. Manfaat dari konsumsi buah bidara antara lain sebagai antioksidan, memperkuat otot, tulang dan gigi, mengurangi risiko pembentukan sel kanker, dapat meningkatkan kekebalan tubuh, menormalkan sistem pencernaan, menurunkan tekanan darah, serta mengandung vitamin A dan C. Daun bidara sendiri bermanfaat dalam mengatasi gangguan pada mulut,mengobati luka, masalah kewanitaan, serta dapat mengatasi jerawat.

Itulah rahasia cara menanam pohon bidara yang baik dan benar. Dengan mengetahui cara ini, maka resiko kegagalan dalam menanam tanaman bidara dapat ditekan semaksimal mungkin. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi pembaca dan selamat mencoba!

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

About the author

Josua Rifandy

Saya adalah seorang Entrepreneur Muda yang sedang aktif di dunia bisnis digital. Dalam menjalankan kehidupan saya memiliki Prinsip untuk Tidak Berhenti Belajar, Tidak Berhenti Bermimpi, dan Tidak Menyerah di Tengah Jalan. So tunggu apalagi, Ayo Raih Mimpi Mu.

1 Comment

Leave a Comment