TrikMerawat Extraordinary Man!

Teknik, Cara, Serta Tips Budidaya Salak Berkualitas Tinggi

3 min read

Budidaya Salak

Buah salak identik dengan bentuknya yang mirip telur dan memiliki kulit seperti sisik ular yang kasar dan cukup tajam. Buah ini menjadi salah satu yang sangat disukai masyarakat Indonesia sehingga budidaya salak cukup mudah ditemui.

Tanaman salak sendiri berupa palma yang berbentuk perdu, memiliki banyak duri, serta bertumbuh sebagai rumpun yang kuat dan rapat.

Saat kulit buah salak dikupas, di dalamnya terdapat sebanyak 2 sampai 3 biji salak dengan daging berwarna keputihan hingga kuning krem yang tebal, dengan rasa manis, sepat maupun masam.

Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman Strawberry

Salak memiliki banyak jenis berdasarkan kultivarnya, akan tetapi ada setidaknya 4 kultivar salak yang populer di Tanah Air. Antara lain salak pondoh, salak Bali, salak condet dan salak sidimpuan.

Adapun yang akan dibahas di sini adalah budidaya salak pondoh, yang merupakan kultivar salak yang dikembangkan di Yogyakarta, tepatnya di sisi tenggara lereng Gunung Merapi.

Meskipun salak pondoh memiliki berbagai varian lagi, akan tetapi ciri khasnya sama, yakni memiliki daging buah dengan rasa manis, tidak terasa kesat saat masih muda, dan garing.

Menjadi simbol penting kepariwisataan Yogyakarta, salak pondoh saat ini sudah banyak dibudidayakan secara meluas di wilayah lainnya.

Teknik, Cara dan Tips Budidaya Salak Pondoh


Budidaya salak cocok dilakukan di Indonesia. Dikarenakan salak pondoh memiliki syarat tumbuh yakni di daerah dengan iklim tropis. Untuk ketinggian daerah budidaya ideal diukur dari permukaan laut, budidaya salak baik dilakukan di ketinggian 400 sampai 700 m.

Dengan suhu udara optimum 20 sampai 30 derajat C dan mendapat pancaran sinar matahari sebanyak 50 sampai 70%. Untuk struktur tanahnya sendiri membutuhkan tanah yang kaya akan zat organik, gembur, dan memiliki keasaman pH 5.5 sampai 6.5, di antaranya tanah lempung berpasir.

Baca Juga : Cara Menanam Tanaman Bunga Matahari

Tips jitu supaya budidaya salak cepat berbuah dan memiliki kualitas tinggi, adalah dengan memperbanyak melalui cara vegetatif. Cara vegetatif berarti tanaman salak diperbanyak dari bagian tumbuhan salak selain biji, misalnya akar, batang maupun daun.

Cara ini lebih disarankan daripada cara generatif yang membutuhkan waktu yang lebih lama dalam menghasilkan buah. Cara vegetatif juga akan menghasilkan tumbuhan dengan kualitas yang sama persis dengan induknya.

Sehingga bagi yang ingin menghasilkan buah salak kualitas tinggi, maka dianjurkan menggunakan cara vegetatif.

1. Memilih Bibit Salak Berkualitas

Pemilihan bibit salak perlu dilakukan dengan penuh pertimbangan. Pastikan membeli bibit pada pedagang yang sudah bersertifikat. Baik itu bibit dari tunas anakan, maupun cangkok.

Hal ini supaya bibit yang dibeli memiliki mutu yang benar-benar terjamin. Sehingga mengurangi kerugian pembeli baik secara biaya, waktu serta tenaga.

2. Proses Mengolah Lahan

Setelah bibit sudah siap, saatnya untuk melakukan pengolahan lahan. Untuk lahan monokultur (satu areal hanya ditanami satu jenis tanaman), maka perlu diatur jarak antar tanamannya seluas 2 x 2 meter. Nantinya dalam 1 hektar lahan, dapat ditanami sejumlah 1800 rumpun salak.

Sedangkan untuk lahan polikultur (satu areal ditanami lebih dari 1 jenis tanaman), maka antar tanaman diberi jarak 1,5 x 1,5 m. Jangan lupa untuk membuat saluran air juga untuk mengantisipasi tanah tergenang akibat hujan deras serta untuk pengairan ketika musim kemarau tiba.

Selanjutnya buat lubang tanam. Cara membuat lubang tanam adalah dengan memisahkan tanah bagian atas dan tanah bagian bawah. Ukuran lubang tanamnya 50 x 50 x 50 cm, atau 75 x 75 x 75 cm. Setelah itu jangan langsung menanam bibit.

Biarkan dulu lubang tanam dalam keadaan terbuka selama 3 minggu. Baru kemudian beri pupuk kandang sebanyak 15 kg pada kedalaman lubang, dan masukkan kembali tanah yang sudah dicampur pupuk, silahkan tunggu lagi selama seminggu sebelum ditanami.

3. Tahap Penanaman Bibit

Penanaman bibit sebaiknya dilakukan di awal musim hujan, atau dalam keadaan tanah lembab oleh penyiraman. Satu lubang tanam ditanami dengan 1 bibit cangkokan salak.

Apabila bibitnya merupakan hasil dari perbanyakan biji, sebaiknya 1 lubang tanam ditanami dengan 2 rumpun, karena jenis kelaminnya belum diketahui.

Bibit salak dikeluarkan dari polybag atau kantong plastik dengan hati-hati, lalu masukkan ke dalam lubang tanam dan timbun dengan tanah yang sudah dicampuri pupuk. Penanaman dilakukan dengan hati-hati dan memastikan bahwa akarnya tidak sampai rusak.

Pasang ajir di sekeliling tanaman salak pondoh, dan pangkas 75% daunnya untuk mengurangi penguapan. Sebaiknya dalam satu lahan jangan mencampur satu jenis salak dengan jenis lainnya, tujuannya untuk menghindari adanya perkawinan silang yang dapat menghasilkan buah yang jauh dari harapan.

4. Tahap Pemeliharaan Tanaman Salak

Selanjutnya adalah melakukan pemeliharaan tanaman. Pemeliharaan tanaman salak yang pertama adalah pengairan. Tanaman membutuhkan pasokan air yang cukup banyak, utamanya saat musim kemarau. Semakin besar tanaman, semakin banyak pula kebutuhan airnya.

Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman Alpukat

Perlu dilakukan pengairan dengan rutin dan teratur apabila tanahnya adalah tanah berpasir, tanah yang kurang subur, sinar matahari yang diterima penuh, dan berada pada musim kemarau.

Kemudian penyulaman, kegiatan pemeliharaan ini dilakukan saat menemukan tanaman yang sudah mati, lambat pertumbuhannya, serta perbandingan tanaman jantan dan betina yang tidak seimbang. Penyulaman dilakukan dengan mengganti bibit yang tidak diinginkan, dengan bibit berusia sama dan memiliki kualitas unggul.

Selanjutnya dilakukan pemupukan serta penggemburan. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik dan pupuk NPK. Pemberian pupuk kandang yakni sebanyak 15 kg untuk tiap rumpun.

Tujuannya adalah untuk menjaga kesuburan dan struktur tanah. Seraya melakukan pemupukan, ada baiknya dibarengi dengan penggemburan tanah. Penggemburan dilakukan dengan hati-hati supaya tidak merusak perakaran tanaman salak.

Pemeliharaan berikutnya adalah penyiangan. Dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk pertama, atau di usia 6 bulan pertama dan selanjutnya dilakukan tiap 4 bulan sekali.

Kemudian pemangkasan yang mulai dilakukan ketika tanaman salak mulai berbunga dan berbuah. Pemangkasan perlu dilakukan secara rutin tiap 2 bulan sekali, bahkan setelah panen dengan tujuan supaya banyaknya pelepah daun dan tunas tidak terlalu banyak dan supaya lingkungannya tidak terlalu lembab.

5. Penyerbukan Tanaman Salak

Berikutnya yakni melakukan penyerbukan. Meskipun sebenarnya tanaman salak dapat melakukan perkawinan sendiri, akan tetapi untuk mendapatkan hasil yang terbaik, kerapkali penyerbukan dilakukan dengan bantuan manusia.

Umumnya tanaman salak pondoh berbunga di usia 3 tahun, namun jika diperbanyak melalui tunas anakan, tanaman sudah berbunga di usia 2 tahun.

Tanaman salak dapat mulai dilakukan penyerbukan saat memunculkan tanda di antaranya seludang bunga betina pecah dengan bau yang wangi dan warna merah. Cara melakukan penyerbukan adalah dengan mengoleskan bunga jantan pada bunga betina.

Pastikan bagian benang sari dari bunga jantan menempel pada putik dari bunga betina. Setelah penyerbukan berhasil, segera tutupi bunga betina dengan daun supaya serbuk sari tidak terbang tertiup angin.

6. Penjarangan dan Panen Tanaman Salak

Berikutnya lakukan penjarangan buah pada buah yang tumbuhnya tidak ideal. Untuk buah kualitas baik, silahkan dibungkus dan tunggu hingga matang baru buah salak dapat dipanen. Biasanya panen dilakukan setelah buah berusia 6 bulan sejak bunga mekar.

Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman Kentang

Itulah informasi seputar cara budidaya salak untuk menghasilkan buah yang berkualitas tinggi. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi para pembaca semua yang ingin membudidayakan tanaman ini ya!

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

TrikMerawat Extraordinary Man!

One Reply to “Teknik, Cara, Serta Tips Budidaya Salak Berkualitas Tinggi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *