Tanaman Pangan Cara Merawat Tanaman

Kiat-Kiat Sukses Budidaya Kopi Dengan Lahan Sempit dan Terbatas

budidaya kopi
Written by Josua Rifandy

Sebagai salah satu negara penghasil kopi, Indonesia memiliki berbagai varietas kopi yang berkualitas dan memiliki cita rasa yang khas. Tak heran jika budidaya kopi sangat populer untuk dilakukan. Apalagi dengan tren bisnis minuman kopi yang kini semakin menggeliat. Tentunya usaha budidaya kopi bisa menjadi ladang bisnis yang sangat potensial. 

Jenis-jenis Kopi Terbaik Di Indonesia


budidaya kopi
(Sumber: Denianggoleta.com)

Sebelum membahas lebih lanjut perihal budidaya kopi, perlu diketahui lebih dahulu jenis kopi yang ada di Indonesia. Berikut beberapa jenis kopi terbaik di tanah air yang bisa menjadi pilihan budidaya kopi: 

Baca Juga: Syarat Budidaya Kacang Panjang dan Metode Pemupukannya

1. Kopi Aceh Gayo

Kopi Aceh Gayo sendiri banyak ditanam di dataran tinggi seperti daerah Bener meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Rasanya merupakan perpaduan antara enak, tidak terlalu pahit, dan wangi yang menggugah. Cita rasa inilah yang membuat kopi Gayo terkenal hingga mancanegara.

2. Kopi Toraja

Kopi yang berasal dari Sulawesi Selatan ini diproses melalui metode giling basah. Kopi ini terkenal memiliki aroma yang sangat khas, sehingga menarik minat banyak pecinta kopi. Sebagai salah satu kopi terbaik tanah air, kopi ini memiliki 2 jenis varian, yaitu kopi Toraja Robusta dan kopi Toraja Arabika.

3. Kopi Papua Wamena

Kopi ini ditanam di dataran tinggi Lembah Baliem pegunungan Jayawijaya pada ketinggian 2.000 mdpl. Dataran tinggi menyebabkan iklim di sana sangat sesuai untuk budidaya kopi. Aroma kopinya pun tergolong sangat unik dengan sensasi floral lembut. Kopi Wamena ini memiliki cita rasa cenderung lembut dengan tingkat keasaman yang sedang.

Tips Budidaya Kopi di Tempat Terbatas


Melakukan budidaya kopi tidak hanya bisa dilakukan di lahan yang luas saja. Lahan sempit dan terbatas pun bisa ditanami kopi. Menanam kopi di lahan yang sempit memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin dilakukan. Membudidayakan kopi di lahan sempit bisa saja menghasilkan keuntungan asal dikelola dengan baik. Berikut beberapa tips menanam kopi di lahan terbatas:

Baca Juga: Point Penting Cara Merawat Bunga Kertas Dijamin Nggak Ribet

1. Pilih Jenis Kopi yang Sesuai 

Hal yang unik dari budidaya kopi adalah kondisi iklim yang berpengaruh besar. Jika iklim kurang mendukung maka kopi yang ditanam bisa menghasilkan biji kopi yang tidak sesuai dengan ekspektasi atau bahkan kegagalan. 

Selain itu, tanaman kopi yang ditanam di dataran tinggi dan dataran rendah juga memiliki perawatan yang berbeda karena adanya perbedaan suhu yang cukup besar. Perbedaan iklim inilah yang sering menentukan cita rasa kopi. 

Sehingga, jika jenis kopi yang ditanam tidak cocok, maka tanaman bisa menghasilkan biji kopi yang bercita rasa buruk. Oleh karena itu, sebelum memutuskan memilih bibit cari informasi tentang kondisi iklim di tanah yang akan ditanami serta jenis kopi apa yang cocok untuk di tanam di sana.

2. Pilih Kopi yang Memiliki Kualitas Unggul 

budidaya kopi
(Sumber: Majalah.ottencoffee.com)

Memilih bibit terbaik merupakan syarat wajib untuk melakukan budidaya apapun, termasuk budidaya kopi. Walaupun masih belum popular, sebaiknya pilihlah bibit yang dikembangkan oleh pihak-pihak professional. Jika masih ragu, sebaiknya cari informasi lebih lengkap di instansi-instansi resmi seperti di Kementerian pertanian. 

Pemerintah memiliki Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia yang telah menghasilkan benih kopi kopi unggulan seperti kopi varietas arabika Andungsari 1, Kartika 1, Kartika 2, Abesinia 3, S759 dan USDA 762. Instansi pemerintah seperti ini biasanya selain menyediakan bibit unggulan juga menghasilkan produk-produk lain serta informasi tentang pertanian yang dapat diakses oleh masyarakat umum.

3. Perhatikan Kondisi Lahan 

Kondisi lahan akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan budidaya kopi. Jika lahan terasa kurang subur maka perlu dilakukan perawatan untuk mengembalikan kondisi lahan seperti semula. Selain itu, karena kondisi lahan juga terbatas maka jarak antar pohon kopi juga harus diatur sedemikian rupa agar tidak terlalu berdempetan. 

4. Menggunakan Pot

Selain menanam secara langsung, opsi menanam dalam pot juga memungkinkan. Menanam dalam pot mungkin terdengar aneh namun bisa menjadi pilihan yang bagus karena kondisi pohon dan perakarannya dapat dipantau dengan lebih baik. 

Pastikan memilih pot yang kuat sehingga tidak akan rusak karena pertumbuhan akar. Selain itu, jika tanaman sudah terlampau besar dan tidak dimungkinkan ditanam dalam pot lagi, sebaiknya pindahkan tanaman ke media lain yang lebih lebar.

5. Perhatikan Proses Perawatan 

budidaya kopi
(Sumber: Majalah.ottencoffee.com)

Karena berada di lahan terbatas, perawatan budidaya kopi akan lebih mudah dan tidak membutuhkan banyak tenaga. Tapi, irigasi lahan juga tidak boleh dianggap remeh. Untuk lahan sempit, sebaiknya irigasi dibuat di pinggiran agar lebih efisien. 

Pohon juga perlu dipangkas setidaknya beberapa kali agar batang tidak melengkung dan patah. Selain itu, penggunaan pestisida dan herbisida juga tidak bisa sembarangan. Perhatikan cara penggunaannya agar pohon kopi dapat berbuah lebat.

Perhatikan juga proses penyiraman. Untuk menghasilkan biji kopi terbaik sebaiknya penyiraman dilakukan secara berkala terutama di musim kemarau. Saat musim kemarau tanaman kopi setidaknya perlu disiram setiap 2 minggu sekali. Pastikan tidak ada genangan air di sekitar lokasi pembudidayaan kopi agar tidak mengundang hewan-hewan tertentu serta menyebabkan kerusakan akar pada tanaman.

6. Penanggulangan Hama 

Karena berada di lahan sempit, penanggulangan hama pohon kopi akan jauh lebih mudah. Umumnya, hama atau penyakit yang sering menyerang pohon kopi adalah kutu daun, penggerek buah kopi, penggerek batang merah, serta penggerek cabang dan ranting. 

Jika hama yang menyerang masih dalam skala kecil mungkin masih bisa ditangani dengan metode sederhana. Namun, jika sudah menyebar perlu dilakukan penanganan khusus. Oleh sebab itu, pemeriksaan tanaman penting dilakukan secara rutin dan menyeluruh. Selain hama, gulma yang mengganggu juga harus dibersihkan secara teratur. 

Gulma yang tumbuh berlebihan terutama di musim hujan, akan mengganggu pertumbuhan tanaman kopi dan menyerap nutrisi penting yang seharusnya diserap oleh tanaman kopi. Pastikan juga untuk tidak membersihkan gulma terutama saat musim penghujan menggunakan pestisida atau cairan kimia karena bisa berbahaya bagi tanaman lain di sekitar lokasi penanaman.

Baca Juga: Strategi Jitu Cara Budidaya Anggrek Agar Sukses

7. Jangan Lupakan Pemberian Pupuk

Agar tanaman kopi cepat tumbuh perlu dilakukan pemupukan secara berulang. Gunakan pupuk NPK agar kebutuhan nutrisi tanaman kopi terpenuhi sehingga menghasilkan buah yang berkualitas. Lakukan secara rutin setiap 2 minggu sekali saat musim kemarau dan 3-4 minggu sekali saat musim hujan. 

Selain pupuk NPK secara rutin, tanaman kopi juga perlu diberi pupuk dasar berulang setiap 1 tahun sekali. Pupuk yang dipergunakan berupa pupuk kompos atau pupuk kandang. Jika tanaman kopi sedang berbuah maka interval pemberian bisa dipersingkat menjadi 6-8 bulan sekali. Cukup dengan menggali tanah sedalam 30 cm di sekitar akar kopi dengan jarak 60-100 cm maka pupuk sudah bisa ditaburkan.

8. Melakukan Proses Cangkok 

Metode pencangkokan sudah sangat lazim digunakan. Dengan metode ini tanaman kopi bisa menghasilkan buah yang lebih lebat dibandingkan tanaman kopi biasa. Dengan menggunakan bibit cangkok yang bagus, potensi untuk menghasilkan buah dengan kualitas tinggi bisa semakin meningkat. Dengan menggunakan metode ini, produktivitas tanaman kopi bisa ditingkatkan walaupun di lahan yang terbatas. 

Itu dia, beberapa tips yang bisa dilakukan untuk budidaya kopi di lahan terbatas. Perlu diingat juga, jika kopi merupakan tanaman yang membutuhkan perawatan yang cukup banyak. Jadi, pastikan untuk memberikan perawatan terbaik agar hasil panen bisa maksimal.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

About the author

Josua Rifandy

Saya adalah seorang Entrepreneur Muda yang sedang aktif di dunia bisnis digital. Dalam menjalankan kehidupan saya memiliki Prinsip untuk Tidak Berhenti Belajar, Tidak Berhenti Bermimpi, dan Tidak Menyerah di Tengah Jalan. So tunggu apalagi, Ayo raih mimpi Mu.

Leave a Comment