Cara Merawat Hewan

Analisa dan Cara Budidaya Kambing Kacang untuk Pemula

budidaya kambing kacang
Written by Josua Rifandy

Budidaya kambing kacang merupakan budidaya di bidang peternakan yang sangat menguntungkan terutama bagi masyarakat Indonesia. Budidaya kambing kacang selain menjadi ladang bisnis, juga bisa menjadi investasi di masa depan. Mengingat jumlah permintaan daging kambing yang selalu tinggi setiap tahunnya, bisa dipastikan budidaya ini akan memberikan keuntungan di masa mendatang. 

Kambing kacang sendiri adalah salah satu dari sekian jenis kambing yang terdapat di Indonesia. Siapa sangka rupanya jenis ini adalah asli dari Indonesia, sehingga banyak dijumpai di daerah manapun di Nusantara. Selain itu karena harga yang dijual lebih murah daripada jenis kambing lainnya membuat kambing kacang lebih diminati oleh masyarakat Indonesia. 

Panduan dan Analisa Budidaya Kambing Kacang


Kambing kacang merupakan kambing pedaging, yang kambing betinanya bisa melahirkan sebanyak 3 kali dalam 2 tahun. Kambing jenis ini juga tidak membutuhkan lahan yang luas untuk dibudidayakan. Dengan lahan sempit saja sudah bisa melakukan budidaya kambing kacang. Untuk selengkapnya mengenai budidaya kambing kacang, simak penjelasannya di bawah ini. 

Baca Juga: Ketahui 5 Cara Merawat Kambing Agar Tidak Mudah Sakit

1. Analisa Budidaya Kambing Kacang 

budidaya kambing kacang
(Sumber: Wisatakebun.id)

Sebelum memutuskan melakukan budidaya kambing kacang, sebaiknya pikirkan terlebih dahulu berapa modal awal dalam memulai usaha budidaya ini. Budidaya kambing kacang membutuhkan lahan, kandang, bibit, pakan, serta kebutuhan lainnya seperti pekerja jika perlu. Modal awal budidaya dapat disesuaikan dengan budget yang dimiliki. 

Untuk lahan, bebas bisa gunakan lahan yang dimiliki sendiri meskipun tidak terlalu luas, atau dengan menyewa lahan yang lebih luas dan cocok sebagai tempat budidaya. Kemudian kandangnya bisa disesuaikan dengan jumlah bibit yang akan dikembangbiakkan, sekaligus memperhitungkannya dengan luas lahan yang dimiliki. 

Apabila menggunakan lahan sendiri, maka akan lebih menekan jumlah modal yang dikeluarkan. Semisal modal untuk lahannya Rp0,-. Lalu biaya pembuatan kandangnya, semisal 2 kandang saja Rp6.000.000,-. Bibit kambing kacang jantan betina 2 pasang dengan masing-masing seharga Rp2.500.000 dikali 4 ekor kambing, maka harus mengeluarkan biaya Rp10.000.000,-. 

Terakhir adalah gaji pekerja yang mencari rumput sekaligus mengurus kambing sebesar Rp1.000.000,- per bulan. Maka jika di total keseluruhan, biaya awal memulai usaha ini adalah sebesar Rp17.000.000,- saja. Jumlah ini belum ditambah dengan kebutuhan lainnya. Namun dengan modal awal 17 juta rupiah saja pembudidaya sudah dapat melakukan usaha ini. 

2. Penyediaan Lahan 

Sekarang langsung saja membahas tentang tahapan budidaya kambing kacang. Yang pertama adalah menyediakan lahan. Lahan yang dibutuhkan tidak harus yang luas, menggunakan lahan pekarangan rumah yang terlihat lapang saja sudah cukup, apalagi kalau jumlah kambing yang dibudidayakan bukan dalam skala besar. 

3. Membuat Kandang Kambing Kacang 

Berikutnya buat kandang untuk kambing kacang. Bahan pembuatan kandang kambing kacang tidak perlu dari kayu jati yang mahal. Menggunakan bambu saja sudah cukup. Kandang kambing dibuat menyerupai bentuk rumah kecil yang mana lantai kandangnya lebih tinggi dari permukaan tanah. Sediakan tempat untuk menaruh pakan dan minumnya. Jangan lupa untuk membuat atap di bagian atas kandang untuk melindungi kambing dari panas terik matahari dan hujan. Atap disusun dengan genteng, jangan seng karena dapat membuat kambing kepanasan saat matahari sedang terik-teriknya. Pastikan kambing tidak bisa melompat keluar dari kandang melalui celah depan, sehingga pengukuran kerangka kandangnya harus pas dan tepat. 

4. Memilih Indukan Kambing Kacang yang Berkualitas

Setelah kandang sudah jadi dan siap dipakai, sediakan bibit kambing kacang untuk dikembangbiakkan. Indukan yang dipilih adalah sepasang, jantan dan betina. Pastikan kedua indukan memang sudah waktunya kawin sehingga akan lebih cepat dalam menghasilkan keturunan. Indukan betina yang siap kawin biasanya berusia 8 bulan. Kedua indukan harus memenuhi ciri-ciri diantaranya sehat, tidak cacat, memiliki kaki yang lurus dengan badan panjang, warna bulunya bersih dan segar alias tidak pucat, pertumbuhannya tidak abnormal, memiliki nafsu makan tinggi, tampilannya gagah dengan tumit yang tinggi, aktif dan lincah bergerak, serta memiliki nafsu tinggi untuk kawin. 

Baca Juga: Aturan Penting dalam Cara Merawat Bayi Kelinci

5. Pemberian Pakan 

budidaya kambing kacang
(Sumber: Hobiternak.com)

Pada analisa, sengaja tidak dimasukkan biaya untuk pakannya karena memang aslinya pakan untuk kambing tidak memerlukan biaya khusus. Kambing tidak diberi pakan pabrikan berupa voer, melainkan diberi pakan berupa dedaunan. Dedaunan yang kerap dijadikan pakan untuk kambing kacang adalah daun pisang. Tentunya sangat mudah sekali menemukan daun pisang terutama di pedesaan, kalau toh beli biasanya harganya tidak terlalu mahal. 

Akan lebih untung lagi jika pembudidaya juga memiliki kebun pisang sendiri sehingga tidak membutuhkan biaya tambahan untuk penyediaan pakannya. Selain daun pisang, kambing kacang juga bisa diberi pakan berupa daun lamtoro. Tumbuhan segar lain juga sebaiknya diberikan pada kambing agar kambing kacang dapat berkembang biak dengan lebih cepat. 

6. Memberikan Probiotik dan Temulawak 

Supaya kambing kacang dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat dan cepat, jangan lupa untuk berikan probiotik serta temulawak. Probiotik ini diberikan dengan tujuan untuk menyeimbangkan nutrisi bagi kambing kacang. Frekuensi pemberian probiotik dilakukan minimal seminggu sekali guna menunjang kesehatan kambing kacang. 

Sedangkan temulawak, berguna untuk meningkatkan nafsu makan kambing. Di saat kambing kacang memiliki nafsu makan tinggi yang terus terjaga, maka dia akan bertumbuh dengan cepat. Pemberian temulawak ini disarankan rutin minimal setiap seminggu sekali. 

7. Memberikan Vaksin 

Vaksinasi pada kambing kerap dipandang sebelah mata. Padahal vaksinasi pada kambing juga perlu supaya kambing terhindar dari serangan penyakit yang dapat menyebabkan kerugian dalam usaha budidaya ini. Vaksin untuk kambing berupa suntikan, yang sebaiknya dilakukan oleh ahlinya. 

8. Melakukan Perjodohan 

budidaya kambing kacang
(Sumber: Sunnahaqiqah.com)

Agar bibit kambing kacang dapat menghasilkan keturunan yang mewarisi gen mereka, maka harus dilakukan perjodohan. Tahap ini memang agak sulit dilakukan. Cara melakukan perjodohan adalah dengan berusaha mendekatkan kambing jantan dan betina hingga mereka bisa saling suka dan mau kawin. Apabila kesulitan melakukannya sendiri, bisa dengan meminta bantuan orang lain atau pembudidaya kambing kacang yang sudah berpengalaman. 

Baca Juga: Rahasia Sukses Budidaya Ikan Black Ghost Bagi Pemula

9. Kelebihan Budidaya Kambing Kacang 

Jangan ragu untuk memulai budidaya kambing kacang karena ternyata budidaya kambing jenis ini memiliki banyak kelebihan daripada kambing jenis lainnya, diantaranya: 

  1. Kambing kacang lebih disukai pembeli karena harganya yang relatif lebih murah, dagingnya tidak terlalu padat dan tulangnya tidak terlalu besar
  2. Tidak mudah terserang penyakit
  3. Perawatannya sangat mudah, karena kambing jenis ini bisa dilepasliarkan di padang gembala, meskipun kambing jantan harus diikat dengan tali supaya tidak beradu dengan kambing jantan lainnya
  4. Adaptif dengan cuaca dan pakan di Indonesia, mengingat kambing kacang adalah jenis kambing yang asli Indonesia
  5. Sangat produktif. Dimana indukan betina sudah bisa dikawinkan di usia 8 bulan. Dengan persentase lahir kembar 52%, bahkan ada juga yang bisa melahirkan kembar tiga. 

Demikian informasi budidaya kambing kacang ini sekaligus kelebihan yang ditawarkan. Diharapkan budidaya kambing kacang ini bisa menjadi inspirasi usaha ternak yang menguntungkan. Selamat mencoba! 

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

About the author

Josua Rifandy

Saya adalah seorang Entrepreneur Muda yang sedang aktif di dunia bisnis digital. Dalam menjalankan kehidupan saya memiliki Prinsip untuk Tidak Berhenti Belajar, Tidak Berhenti Bermimpi, dan Tidak Menyerah di Tengah Jalan. So tunggu apalagi, Ayo raih mimpi Mu.

Leave a Comment