Tanaman Pangan Cara Merawat Tanaman

Budidaya Kacang Bogor dari Benih hingga Tumbuh Subur

Budidaya Kacang Bogor dari Benih hingga Tumbuh Subur Trikmerawat.com
Nur Atinal
Written by Nur Atinal

Kacang Bogor (Vigna subterranean) menjadi salah satu jenis kacang-kacangan yang banyak diminati oleh masyarakat sebagai camilan lezat bernutrisi atau olahan makanan. Dinamakan kacang Bogor karena kacang ini lebih sering dijajakan di kota hujan, Bogor. Namun, sebagian besar budidaya kacang Bogor justru dilakukan di daerah lain seperti Sukabumi, Pati, dan Lampung.

Mungkin kacang Bogor belum menjadi perhatian penuh di negara Indonesia. Akan tetapi, di daerah asalnya, yaitu Afrika Barat, tanaman ini telah mendapat banyak perhatian melalui banyaknya penelitian bahwa kacang Bambara merupakan sumber pangan yang menjanjikan.

Itulah mengapa, seringkali budidaya kacang Bogor menjadi incaran masyarakat sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. Lalu, bagaimana cara budidaya kacang Bogor dari mulai benih hingga tumbuh subur dan menghasilkan panen yang maksimal? Mari simak selengkapnya di penjelasan berikut ini:

Budidaya Kacang Bogor sebagai Peluang Bisnis

1. Syarat Tumbuh

Sebelum memikirkan bibit dan lokasi penanaman, Anda perlu mengetahui syarat tumbuh kacang Bogor terlebih dahulu. Beberapa syarat tumbuh tanaman kacang Bogor yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

  • Lokasi pertumbuhan kacang Bogor adalah di daerah yang subur dengan suhu rata-sata 19 hingga 27 derajat Celcius.
  • Tumbuh di tempat dengan penyinaran matahari yang cukup.
  • Lokasi budidaya kacang Bogor memiliki curah hujan berkisar 500-3.500 mm/th.
  • Tanaman ini akan tumbuh dengan baik di ketinggian 1.520 m dpl.
  • Tingkat keasaman (pH) tanah berkisar 5-6,5, namun tanaman ini toleran dengan pH 4,3.
  • Dalam proses pertumbuhannya memerlukan drainase yang baik dengan struktur tanah yang ringan agar ginofor mudah menembus dan berkembang di dalam tanah.

Perlu diketahui, ginofor ini merupakan tangkai kepala putik yang muncul setelah bunga mekar. Kemudian dia akan memanjang, dan bertumbuh menuju dan menembus tanah untuk memulai pembentukan polong.

Baca Juga: Inilah Teknik Sukses Budidaya Kacang Kapri Cepat Kaya Raya

2. Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah dianjurkan dilakukan 1 minggu sebelum penanaman, yakni dengan cara dicangkul atau dibajak. Jangan lupa untuk memberikan pupuk kandang sebanyak 3 ton per hektar pada saat pengolahan tanah berlangsung.

3. Perendaman Benih Kacang Bogor

Rendam benih kacang Bogor ke dalam air hangat dengan suhu 40-45 derajat Celcius selama kurang lebih 10 menit. Air rendaman ini sebaiknya menggunakan air kemasan atau air matang yang sudah direbus sebelumnya. Setelah direndam, ambil biji menggunakan saringan dan cuci dengan air bersih (air matang). Kemudian tiriskan dan biarkan di udara terbuka hingga kering dengan sendirinya. Atau diangin-anginkan dengan cara dihembuskan kipas angin agar cepat kering.

Budidaya Kacang Bogor dari Benih hingga Tumbuh Subur Trikmerawat.com
(Sumber: Upload.wikimedia.org)

4. Penyemaian Benih

Dalam tahapan penyemaian, siapkan wadah berupa nampan, tray, atau kaleng bekas. Lubangi bagian wadah secukupnya untuk sirkulasi air. Sehari sebelum disemai, isi wadah dengan media semai hingga ¾ bagian. Media semai ini berupa tanah, pasir / sekam, dan kompos, dengan perbandingan yang sama yakni 1:1:1.

Benih yang sudah kering tadi kemudian dimasukkan ke dalam media semai dengan kedalaman 0,7-1,2 cm. Setelah itu, semprotkan air dengan halus menggunakan spray. Jika sudah, silakan tutup wadah semai dengan plastik bening yang sudah diberi 3-5 lubang untuk sirkulasi udara.

Baca Juga: 6 Cara Budidaya Kacang Hijau yang Benar dan Panen Melimpah

Pindahkan wadah semai ke tempat yang terkena sinar matahari langsung. Apabila media semai kering, maka Anda hanya perlu membuka plastiknya saja dan semprotkan air secara halus, kemudian tutup kembali.

Pada saat benih mulai muncul kecambah, buka tutup plastiknya. Pada tahapan ini Anda perlu hati-hati dan teliti karena media tersebut jangan sampai kering dan jangan terlalu basah. Caranya adalah dengan menyemprotkan air secara halus 1-2 kali sehari apabila media semai mengering.

Benih akan mulai bertunas pada umur 7-16 hari. Dan tahap persemaian ini bisa Anda akhiri setelah tanaman memiliki 3-4 helai daun.

Budidaya Kacang Bogor dari Benih hingga Tumbuh Subur Trikmerawat.com
(Sumber: I.pinimg.com)

5. Tahap Penanaman

Pada tahap penanaman, Anda perlu menyiapkan wadah berupa polybag, pot, atau kaleng bekas. Sebelumnya, lubangi wadah terlebih dahulu di bagian bawahnya. Lalu masukkan batu-batu kecil supaya lubang tidak tersumbat oleh tanah.

Sehari sebelum proses penanaman bibit, isi pot dengan media tanam hingga ¾-nya. Komposisi media tanam kacang Bogor ini berupa tanah : pasir / sekam : kompos = 2 : 1 : 1. Bibit yang sudah muncul 3-4 helai daun tadi bisa Anda pindahkan ke dalam media tanam.

Caranya adalah dengan membuat lubang lebih dulu di polybag. Kemudian ambil bibit beserta tanah di sekitar akarnya. Masukkan ke lubang media tanam dengan posisi tegak, lalu tambahkan tanah di sekitarnya.

Letakkan polybag tersebut ke tempat terang, namun aman dari hujan. Baru setelah tumbuh daun, Anda bisa memindahkannya ke tempat terbuka. Untuk selanjutnya, lakukan proses perawatan terhadap tanaman kacang Bogor tersebut.

6. Perawatan Tanaman Kacang Bogor

Dalam budidaya kacang Bogor ketika media cenderung kering, maka lakukan penyiraman 2 kali sehari, saat pagi dan sore. Namun jika media tanam cenderung lembab, maka siram sehari sekali, pagi atau sore.

Selanjutnya lakukan pemupukan sesuai dengan petunjuk yang tertera di kemasan pupuk. Jika bibit yang ditanam tidak tumbuh dengan sempurna atau rusak atau mati, lakukan penyulaman dengan segera.

Jika di sekitar tanaman terdapat gulma, lakukan penyiangan dengan mencabuti gulma tersebut, lalu gemburkan tanah di sekitar tanaman.

Biasanya, tanaman kacang Bogor rentan terhadap hama thrips, kutu daun, kutu kebul, tungau, ulat grayak, dan sebagainya. Kemunculan hama ini sering terjadi di musim kemarau. Jika hama muncul di satu pot tanaman, maka segera lakukan pengendalian hama dengan menyemprotkan insektisida untuk hama serangga dan akarisida untuk tungau. Penyemprotan bisa dilakukan setiap seminggu sekali sesuai dengan dosis. Pengendalian hama secara cepat ini untuk mengatasi supaya hama tidak menyebar ke tanaman yang lainnya.

Baca Juga: Syarat Budidaya Kacang Panjang dan Metode Pemupukannya

Jika tanaman teridentifikasi terkena penyakit, seperti rebah kecambah, layu bakteri, layu (fusarium), antraknosa, busuk daun (choanephora), hawar phytophthora, bercak daun (cercospora), bercak bakteri, busuk lunak bakteri, keriting kuning, dan sebagainya, maka segera lakukan pengendalian dengan menyemprotkan fungisida setiap seminggu sekali sesuai dosis. Anda bisa melihat petunjuk dosis di dalam kemasan fungisida yang Anda miliki.

Pengendalian penyakit pada tanaman kacang Bogor ini sama halnya dengan pengendalian penyakit. Jika tanaman diduga terkena penyakit, maka langsung kendalikan, jangan sampai menyebar ke tanaman yang lainnya. Karena penyebarannya cukup cepat.

Tahap perawatan yang lainnya dalam budidaya kacang Bogor adalah jika tanah di sekitar tanaman mulai tergerus akibat penyiraman, atau ada akar yang muncul ke permukaan tanah, atau pertumbuhan kacang agak miring dan tidak tegak, maka segera lakukan pembumbunan (penambahan tanah di sekitar pangkal tanaman).

Budidaya Kacang Bogor dari Benih hingga Tumbuh Subur Trikmerawat.com
(Sumber: Bettagrains.com)

7. Panen

Masa panen pertama dari masing-masing tanaman kacang Bogor ini berbeda-beda, tergantung kualitas masing-masing benih awal, lingkungan, kondisi sekitar pembenihan dan penanaman, serta tahap perawatan itu sendiri. Biasanya panen kacang Bogor ini sudah bisa dilakukan berkisar 90-127 hari setelah tanam.

Demikian cara budidaya kacang Bogor yang perlu Anda ketahui. Jika Anda melakukan tahapan budidaya dengan baik dan benar sesuai prosedur maka produktivitas kacang ini pun akan tinggi dan menghasilkan keuntungan yang maksimal.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

About the author

Nur Atinal

Nur Atinal

A full time digital marketer. A freelance blogger, copywriter and content writer. Lifelong learner in developing skills and mindsets to be professional, disciplined, consistent, and full of integrity.

Leave a Comment