Cara Merawat Hewan Ikan

Urutan Cara Budidaya Ikan Nilem dari Awal sampai Panen

budidaya ikan nilem
Written by Josua Rifandy

Budidaya ikan nilem sebenarnya sangat menjanjikan dalam bisnis perikanan. Karena peternak ikan nilem masih belum terlalu banyak sedangkan tingkat permintaan di pasar selalu tinggi. Meski begitu bukan berarti budidaya ikan nilem susah dijalankan, karena pada kenyataannya budidaya ikan nilem dapat dilakukan siapapun termasuk pemula.

Ikan nilem adalah ikan air tawar yang biasanya dibudidayakan untuk kebutuhan konsumsi terutama di Pulau Jawa. Tidak hanya sebagai ikan konsumsi, ikan nilem juga diintroduksi ke beberapa danau di daerah Sulawesi. Ikan yang termasuk hewan herbivora ini memiliki ukuran yang tidak terlalu besar maupun terlalu kecil, panjangnya kira-kira 260 mm, dengan tinggi badan pada awal sirip dorsal berukuran 3 sampai 3,7 cm. Sedangkan panjang kepalanya 4,1 sampai 4,5 cm. Memiliki moncong dengan bentuk agak membulat tumpul dan bibir yang agak terlipat sehingga dapat disembulkan keluar.

Ikan nilem ini biasanya dibudidayakan sebagai produk sampingan dari kolam-kolam budidaya ikan nila, ikan gurame serta ikan mas. Namun bukan berarti ikan ini tidak bisa menjadi produk budidaya utama karena pada kenyataannya tingkat permintaan di pasar selalu tinggi, sedangkan jumlah pemasoknya masih cukup terbatas.

Baca Juga : Kelebihan dan Cara Sukses Budidaya Ikan Gabus Lengkap

Langkah-langkah Budidaya Ikan Nilem secara Runtut


Dalam budidaya ikan nilem, umumnya ikan dipanen saat berusia 3 bulan yang mana masa budidayanya memang terbilang sebentar. Ikan nilem dibudidayakan dari indukan. Indukan jantan betina yang berkualitas dilakukan perkawinan atau pemijahan hingga menghasilkan telur. Dan setelah telur menetas, maka dilakukan pembesaran hingga berusia 3 bulan lalu dipanen dan dijual ke pasar. Untuk lebih rincinya, simak langkah-langkah sebagai berikut.

1. Syarat Lokasi

Budidaya ikan nilem akan lebih baik dilakukan jika di lokasi yang tepat. Ikan nilem biasa dibudidayakan di Pulau Jawa, Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera. Lokasi yang tepat untuk budidaya ikan nilem berada di ketinggian mulai 150 m dari permukaan laut hingga 1000 m dari permukaan laut. Dengan suhu udara 18 derajat Celcius hingga 28 derajat Celcius.

2. Persiapan Kolam

persiapan kolam
(Sumber: Youtube.com)

Dalam budidaya ikan nilem, jenis kolam yang umumnya digunakan ada 2, yaitu kolam tanah dan kolam semen. Kolam tanah biasanya digunakan untuk pembesaran larva hingga menjadi ikan nilem siap panen. Sedangkan kolam semen biasanya digunakan untuk pemijahan indukan.

Penggunaan kedua jenis kolam tersebut bukan tanpa alasan. Kolam semen dipilih sebagai tempat pemijahan karena dinilai lebih bersih dan minim lumpur, sehingga akan lebih mudah bagi pembudidaya untuk memantau proses pemijahan dan pengambilan telur.

Sedangkan kolam tanah untuk pembesaran larva akan membuat larva mendapatkan pakan alami yang lebih banyak di kolam tanah. Sehingga pertumbuhan ikan nilem akan lebih cepat dan lebih cepat juga masa panennya.

Baca Juga : Rangkuman Cara Budidaya Ikan Guppy Lengkap Ada Disini

3. Pemilihan Indukan

Indukan yang baik akan menghasilkan anakan yang baik pula. Untuk itu jangan sembarangan ketika memilih indukan untuk ikan nilem. Karena indukan yang baik berarti memiliki kondisi tubuh yang sehat, tidak cacat, aktif dan produktif.

Untuk mendapatkan induk yang berkualitas, belilah dari peternak ikan nilem yang lebih berpengalaman. Kalaupun memang beli online, sebaiknya pastikan kalau penjual atau toko tersebut memiliki sertifikat resmi dan terpercaya.

Ciri-ciri indukan yang baik adalah indukan yang berusia 1 sampai 1,5 tahun. Indukan jantan maupun betina dikatakan sehat dan berkualitas jika beratnya 180 sampai 250 gram per ekor. Jangan pilih indukan yang cacat , tapi pilihlah yang sehat dan aktif bergerak. Indukan betina yang dipilih ada baiknya yang sudah matang gonad.

4. Proses Pemijahan Indukan

proses pemijahan indukan
(Sumber: Flickr.com)

Langkah berikutnya adalah melakukan pemijahan. Seperti yang dikatakan sebelumnya, pemijahan dilakukan di kolam semen. Sebelum itu persiapkan dulu kolamnya dengan ukuran 2 x 3 meter dan diisi air bersih hingga setinggi 50 cm. Jangan lupa di bagian tengah kolam dipasangi hapa atau jaring dengan ukuran 1 x 1 meter.

Sebaiknya indukan jantan dan betina jangan dimasukkan ke dalam kolam atau tempat yang sama terlebih dahulu agar tidak terjadi pemijahan dini. Pisahkan dan beri makan. Baru nanti saat akan melakukan pemijahan, indukan dipuasakan terlebih dahulu selama 2 hari supaya membersihkan kotoran dan lemak yang ada di tubuh ikan.

Ciri-ciri indukan yang siap dikawinkan adalah yang sudah matang gonad. Untuk indukan jantan ditandai dengan keluarnya cairan putih saat perutnya ditekan lembut. Sedangkan pada indukan betina dikatakan sudah siap kawin saat perutnya terlihat membesar dengan lubang genital yang agak membengkak membentuk bulat telur, disertai gerakannya yang lambat dan warna tubuh kelabu kekuningan.

Ikan nilem yang sudah siap dikawinkan, dimasukkan ke dalam kolam pemijahan dengan perbandingan indukan jantan dan betina 1 : 2. Biarkan ikan melakukan pemijahan secara alami hingga menghasilkan telur yang sudah dibuahi. Indukan betina akan menghasilkan telur dalam waktu 8 jam sejak pemijahan. Biasanya pemijahan ini dilakukan di malam hari. Biarkan telur-telur tersebut tetap di kolam pemijahan hingga menetas dengan sendirinya. Biasanya membutuhkan waktu 24 sampai 48 jam hingga telur ikan nilem menetas menjadi larva.

Baca Juga : Penjelasan Cara Budidaya Ikan Bawal dan Peralatan Pendukung

5. Pemeliharaan Benih Ikan Nilem

Larva yang sudah menetas segera pindahkan ke kolam pembesaran. Tapi sebelum itu jangan lupa untuk mengolam kolam tanahnya terlebih dahulu. Yakni pastikan kolam sudah dikeringkan selama 2 hari dengan diberi kapur dolomit sebanyak 50kg agar bakteri penyebab penyakit pada ikan nilem mati sebelum kolam digunakan.

Kolam tanah kemudian diisi air dan biarkan sehari dua hari sebelum larva dipindahkan ke kolam pembesaran. Berikutnya cukup lakukan pemeliharaan dengan memberi pakan secara rutin. Pakan yang diberikan merupakan pakan yang bernutrisi. Selain larva mendapatkan pakan alami dari kolam, larva juga diberikan pakan berupa plankton dan lumut yang bisa didapat dari kotoran limbah peternakan ayam. Ketika ikan nilem sudah lebih dewasa, ikan nilem sudah dapat diberikan pakan berupa dedak dan pelet ikan.

6. Panen Ikan Nilem

panen ikan nilem
(Sumber: Youtube.com)

Masa budidaya ikan nilem terbilang singkat. Ikan nilem usia 3 bulan sudah bisa dipanen dan dijual ke pasar atau konsumen. Cara panen ikan nilem adalah dengan menguras kolamnya, lalu ambil ikannya dengan menggunakan jaring. Karena ukuran ikan nilem pasti beragam, maka perlu dilakukan penyortiran sebelum dijual. Menjual hasil panen ikan nilem bisa di pasar, restoran, hotel, maupun di swalayan besar. Apabila kualitas ikan nilem bagus, sangat disarankan untuk dijual di swalayan besar.

Demikian informasi mengenai budidaya ikan nilem. Budidaya ikan nilem ini cocok dilakukan siapapun karena perawatannya mudah, biaya investasinya tidak terlalu besar, cepat panen dan pemasarannya sangat mudah. Meskipun tingkat persaingannya juga tinggi karena pasti tidak sedikit orang yang tertarik melakukan budidaya ikan nilem dengan beragam keuntungan di atas. Semoga bisa menjadi inspirasi budidaya ikan yang menjanjikan untuk dijalankan.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

About the author

Josua Rifandy

Saya adalah seorang Entrepreneur Muda yang sedang aktif di dunia bisnis digital. Dalam menjalankan kehidupan saya memiliki Prinsip untuk Tidak Berhenti Belajar, Tidak Berhenti Bermimpi, dan Tidak Menyerah di Tengah Jalan. So tunggu apalagi, Ayo raih mimpi Mu.

Leave a Comment