Ikan Cara Merawat Hewan

Rangkuman Cara Budidaya Ikan Guppy Lengkap Ada Disini

budidaya ikan guppy
Written by Josua Rifandy

Ikan guppy dengan nama latin Poecilia Reticula adalah salah satu jenis ikan hias yang kini semakin banyak dibudidayakan di indonesia. Penggemar ikan guppy memang sangat banyak. Ikan guppy memiliki bentuk sirip dan warna yang sangat indah. Terutama pada ikan guppy jantan, sementara ikan guppy betina memiliki warna yang cenderung sedikit kusam. Dengan banyaknya penggemar ikan guppy, maka budidaya ikan guppy bisa menjadi peluang yang menjanjikan. 

Budidaya ikan guppy juga sangat mudah untuk dilakukan karena tidak perlu infrastruktur yang mahal untuk membudidayakan ikan hias ini. Hanya dibutuhkan perlengkapan sederhana saja. Namun, tentu ada treatment atau cara khusus agar budidaya ikan ini bisa berhasil.

Perlengkapan Budidaya Ikan Guppy


budidaya ikan guppy
(Sumber: Jualguppy.com)

Sebelum melakukan budidaya ikan guppy, maka hal penting yang harus dipersiapkan adalah perlengkapan budidayanya. Ikan Guppy termasuk jenis ikan hias yang cukup mudah dibudidayakan. Selain itu, wadah untuk budidaya ikan ini juga tergolong sederhana dan sama sekali tidak mahal. Beberapa wadah yang dibutuhkan untuk membudidayakan ikan guppy diantaranya adalah sebuah wadah untuk pemijahan, bisa berupa ember plastik, bak semen, atau akuarium. Selain itu, dibutuhkan pula aerator serta tanaman air.

Baca Juga: Rahasia Sukses Budidaya Ikan Black Ghost Bagi Pemula

Wadah yang disiapkan untuk membudidayakan ikan guppy terdiri dari 4 macam dengan fungsi yang berbeda. Keempat wadah tersebut digunakan sebagai tempat pemisahan indukan, empat pemijahan, tempat penetasan, serta tempat pendederan. 

Sementara itu, ukuran atau luas wadah untuk budidaya ikan guppy cukup beragam dan disesuaikan dengan jumlah ikan guppy yang akan dipijahkan. Setidaknya, wadah harus memiliki tinggi 30 cm. Namun, wadah untuk pendederan harus menggunakan wadah dengan tinggi lebih dari ukuran 50 cm.

Tata Cara Budidaya Ikan Guppy Agar Hasilnya Maksimal


Setelah menyiapkan beberapa peralatan yang dibutuhkan untuk budidaya ikan guppy, kini saatnya untuk belajar bagaimana langkah-langkah untuk mulai membudidayakannya. Nah, berikut ini adalah tata cara untuk budidaya ikan guppy:

Baca Juga: Aturan Penting dalam Cara Merawat Bayi Kelinci

1. Pilih Indukan Terbaik

Indukan ikan guppy yang dipilih tentu harus memiliki kualitas terbaik. Dengan memilih indukan berkualitas, maka budidaya ikan guppy akan menghasilkan generasi ikan guppy yang berkualitas pula. Ikan guppy jantan dan betina cukup mudah dibedakan berdasarkan karakteristik fisiknya. 

Ikan guppy jantan umumnya memiliki warna yang terang dan kontras, serta memiliki bentuk tubuh langsing dan sirip yang indah. Sementara itu, ikan guppy betina cenderung memiliki warna yang kusam, tidak memiliki sirip yang menjumbai, serta bentuk tubuhnya lebih besar dan lebih bulat dari ikan guppy jantan.

Indukan ikan guppy siap dipijahkan jika umurnya sudah memasuki 4 bulan. Mengingat bahwa bentuk dan warna ikan guppy akan sangat ditentukan oleh faktor genetik, maka pastikan untuk memilih indukan yang unggul. Selain itu, bisa juga mencoba menyilangkan indukan ikan guppy untuk memperoleh keturunan dengan bentuk fisik yang lebih baik.

2. Pemisahan Indukan Ikan Guppy

budidaya ikan guppy
(Sumber: Faktualnews.co)

Perlu diketahui, bahwa pada saat budidaya ikan guppy berlangsung, jantan dan betina harus dipisahkan terlebih dahulu sebelum memasuki proses pemijahan. Caranya adalah dengan menempatkan ikan guppy jantan dan betina pada dua wajah yang berbeda. 

Masing-masing wadah tersebut diisi air bersih dan harus rutin diganti setiap 1 sampai 3 hari sekali. Cara mengganti air juga perlu menjadi perhatian. Air dalam wadah tidak perlu dibuang atau diganti semua. Cukup dengan mengeluarkan sekitar sepertiga air, lalu tambahkan lagi dengan air yang baru.

Proses pemisahan indukan ikan guppy sedikit berbeda dengan pemisahan ikan pada umumnya. Pada proses ini, indukan ikan guppy tetap diberi makan. Nah, makanan yang diberikan adalah berupa moina atau daphnia secara rutin setiap 2 kali sehari. Tujuannya adalah supaya indukan ikan guppy bisa lebih fit saat masuk proses pemijahan.

3. Pemijahan Indukan Ikan Guppy 

Sebelum masuk proses pemijahan, sebelumnya harus disiapkan wadah yang berisi air bersih dan diendapkan selama 24 jam terlebih dahulu. Kedalaman air pada wajah untuk proses pemijahan adalah sekitar 25 cm. Jika memungkinkan, sebaiknya tambahkan tanaman air pada wadah pemijahan, misalnya hydrilla yang berfungsi sebagai tempat bagi ikan untuk bercumbu.

Perlu diperhatikan bahwa wadah pemijahan tidak boleh memiliki kepadatan lebih dari 30 ekor per 100 liter air. Sebagai contoh, jika menggunakan akuarium dengan luas 1 x 0,5 meter. Maka, cukup digunakan untuk menampung 30 – 40 ikan guppy saja, tidak boleh lebih.

Proses pemijahan bisa dilakukan secara massal atau pun satu per satu. Namun, pilihan terbaik adalah memijahkan secara massal, karena lebih praktis, cepat, dan tentunya ekonomis. Komposisi pemijahan ikan guppy secara massal sebaiknya adalah 1:5 untuk ikan jantan dan betina.

Cara melakukan pemijahan adalah dengan memasukkan indukan betina ke dalam wadah terlebih dahulu pada pagi hari. Sore harinya, induk jantan sudah bisa dimasukkan. Pada hari yang sama, belum tentu semua indukan sudah melakukan proses pemijahan. Jadi, sebaiknya biarkan proses pemijahan ini berlangsung selama 4 hingga 7 hari. Setelah itu, segera pisahkan indukan betina yang sudah dibuahi dan masukkan ke wadah penetasan.

4. Proses Penetasan Benih 

budidaya ikan guppy
(Sumber: Semuaikan.com)

Penetasan dilakukan pada wadah yang diisi dengan air bersih serta diberi aerasi. Namun, aerasi sebaiknya jangan terlalu kuat supaya larva ikan tidak mengalami gangguan. Air di wadah penetasan juga harus selalu dijaga kualitasnya, yaitu dengan cara rutin mengganti sepertiga air menggunakan air baru setiap 1 sampai 3 hari sekali.

Induk ikan harus diberi pakan selama berada dalam wadah penetasan berupa moina atau daphnia setiap 2 hari sekali. Perlu diketahui bahwa ikan guppy adalah jenis ikan yang berkembangbiak dengan cara melahirkan. 

Embrio akan tumbuh di dalam perut ikan sampai saatnya siap untuk dilahirkan. Kehamilan ikan guppy berlangsung sekitar 3 – 4 minggu terhitung sejak masa pemijahan. Sekali beranak, ikan guppy ini dapat menghasilkan sekitar 300 sampai 100 jumlah anak guppy. 

Baca Juga: Rahasia Cara Merawat Bulu Kucing Dijamin Anti Rontok

5. Pendederan Benih 

Proses pendederan sebaiknya dilakukan pada wadah yang ditempatkan pada ruang terbuka. Sinar matahari memang sangat diperlukan karena inilah yang akan membentuk warna pada tubuh ikan guppy menjadi cemerlang. Untuk ukuran bak semen pendederan adalah sekitar ukuran 2 x 2x 0.5 meter atau 1 x 1 x 0,5 meter.

Agar ikan guppy kecil bisa berteduh, pembudidaya bisa memberikan hydrilla maupun eceng gondok. Sementara itu, isi air kolam setidaknya memiliki tinggi 40 cm. Selain itu, kolam pendederan juga harus diberi aerasi dan airnya perlu diganti setiap 3 hari sekali.

6. Pakan Anak Ikan Guppy 

Anakan ikan guppy yang sudah lahir, harus diberi pakan. Untuk anakan ikan guppy yang berumur 1 – 5 hari, bisa diberi makan berupa infusoria. Setelah itu, pakan ikan diganti menjadi udang renik atau kutu air yang telah disaring. Jika usianya sudah lewat dari 20 hari, baru diberi makan cacing sutra atau kutu air tanpa perlu disaring.

Itulah panduan untuk budidaya ikan guppy yang mudah dilakukan. Anakan ikan guppy yang sudah mencapai umur 20 hari, umumnya sudah bisa dibedakan antara jantan atau betina. Hanya ikan guppy jenis jantan saja yang laku di pasaran sebagai ikan hias. Sementara ikan betina yang berkualitas digunakan sebagai indukan kembali dan sisanya biasanya dibuang.

Kesuksesan dalam budidaya ikan guppy dilihat dari berapa banyak ikan jantan yang berhasil lahir dan mencapai umur dewasa. Warna-warna ikan guppy jantan begitu menarik dan mengesankan, sehingga banyak yang mencintai ikan guppy sebagai ikan hias kesayangan.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

About the author

Josua Rifandy

Saya adalah seorang Entrepreneur Muda yang sedang aktif di dunia bisnis digital. Dalam menjalankan kehidupan saya memiliki Prinsip untuk Tidak Berhenti Belajar, Tidak Berhenti Bermimpi, dan Tidak Menyerah di Tengah Jalan. So tunggu apalagi, Ayo raih mimpi Mu.

Leave a Comment