Ikan Cara Merawat Hewan

Penjelasan Cara Budidaya Ikan Bawal dan Peralatan Pendukung

budidaya ikan bawal
Written by Josua Rifandy

Budidaya ikan bawal bertujuan untuk menyediakan ikan konsumsi bagi masyarakat. Ikan bawal ini memiliki keistimewaan yang menjadikannya menarik untuk dibudidayakan bagi para pelaku bisnis ikan konsumsi. Sebagai ikan konsumsi, ikan bawal memiliki daging yang cukup enak bahkan disebut hampir menyerupai rasa daging ikan gurame. Sedangkan bagi pembudidaya, ikan ini tidak begitu sulit dibudidayakan karena memiliki tingkat ketahanan yang tinggi terhadap kondisi limnologis yang kurang baik. 

Keistimewaan ikan bawal lainnya adalah dapat tumbuh dengan cepat, merupakan hewan omnivora yang dapat memakan segala jenis makanan meskipun lebih cenderung makan dedaunan, dan nafsu makannya cukup tinggi. 

Peralatan Pendukung Budidaya Ikan Bawal 


budidaya ikan bawal
(Sumber: Agraindo.com)

Sebagai salah satu budidaya ikan tawar yang sedang banyak dilakukan, mengingat tingkat permintaan juga tinggi, rupanya modal awal untuk budidaya ikan bawal terbilang cukup terjangkau, yakni dengan modal sebesar 2 juta rupiah saja. Itu sudah termasuk banyak hal pokok seperti akuisisi lahan, pembuatan kolam pembesaran, biaya untuk beli benih, serta pengadaan peralatan. Untuk peralatan pendukung yang dibutuhkan diantaranya adalah kolam, plastik, wadah ikan untuk proses panen, dan juga timbangan untuk menimbang bobot ikan bawal sebelum dijual.

Baca Juga : Cara Memelihara Ikan Discus di Aquascape dengan Mudah 

Cara Budidaya Ikan Bawal


Ketahui terlebih dahulu tahapan dan peralatan yang dibutuhkan untuk menjalankan budidaya ikan bawal. Untuk tahapannya terdiri dari 5 langkah. Diantaranya adalah proses persiapan kolam, pemilihan bibit, penebaran bibit ke kolam, pemeliharaan dan panen. 

1. Persiapan Tempat Hidup untuk Ikan Bawal 

Pada tahap pertama pembudidaya harus menyiapkan tempat hidup ikan bawal yang berupa kolam. Kolam yang digunakan dapat berupa kolam tanah, kolam terpal maupun kolam tembok. Meski begitu lebih disarankan untuk menggunakan kolam tanah yang sudah kering. 

Apabila menggunakan kolam tanah yang sudah kering atau pernah digunakan sebelumnya, maka kolam harus dilumuri terlebih dahulu dengan kapur tohor sebanyak 25 kg tujuannya untuk meningkatkan derajat keasaman tanah serta membersihkan tanah dari hama maupun ikan yang masih mengendap di tanah. 

Namun jika kolam tanah masih menyisakan air bekas budidaya ikan sebelumnya, ada baiknya untuk dilakukan pengeringan terlebih dahulu. Tujuan dari pengeringan kolam tanah ini adalah untuk membersihkan kolam terutama dari ikan lain yang dapat menjadi kompetitor ikan bawal terhadap pakan yang diberikan. Selain itu, pengeringan kolam juga berguna untuk mengurangi senyawa kimia yang timbul sejak kolam tersebut diisi dengan air, salah satunya asam sulfida. Serta yang tak kalah penting adalah untuk memperbaiki sistem aerasi kolam. Di mana oksigen akan mengisi celah-celah dan pori-pori dalam tanah. 

Untuk kolam tanah sebenarnya tidak wajib melakukan pemupukan. Pemupukan sebaiknya dilakukan bagi yang menjalankan budidaya di kolam tembok atau kolam terpal. Untuk jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang. Dan dosisnya untuk tiap 100 m² sebanyak 25 sampai 50 kg. 

Selesai dibersihkan dan diberi pupuk, kolam dapat segera diisi dengan air. Pertama-tama isi dulu hingga setinggi 3 cm, lalu biarkan selama 3 hari. Setelah itu tambahkan secara bertahap hingga mencapai ketinggian 60 – 120 cm, disesuaikan dengan banyaknya bibit ikan bawal yang akan dimasukkan. Lalu biarkan air kolam selama 7 hingga 10 hari sebelum bibit ditebar. 

Baca Juga : Informasi Tentang Cara Merawat Aquascape Sesuai Prosedur

2. Pemilihan Bibit Ikan Bawal 

budidaya ikan bawal
(Sumber: Krjogja.com)

Jika kolam sudah siap, berikutnya persiapkan bibit ikannya. Dalam budidaya ikan bawal, bibit yang dipilih haruslah yang berkualitas unggul serta bebas dari penyakit. Hal ini bertujuan supaya tidak terjadi kerugian besar bagi pembudidaya. Bibit ikan bawal yang ideal memiliki ukuran tubuh sepanjang 5 sampai 8 cm. Yang mana jika dilihat secara fisiknya sehat, tidak memiliki cacat apapun, warnanya serupa, dan terlihat aktif ketika bergerak. Pastikan memilih bibit dengan ukuran yang sama, supaya pertumbuhannya juga sama. 

Bibit yang sudah dibeli tidak bisa langsung ditebarkan begitu saja di kolam. Menghindari ikan bawal terkena stress, maka harus dilakukan adaptasi terlebih dahulu. Cara melakukan adaptasi bagi bibit ikan bawal adalah dengan menempatkan bibit ke dalam kolam yang warna airnya sudah berubah hijau terang, tapi dalam kondisi terbungkus plastik. Biarkan plastik berisi ikan bawal itu mengambang di kolam, supaya dapat melakukan adaptasi dengan kolam baru dan menghindari risiko kematian dini pada bibit. 

Bibit sudah bisa ditebar apabila terdapat embun di bungkusan plastik, yang itu artinya suhu air di dalam plastik sudah sama dengan suhu di kolam. Biasanya penebaran dilakukan 2 sampai 3 hari setelah bibit beradaptasi dengan kolam baru. Segera buka plastiknya, lalu tenggelamkan secara perlahan plastik tersebut hingga terisi penuh oleh air dan ikan keluar dengan sendirinya. 

Banyaknya bibit untuk kolam permanen bisa berapa saja sesuai dengan ukuran kolamnya, sedangkan bagi yang menggunakan kolam terpal, banyaknya bibit maksimal 100 sampai 150 ekor dengan ukuran sekitar 5 cm hingga 12 cm. 

3. Pemeliharaan Ikan Bawal 

Usai bibit telah ditebar seluruhnya ke kolam, langkah berikutnya adalah pemeliharaan. Budidaya ikan bawal sendiri sebenarnya bertujuan sebagai pembesaran ukuran, yakni dari benih hingga mencapai ukuran konsumsi yang disukai masyarakat. Maka pakan yang diberikan juga harus mengandung nutrisi yang lengkap. 

Adapun pakan untuk budidaya ikan bawal harus memiliki kandungan protein tinggi serta vitamin. Pakan yang bisa diberikan adalah pelet, dengan takaran yang disesuaikan dengan berat tubuh ikan bawal. Kurang lebih sebanyak 3% hingga 5% dari bobot ikan bawal pada saat itu. 

Pemberian pakan dilakukan setiap hari sebanyak 3 kali sehari, dengan cara ditaburkan di kolam. Ikan bawal juga dapat diberi pakan berupa dedaunan, mengingat ikan bawal merupakan hewan omnivora atau disebut juga pemakan daging dan sayuran. Agar pertumbuhan ikan bawal maksimal, maka jangan lupa beri vitamin seperti lipopolisakarida yang diberikan dengan cara dicampur pada pakan. 

4. Panen Ikan Bawal 

budidaya ikan bawal
(Sumber: Economy.okezone.com)

Budidaya ikan bawal memiliki masa panen yang relatif cepat. Setidaknya 6 bulan setelah bibit ditebar, panen sudah bisa dilakukan. Cara panen yang paling sering dilakukan adalah dengan menguras kolam. Silahkan kuras kolam budidaya ikan bawal terlebih dahulu hingga hanya menyisakan jumlah air yang sedikit. Kemudian, silahkan tangkap ikan-ikan tersebut menggunakan peralatan berupa jaring. Jika sudah tertangkap, masukkan ikan tersebut ke dalam wadah yang sudah diisi air bersih sebelumnya. Ikan yang telah dipanen, kemudian ditimbang terlebih dahulu untuk mengetahui berapa bobot per ekornya. Untuk ikan yang memiliki bobot 500 gram, berarti sudah dapat dijual ke pasar. 

Demikian informasi mengenai cara budidaya ikan bawal beserta peralatan pendukungnya. Budidaya ikan bawal sendiri menghasilkan keuntungan yang cukup besar bagi pembudidaya. Terlebih waktu budidayanya terbilang singkat karena ikan bawal memang memiliki pertumbuhan yang pesat didukung oleh nafsu makan yang tinggi, tidak heran apabila keuntungan sekali panen dari 1 kolom saja bisa sampai 1 juta rupiah. 

Baca Juga : Mengenal Jenis dan Cara Merawat Ikan Lemon

Tentunya budidaya ikan bawal ini terbilang sangat menjanjikan apalagi dengan modal awal yang tidak terlalu fantastis, didukung oleh masa panen yang cepat, karakteristik ikan bawal yang tahan terhadap kondisi lingkungan yang kurang baik, dan tingkat permintaan yang tinggi dari konsumen. 

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

About the author

Josua Rifandy

Saya adalah seorang Entrepreneur Muda yang sedang aktif di dunia bisnis digital. Dalam menjalankan kehidupan saya memiliki Prinsip untuk Tidak Berhenti Belajar, Tidak Berhenti Bermimpi, dan Tidak Menyerah di Tengah Jalan. So tunggu apalagi, Ayo raih mimpi Mu.

Leave a Comment