Tanaman Pangan Cara Merawat Tanaman

Tahap dan Panduan Budidaya Azolla yang Baik dan Benar

Budidaya Azola
Written by Josua Rifandy

Budidaya Azolla jadi banyak dilirik karena permintaan pasar yang cukup tinggi. Tanaman azolla dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan dijadikan pupuk. Azolla memiliki warna hijau bersih dan saat dilihat dari jauh akan terlihat seperti karpet rumput yang cantik.

Budidaya azolla terbilang cukup mudah bahkan untuk dijalankan oleh pemula sekalipun. Budidaya dapat dilakukan di kolam tanah, kolam terpal maupun dengan menggunakan nampan hidroponik.

Apabila syarat tumbuhnya terpenuhi, maka budidaya Azolla akan berhasil hingga panen. Mau di kolam apapun budidayanya, Azolla membutuhkan media hidup yang berlumpur dan tidak pernah kekurangan asupan sinar matahari. Akan lebih baik lagi jika budidaya Azolla dilakukan di kolam tanah.

Tahapan dan Panduan Budidaya Azolla Microphylla


Azolla sudah tidak asing lagi bagi para petani, karena tanaman ini kerap muncul di sawah terutama saat bulan pertama penanaman padi. Azolla dianggap sebagai gulma sawah, akan tetapi Azolla justru memiliki segudang manfaat termasuk dalam dunia pertanian.

Budidaya azolla dapat dilakukan di kolam tanah, kolam terpal maupun pada nampan hidroponik. Kolam yang terbaik memang kolam tanah, karena kolam tanah memiliki karakteristik yang hampir sama dengan habitat aslinya, yakni sawah dan rawa.

Akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa kolam terpal juga dapat dibuat menyerupai habitat asli Azolla. Yakni dengan pemberian lumpur.

Azolla memerlukan cahaya matahari seperti halnya tanaman hijau lainnya. Kekurangan atau kelebihan sinar matahari akan berdampak buruk bagi Azolla. Azolla akan tumbuh kerdil, mengkerut hingga mati apabila sinar mataharinya kurang.

Sinar matahari yang terlalu terik dapat menyebabkan azolla menjadi warna merah dan mati. Sehingga saat sinar matahari dirasa terlalu terik, perlu disiapkan juga paranet untuk melindungi azolla.

1. Tahap Mempersiapkan Kolam

Silahkan persiapkan kolamnya. Pada kolam kemudian diisi dengan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kandang. Yakni sebanyak 70% tanah dan 30% pupuk kandang. Campur hingga rata baru dimasukkan secara merata pada dasar kolam. Ketebalannya berkisar antara 2 sampai 5 cm.

2. Mengisi Air Kolam

Setelah kolam siap, kemudian isi dengan air bersih hingga mencapai ketinggian maksimal 20 cm dari permukaan tanah. Mengingat Azolla akan tumbuh dengan baik apabila air dekat dengan permukaan tanah, maka perhatikan betul-betul ketinggian air kolam dari permukaan tanahnya. Usahakan untuk tidak lebih dari 20 cm. Semakin dekat dengan permukaan tanah semakin baik.

Baca Juga : Cara Budidaya Kacang Kapri

Kolam selanjutnya dibiarkan terlebih dahulu sampai airnya tidak bau. Air kolam yang bau ini sebenarnya disebabkan oleh pupuk yang belum terfermentasi sempurna dalam air.

Dan apabila bibit azolla langsung ditanam saat airnya masih bau, bibit azolla bisa mati. Sehingga wajib dibiarkan dulu kolamnya sampai pupuk benar-benar sudah terfermentasi. Umumnya membutuhkan waktu hingga 2 minggu.

3. Memperhatikan Posisi Kolam yang Tepat

Berikutnya perhatikan posisi kolamnya. Apabila kolamnya berada di bawah sinar matahari langsung, sebaiknya segera persiapkan paranet untuk melindungi azolla dari cahaya matahari yang terlalu terik.

Cahaya matahari yang terlalu terik ini dapat menyebabkan warna daun azolla menjadi merah bahkan kecoklatan, dan yang lebih parah akan membuat azolla mati.

4. Memilih Metode Penyebaran Benih Secara Vegetatif atau Generatif

Penumbuhan Azolla dapat dilakukan menggunakan dua cara, yakni vegetatif dan generatif. Cara vegetatif membutuhkan waktu budidaya yang lebih cepat dari cara generatif.

Cara vegetatif pun lebih mudah, penebaran bibitnya cukup dengan ditebar di atas permukaan kolam, sebanyak 50 hingga 70 gram tiap meter persegi. Sehingga untuk ukuran kolam 20 meter persegi, dapat menampung bibit Azolla sebanyak 1 kg.

Sedangkan cara generatif yakni dengan menggunakan spora. Bibitnya berasal dari tanaman indukan yang mengandung spora rumput Azolla. Umumnya spora rumput Azolla akan tumbuh di rumput Azolla yang sudah tua dan kering.

Indukan tersebut kemudian diremas di atas permukaan kolam hingga spora menyebar dan kapsul sporanya pecah. Biarkan kolam dalam keadaan selalu terkena sinar matahari.

Perbanyakan secara generatif membutuhkan waktu panen yang lebih lama dari perbanyakan secara vegetatif. Apabila secara vegetatif hanya membutuhkan waktu 15 hari untuk mulai panen, maka secara generatif, membutuhkan waktu setidaknya 1 bulan lebih.

Pada 7 hari pertama, spora yang disebar baru mulai berkecambah. Dan baru akan memenuhi permukaan kolam budidaya di usia 1 bulan. Pada usia 1 bulan ini, Azolla bisa dipindahkan ke kolam yang lebih besar. Baru berselang 2 minggu setelahnya, Azolla baru bisa dipanen.

Namun pembudidaya perlu memperhatikan, bahwa apabila memilih perbanyakan secara generatif, maka ketinggian air kolam sebaiknya cukup 5 cm dari permukaan tanah, jangan lebih. Dan jumlah penebaran bibit generatif cukup 10 gram per meter perseginya.

5. Proses Pemeliharaan Azolla

Supaya pertumbuhan rumput Azolla optimal, maka diperlukan pemeliharaan. Pemeliharaan tersebut berupa penambahan unsur hara tanah dengan pupuk.

Mengingat rumput Azolla memerlukan nutrisi dari unsur hara tanah supaya pertumbuhannya optimal, maka pembudidaya perlu secara rutin memberikan pupuk tambahan bagi Azolla.

Yakni dengan menambahkan pupuk SP. Sebaiknya hindari memberikan pupuk tambahan berupa pupuk Urea saat kolam sudah dipenuhi oleh rumput Azolla. Karena ini dapat menyebabkan rumput Azolla mati.

Penggunaan pupuk juga perlu diperhatikan. Setidaknya ada 3 pupuk yang dapat digunakan. Yakni pupuk kandang, pupuk urea dan pupuk SP-36. Masing-masing pupuk ini tidak bisa digunakan sembarangan.

Untuk pupuk kandang sendiri digunakan untuk campuran media sebelum benih ditebar dan sebagai tambahan unsur hara tanah. Apabila menggunakan pupuk kandang sebagai pupuk untuk menambah nutrisi pada kolam, sebaiknya pupuk tersebut sudah direndam dalam air selama kurang lebih 2 minggu terlebih dahulu.

Baca Juga : Cara Budidaya Salak

Pupuk kandang yang dipilih, pastikan bukan berasal dari kotoran yang baru karena masih terdapat gas amonia bersifat panas pada kotoran baru tersebut.

Akan tetapi berasal dari kotoran hewan ternak yang sudah lama berada di tanah, alias sudah mati. Baru setelah itu direndam di air dulu selama 2 minggu, baru setelah sudah tidak mengeluarkan bau lagi, pupuk kandang siap digunakan.

Untuk pupuk Urea, hanya bisa digunakan sebagai campuran untuk media tanah sebelum benihnya ditebar. Hindari memberikan pupuk urea sebagai tambahan unsur hara saat kolam sudah dipenuhi dengan rumput Azolla. Bukan malah menambah nutrisi, pupuk urea justru bisa membuat rumput Azolla mati.

Sedangkan pupuk SP-36 dapat digunakan untuk menambah nutrisi media hidup rumput Azolla. Terutama unsur P, yang bermanfaat bagi perkembangan akar, pembungaan awal, pematangan, serta anakan rumput Azolla. Pemberian pupuk SP-36 ini diutamakan bagi yang tinggi airnya jauh dari permukaan tanah.

Itulah informasi mengenai tahapan budidaya Azolla yang bisa dilakukan secara mandiri. Perlu diingat bahwa budidaya ini bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Hanya saja memang membutuhkan waktu perawatan dan pemeliharaan yang cukup intensif agar hasil budidaya yang didapatkan bisa maksimal.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

About the author

Josua Rifandy

Saya adalah seorang Entrepreneur Muda yang sedang aktif di dunia bisnis digital. Dalam menjalankan kehidupan saya memiliki Prinsip untuk Tidak Berhenti Belajar, Tidak Berhenti Bermimpi, dan Tidak Menyerah di Tengah Jalan. So tunggu apalagi, Ayo Raih Mimpi Mu.

Leave a Comment