Ayam Cara Merawat Hewan

Panduan Umum Cara Budidaya Ayam Kalkun yang Baik dan Benar

budidaya ayam kalkun
Written by Josua Rifandy

Budidaya ayam kalkun dapat menjadi ladang bisnis yang sangat menjanjikan. Permintaan konsumen terhadap ayam kalkun cukup tinggi, sementara yang membudidayakan masih sedikit. Hal itu dapat menjadi peluang bagi yang sedang akan memulai budidaya unggas dengan keuntungan yang menjanjikan. 

Untuk bentuk fisik ayam kalkun sendiri memiliki perbedaan yang sangat signifikan dengan ayam biasa. Ayam kalkun memiliki ukuran tubuh yang besar gemuk dengan bulunya yang dapat mekar saat musim kawin tiba. Saat bersuara, ayam kalkun akan bersuara dengan sangat nyaring. Di Indonesia sendiri, jenis ayam kalkun yang dikenal ada 8, yaitu kalkun bronze, kalkun Royal Palm, kalkun putih, kalkun Golden Palm, kalkun Self Buff, kalkun Red Pencil, kalkun Black Spanish dan kalkun Narragansett. 

Panduan Cara Budidaya Ayam Kalkun


Sebenarnya budidaya ayam kalkun tidak sulit, justru hampir sama dengan cara beternak ayam biasa. Ayam kalkun sendiri biasanya dijual dagingnya, yang mana memiliki nilai kandungan gizi tinggi dengan kandungan lemak yang memiliki tingkat kolesterol yang lebih rendah daripada ayam biasa. Bahkan terdapat kandungan zat anti kanker di dalam daging ayam kalkun. Inilah panduan agar budidaya ayam kalkun berjalan lancar: 

Baca Juga: Rahasia Sukses Budidaya Ikan Black Ghost Bagi Pemula

1. Melakukan Survey Lokasi

budidaya ayam kalkun
(Sumber: Agrowindo.com)

Panduan pertama cara budidaya ayam kalkun adalah dengan memastikan bahwa lokasi tersebut cocok dan aman untuk budidaya, yakni dengan melakukan survey lokasi. Tidak perlu survey skala besar, lakukan survey skala kecil saja dengan memastikan bahwa lokasi tersebut tidak rawan bencana alam seperti banjir dan longsor. Tinjau juga apakah tempat tersebut aman dari hewan predator seperti ular, tikus dan sebagainya, termasuk aman dari kejahatan seperti pencurian. 

Mengingat ayam yang dibudidayakan adalah berjenis kalkun, tentunya keamanan dan kenyamanan lokasi harus diprioritaskan. Terlebih jika ingin budidaya kalkun berjenis Black Spanish yang merupakan kalkun dengan harga termahal. 

2. Mempersiapkan Kandang 

Setelah survey, pembudidaya ayam kalkun dapat langsung mempersiapkan kandangnya. Jenis kandang untuk kalkun adalah kandang umbaran atau kandang bebas. Hal ini bertujuan untuk membuat kalkun tidak stress karena kalkun memiliki karakteristik suka bergerak bebas. Sehingga pembudidaya harus menyediakan lahan yang cukup luas sebagai kandang kalkun. 

Kandang ayam kalkun sebaiknya menghadap ke arah timur supaya ayam kalkun mendapat sinar matahari pagi. Tanah di area budidaya juga sebaiknya tidak terlalu kering maupun terlalu lembab. Sebaiknya terdapat tanaman penaung seperti pohon jambu air sebagai tempat bernaung bagi ayam kalkun saat kepanasan akibat teriknya siang hari. 

Untuk bentuk kandangnya sendiri sebaiknya dibuat sistem petak atau setidaknya diberi penyekat untuk memisahkan kalkun berdasarkan jenis dan usianya. Lalu kandang diberi batas dan pintu untuk keluar masuk. Batas kandang berguna untuk melindungi kalkun keluar dari kandang atau hewan predator masuk. Batas kandang juga berfungsi untuk menghindari kalkun merusak tanaman milik tetangga. 

Meskipun berupa kandang umbaran, tetap diberi atap yang terbuat dari genteng supaya kalkun tidak kehujanan. Jangan menggunakan atap dari seng karena saat kemarau akan sangat panas dan suaranya akan berisik ketika hujan. 

3. Macam-macam Pengelompokkan Kandang

budidaya ayam kalkun
(Sumber: Jatimetimes.com)

Sebenarnya kandang untuk kalkun tidak cukup hanya satu. Karena kalkun harus dipisah berdasarkan usia dan fungsinya. Kandang untuk kalkun jantan sebaiknya sendiri, karena jika dalam satu kandang terdapat lebih dari satu kalkun jantan akan dikhawatirkan terjadi perkelahian. Sehingga dalam 1 kandang sebaiknya cukup diisi 1 kalkun jantan dengan maksimal 5 kalkun betina. 

Ada juga kandang pengeraman bagi kalkun betina untuk mengerami telurnya. Kandang untuk proses pengeraman ini berupa kotak yang terbuat dari kayu maupun plastik yang alasnya dilapisi merang atau jerami. Kotak pengeraman ini ditempatkan jauh dari kebisingan dan aman dari gangguan serta serangan hewan lain. 

Baca Juga: Rahasia Cara Merawat Ikan Discus agar Sehat Bebas Penyakit

Untuk kandang anakan kalkun yang baru menetas hingga berusia 30 hari juga dibedakan, yakni berupa kotak kayu dengan alas berupa kertas koran supaya anakan kalkun tetap merasa hangat dan nyaman. Anakan kalkun memang sebaiknya dipisah dari induknya setelah menetas karena masih sangat rentan terutama saat cuaca ekstrim. Kandang untuk anakan ini harus benar-benar aman dari hewan predator. Adapun kandang bagi kalkun yang sudah berusia 70 hari, yaitu berupa kandang kecil dengan ukuran 200 x 80 x 70 cm. Ukuran kandang tersebut dapat menampung sebanyak 20 bibit kalkun. 

4. Pemilihan Bibit Ayam Kalkun Kualitas Terbaik 

Bibit yang sehat dan unggul tentu akan menghasilkan keturunan yang berkualitas sama. Memilih bibit kalkun sebaiknya harus benar-benar diperhatikan. Yang pertama adalah dengan melihat postur tubuhnya. Pilih yang memiliki badan gemuk, tegap, besar dan tidak cacat. Perhatikan juga apakah bibit kalkun itu bergerak dengan lincah, gesit, sehat, nafsu makannya tinggi dan warna kotorannya tidak hijau maupun putih. 

Untuk rasio induk jantan dan betina sebaiknya 1 banding 5. Untuk jenisnya kalau bisa sama, supaya tetap menjaga keaslian keturunan dan jenisnya. Tapi tidak masalah apabila ingin menghasilkan keturunan dari perkawinan silang 2 jenis yang berbeda. 

5. Pakan untuk Ayam Kalkun 

budidaya ayam kalkun
(Sumber: Youtube.com)

Budidaya ayam kalkun harus memperhatikan pakan yang diberikan. Sebenarnya sama saja dengan pakan ayam pada umumnya. Namun untuk pakan ayam kalkun dewasa sebaiknya berupa ransum yang merupakan campuran dari daun kelor, gedebog pisang, sawi, ikan rucah, keong dan dedak. Membuat ransum sangat mudah, bahan-bahannya dirajang terlebih dahulu sampai halus, lalu diaduk sampai rata dan ditambah dedak secukupnya. 

Sedangkan untuk anakan kalkun sebaiknya diberi pakan berupa voer. Pakan pabrikan untuk anakan kalkun ini diencerkan terlebih dahulu dengan air supaya dapat lebih mudah untuk dicerna oleh anakan kalkun. 

Selain pakan, jangan lupa untuk menyediakan air minumnya juga. Kalkun juga membutuhkan minum dan akan sangat dibutuhkan ketika musim kemarau. Wadah air minumnya sebaiknya ditempatkan berjauhan dari wadah makannya supaya tidak cepat kotor. Air minum dan wadahnya harus secara rutin diganti agar tidak menyebabkan penyakit pada ayam kalkun. 

6. Menjaga Kebersihan dari Kandang Kalkun 

Agar kalkun tidak terserang penyakit, kebersihan kandang perlu diperhatikan. Membersihkan kandang budidaya ayam kalkun dilakukan secara menyeluruh dan rutin. Mulai dari kotorannya di alas maupun dinding kandang, serta wadah makan dan minumnya. Selain itu pembudidaya ayam kalkun juga harus memasang lampu apabila cuaca sedang dingin, agar kalkun tetap hangat dan tidak sakit. 

Baca Juga: Langkah-langkah Cara Merawat Iguana Bagi Pemula Lengkap

7. Perawatan Ayam Kalkun

Langkah budidaya ayam kalkun yang terakhir adalah perawatan anakan kalkun yang baru menetas. Anakan kalkun yang baru menetas segera ditempatkan di kandang sendiri. Sediakan bola lampu sebagai penghangat dan atur suhu kandangnya antara 30-45°C. Pakan yang diberikan berupa BR 1. Kalkun yang sudah berusia lebih dari 70 hari bisa dipindahkan ke kandang yang lebih luas. Pada masa remaja ini, sudah bisa dilihat jenis kelamin kalkun. 

Lalu di usia 6 bulan, segera pisahkan kalkun jantan. Untuk 1 petak diisi oleh 1 kalkun jantan dan 5 kalkun betina. Nantinya di usia 8 bulan kalkun betina akan menunjukkan tanda-tanda siap kawin yakni dengan merunduk. 

Demikian informasi tentang budidaya ayam kalkun. Semoga informasi ini bisa menjadi inspirasi ternak yang menjanjikan dan mudah untuk dilakukan. 

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

About the author

Josua Rifandy

Saya adalah seorang Entrepreneur Muda yang sedang aktif di dunia bisnis digital. Dalam menjalankan kehidupan saya memiliki Prinsip untuk Tidak Berhenti Belajar, Tidak Berhenti Bermimpi, dan Tidak Menyerah di Tengah Jalan. So tunggu apalagi, Ayo raih mimpi Mu.

Leave a Comment