Ayam Cara Merawat Hewan

Cara Ternak dan Budidaya Angsa Putih Rumahan untuk Pemula

budidaya angsa putih
Written by Josua Rifandy

Angsa putih adalah jenis angsa yang paling banyak dibudidayakan di rumah. Budidaya angsa putih sangat mudah sehingga banyak dipilih oleh para peternak. Angsa putih sendiri bisa dibudidayakan sebagai pedaging maupun petelur. Walaupun perawatannya sangat mudah, bahkan tidak memerlukan modal besar, akan tetapi angsa putih ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Sehingga dapat memberikan keuntungan yang cukup besar bagi pembudidaya.

Angsa putih sendiri memiliki ukuran yang cukup besar, karena merupakan spesies angsa terbesar bersama dengan angsa hitam, angsa whooper serta angsa trompet. Memiliki ukuran panjang hingga 60 inchi dengan berat dapat mencapai 22,7 kg, sedangkan bentangan sayapnya bisa mencapai 3 meter.

Semakin lama, jumlah peternak angsa putih semakin berkurang. Sedangkan permintaan pasar masih cukup tinggi, sehingga budidaya angsa putih akan sangat menguntungkan. Angsa putih banyak dipilih karena memiliki daging yang lebih padat, telurnya lebih besar dan banyak.

Baca Juga : Rahasia Cara Budidaya Ayam Arab Paling Lengkap dan Rinci

Cara Budidaya Angsa Putih bagi Pemula


1. Mempersiapkan Kandang

mempersiapkan kandang
(Sumber: Hobiternak.com)

Kandang adalah hal terpenting dalam budidaya angsa putih. Bentuk kandang angsa putih tidak seperti kandang ayam, melainkan dibuat seperti kandang umbaran dengan atap sebagai pelindung dari hujan serta terik matahari.

Angsa putih memiliki ukuran yang besar, akan rentan membuat angsa stres apabila ditempatkan di kandang yang terlalu sempit. Patokan ukurannya, tiap satu ekor angsa putih diberikan kandang dengan panjang dan lebar kira-kira 1 x 1 meter. Sehingga angsa masih memiliki ruang untuk bergerak dengan bebas.

Pembuatan kandang angsa sebenarnya tidak membutuhkan biaya mahal dan bahan yang high quality. Justru akan lebih disarankan untuk membuat kandang yang ramah lingkungan, yakni dengan menggunakan bambu. Akan lebih baik jika membuat dua jenis kandang, yaitu kandang untuk berteduh, dan satunya lagi adalah kandang umbaran agar angsa bisa bebas bergerak.

Sesuaikan ukuran kandang dengan jumlah angsa yang akan dibudidayakan. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, perhitungannya adalah tiap angsa diberi ruang 1 x 1 meter. Bedakan kandang untuk angsa dewasa, angsa remaja dan angsa anak-anak. Kandang untuk angsa dewasa dan remaja bisa dibuat dengan desain simple, sedangkan kandang untuk anakan dibuat supaya bisa dipasangi bohlam agar anakan tetap hangat.

Untuk setiap kandang, beri atap yang tidak mudah bocor, bisa dengan menggunakan genteng, seng, asbes dan lain sebagainya. Bangun kandangnya dengan bagian depan menghadap timur, sehingga akan lebih mudah mendapatkan sinar matahari pagi. Untuk lantai kandangnya, bisa berupa tanah, atau kayu, maupun disemen. Lebih disarankan lantainya disemen agar lebih mudah saat membersihkan kandangnya nanti.

Untuk kandang dewasa, berikan sarang bagi indukan untuk mengerami telur. Sarangnya cukup dibuat dari kotak berukuran 30 x 30 x 30 cm, yang diisi dengan jerami kering maupun rumput. Bagian sekeliling kandang selain pintunya, sebaiknya dilapisi dengan plastik agar terhindar angin.
Jangan lupa sediakan tempat menaruh pakan di dalam kandang yakni berupa baskom maupun ember. Untuk tempat minumnya, ada baiknya ditempatkan di luar kandang karena lantai kandang harus dalam keadaan kering setiap waktu.

2. Memilih Bibit Unggul

Pemilihan bibit unggul menjadi faktor yang mempengaruhi keberhasilan budidaya angsa putih. Pemilihan bibit disesuaikan dengan tujuan budidaya, ingin budidaya untuk menghasilkan angsa pedaging atau petelur.

Apabila ingin budidaya untuk menghasilkan angsa pedaging, maka dibutuhkan keturunan dari bibit angsa yang gemuk. Sedangkan jika ingin menghasilkan angsa petelur, maka bibitnya harus dapat menghasilkan keturunan yang banyak.

Jenis angsa putih yang terbukti memiliki kualitas unggul adalah angsa putih impor, seperti Ambden, Pilgrim, Chinese, Toulouse serta African. Harganya memang lebih mahal, akan tetapi kualitas bibitnya juga unggulan. Namun tidak masalah jika memilih bibit lokal, tentunya harus dipilih dengan teliti agar dapat menghasilkan keturunan yang juga berkualitas.

Bibit jantan dan betina yang sudah didapatkan, kemudian dimasukkan ke dalam kandang yang sama. Umumnya angsa putih ini monogami, yaitu satu jantan mengawini satu betina. Namun di lapangan terutama dalam budidaya tradisional, justru lebih kerap ditemukan satu jantan yang bisa mengawini hingga 3 betina sekaligus. Biarkan indukan melakukan kawin dengan sendirinya, karena biasanya mereka akan lebih cepat birahi dan melakukan kawin secara mandiri tanpa bantuan peternak.

Baca Juga : 10 Tips Budidaya Bebek Petelur Secara Modern

3. Pakan bagi Angsa Putih

pakan bagi angsa putih
(Sumber: Hobiternak.com)

Pakan untuk angsa sebenarnya tidak jauh berbeda dengan ayam. Angsa bisa diberi pakan berupa dedak, jagung, ampas tahu, gandum, nasi aking, daging bekicot cacah, sayuran, sisa makanan bahkan termasuk hewan-hewan kecil. Frekuensi pemberian makan pada angsa dilakukan 2 kali dalam sehari, yakni di pagi dan sore hari. Untuk pakan siang hari, sebaiknya biarkan angsa mencari sendiri dengan cara melepasnya di kandang umbaran. Angsa akan memakan hewan-hewan kecil yang ditemukan di tanah.

Bagi angsa yang sedang dalam masa perkembangbiakan dan pemeliharaan, sebaiknya asupan pakannya 15% protein ditambahkan dengan vitamin dengan kadar yang sama. Tujuannya agar pertumbuhan dan perkembangannya lebih cepat sehingga dapat meningkatkan produksi telur dan dagingnya.

4. Masa Bertelur dan Mengerami

Setelah indukan kawin dan menghasilkan telur, inilah masa di mana peran pembudidaya cukup besar. Angsa putih memang akan mengerami telurnya sendiri, akan tetapi indukan tidak cukup pandai dalam mengerami telurnya, karena angsa putih tidak memiliki bulu yang sehangat bulu ayam. Sehingga akibatnya kebanyakan telur angsa tidak menetas.

Untuk menyiasatinya, pembudidaya dapat menyisipkan telur angsa ke sarang ayam yang juga sedang masa mengerami. Nantinya setelah telur sudah menetas, barulah anakan dipindahkan ke kandang khusus anakan angsa. Atau jika tidak memelihara ayam, menetaskan telur angsa bisa dilakukan dengan menggunakan inkubator.

5. Menjaga Kebersihan Kandang

Kebersihan kandang angsa harus dalam keadaan bersih setiap waktu. Lantai kandang tidak boleh basah, karena jika bercampur dengan kotoran maka akan menimbulkan penyakit pada angsa. Sehingga lebih disarankan lantai kandang disemen.

Bersihkan kandang secara rutin dari sisa pakan, kotoran dan sebagainya. Jangan lewatkan juga untuk membersihkan tempat makan dan minumnya. Kebersihan kandang dan lingkungan sekeliling kandang selain dapat menjaga kesehatan dan produktivitas angsa putih, juga dapat menjaga bulunya tetap terlihat indah. Biasanya penyakit yang menyerang adalah lumpuh dan snot yang disebabkan oleh terjerat benang yang melilit kaki dan infeksi bakteri.

Baca Juga : Panduan Memilih Alat Penetas Telur Terbaru 2020 untuk Pemula

6. Panen

panen
(Sumber: Berempat.com)

Panen angsa pedaging dilakukan saat angsa berusia 4 hingga 6 bulan. Karena jika dipanen terlalu tua maka dagingnya akan alot. Sedangkan untuk panen telur angsa, sebaiknya dilakukan saat angsa berusia 1 tahun. Masa produktivitas angsa terbilang cukup lama, yakni bisa sampai 10 tahun dengan sekali bertelur akan menghasilkan sebanyak 10 telur. Baik daging maupun telurnya dapat dijual dengan harga tinggi menyesuaikan dengan harga pasar.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

About the author

Josua Rifandy

Saya adalah seorang Entrepreneur Muda yang sedang aktif di dunia bisnis digital. Dalam menjalankan kehidupan saya memiliki Prinsip untuk Tidak Berhenti Belajar, Tidak Berhenti Bermimpi, dan Tidak Menyerah di Tengah Jalan. So tunggu apalagi, Ayo raih mimpi Mu.

Leave a Comment