Ayam Cara Merawat Hewan

Trik Rahasia Cara Budidaya Ayam Buras Berkualitas Tinggi

ayam buras
Written by Josua Rifandy

Ayam buras atau yang juga kerap disebut sebagai ayam kampung merupakan varietas ayam lokal yang sudah lama dipelihara oleh masyarakat. Di Indonesia, produktivitas ayam buras masih relatif rendah bila dibandingkan dengan ayam ras. Hal ini disebabkan adanya sistem pemeliharaan yang masih seadanya, pemilihan bibit yang tidak berkualitas, juga karena faktor nutrisi.

Dengan fakta tersebut, harga ayam buras terus melambung. Tidak mengherankan jika kemudian banyak orang yang tertarik untuk menjadi peternak ayam. Lalu, bagaimanakah cara budidaya ayam buras yang benar agar bisa menghasilkan produk hewani berkualitas tinggi?

Baca Juga : Tahap Cara Ternak Ayam Hutan Hijau yang Mudah untuk Pemula

Cara Budidaya Ayam Buras


Agar dapat meningkatkan produktivitas dari ayam buras, diperlukan beberapa upaya pemeliharaan secara baik dan tepat. Beberapa poin penting yang wajib diperhatikan oleh pembudidaya ayam buras demi mendapatkan keuntungan besar ialah sebagai berikut.

1. Pemilihan Bibit Ayam Buras

Pemilihan Bibit Ayam Buras
(Sumber: Wartakutim.co.id)

Pada dasarnya, pemilihan bibit menjadi poin utama dalam budidaya ayam buras. Pasalnya, kualitas dari calon bibit, baik itu calon pejantan atau induk betina, akan menentukan baik dan tidaknya produksi telur dan pertumbuhan dari ayam itu sendiri. Untuk dapat memilih calon bibit yang berkualitas, simak beberapa ciri-ciri ayam buras indukan yang baik berikut ini.

a. Ciri-ciri Calon Induk Ayam Buras Betina yang Berkualitas

  • Berusia antara 6-12 bulan.
  • Memiliki bobot kurang lebih 0,8 kg.
  • Mata terlihat bersinar dan hidup.
  • Daerah dubur lembut.
  • Sehat secara fisik dan tidak memiliki cacat.

b. Ciri-ciri Calon Pejantan Ayam Buras yang Berkualitas

  • Berusia antara 8-24 bulan.
  • Memiliki bobot kurang lebih 1-1,2 kg.
  • Mata bersinar dan hidup.
  • Sehat secara fisik dan tidak memiliki cacat.
  • Memiliki tubuh yang besar, kokoh, dan kuat.

2. Persyaratan Kandang dan Lokasi yang Baik untuk Ayam Buras

Pengadaan kandang berfungsi untuk melindungi ternak dari panas dan hujan, gangguan binatang buas, terpaan angin, tempat ayam beristirahat, juga tempat ayam untuk berkembang biak. Dikarenakan memiliki fungsi yang sangat kompleks, kandang harus memiliki luas yang cukup agar ayam bisa bebas bergerak.

Diketahui, ukuran kandang ayam buras yang dianggap ideal adalah 2×3 meter untuk menampung 30-40 ekor ayam.

3. Jenis Pakan Tambahan Ternak Ayam Buras (Ayam Kampung)

Secara umum, pemberian pakan kepada ternak ayam buras yang dipelihara secara tradisional tidaklah dilakukan secara rutin, hanya kadang-kadang saja beruba sisa hasil pertanian atau sisa-sisa makanan. Hal ini dikarenakan ayam buras akan dibiarkan lepas berkeliaran dan mencari pakannya sendiri di alam, dan hanya akan dimasukkan ke kandang saat malam hari.

Berbeda halnya jika ayam buras dipelihara secara semi intensif, mereka akan diberikan pakan tambahan di kandang. Malah, bila ayam buras yang dipelihara secara intensif, peternaklah yang akan menyediakan pakannya sepenuhnya.

Biasanya, pakan tambahan yang diberikan kepada ternak ayam buras berupa hasil pertanian atau sisa olahan hasil pertanian. Seperti, padi, sagu, jagung, singkong, kacang-kacangan, ubi jalar, dedak padi, gaplek, onggok, limbah ikan asin/ikan segar, ampas tahu, gabah hampa, juga sisa sayuran atau sisa makanan. 

Disamping itu, ayam buras boleh diberi pakan tambahan yang banyak tersedia di alam seperti keong mas, bekicot, cacing, dan lainnya.

Baca Juga : Teknik dan Cara Budidaya Ayam Birma yang Benar

4. Jadwal dan Cara Pemberian Pakan Ternak Ayam Buras Intensif

Jadwal dan Cara Pemberian Pakan Ternak Ayam Buras Intensif
(Sumber: Tokopedia.com)

Pemberian pakan ternak ayam buras dibedakan berdasarkan usia dari ayam itu sendiri. Lebih detailnya adalah sebagai berikut.

a. Cara Pemberian Pakan Anak Ayam Bukan Ras Umur 1-7 Hari

Untuk ternak berumur 1-7 hari, tempat pakannya sebaiknya berbentuk datar agak pakan mudah dijangkau anak ayam. Pakan ini harus selalu tersedia sepanjang hari dan tidak terbatas jumlahnya.

b. Cara Pemberian Pakan Ayam Buras Umur 1-10 Minggu

Pakan ini biasanya berupa starter ayam ras, dicampur dengan dedak padi. Atau bisa juga dengan dedak padi dan jagung giling yang dicampur dengan perbandingan 1:2.

c. Cara Pemberian Pakan Ayam Buras Umur 10-12 Minggu

Kadar kandungan protein dalam pakan yang diberikan kepada ayam buras berusia 10-12 minggu adalah 14-15%. Bisa berupa dedak, nasi, jagung giling, gabah, limbah ikan, atau yang lainnya. Jumlah pakan yang perlu diberikan per ekor setiap harinya adalah 50-70 gram.

d. Cara Pemberian Pakan Ayam Buras Umur 12-20 Minggu

Umumnya, ayam buras yang sudah menginjak umur 12-20 minggu memiliki laju pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan anak ayam. Karenanya, pakan yang diberikan pun harus lebih banyak, entah untuk jumlahnya ataupun kadar gizinya. Jenis pakan yang bisa diberikan kepada ternak ialah jagung 34%, dedak padi 55%, limbah ikan/cacing 7%, dan sayuran 4%. Pakan akan diberikan 2 hingga 3 kali dalam sehari dengan total 70-100 gram.

e. Cara Pemberian Pakan Ayam Buras Betina Dewasa

Kandungan gizi yang terkandung di dalam pakan ayam dewasa, sebagian besar dipakai untuk memproduksi telur. Sehingga kontinuitas dan kualitas pakan yang diberikan akan sangat mempengaruhi produksi telur ayam buras. Oleh karena itu, apabila terjadi perubahan pada menu pakannya, sebaiknya dilakukan secara bertahap. 

Agar mampu memproduksi banyak telur, diperlukan pakan dengan kandungan protein yang sesuai dengan kebutuhan ayam, yakni mengandung protein kasar sejumlah 14-24%. Dalam satu harinya, ayam buras dewasa yang sedang bertelur membutuhkan pakan sebanyak 150 gram seharinya. 

Salah satu contoh jenis dan jumlah pakan ternak ayam yang sedang bertelur ialah sayuran 5%, limbah cacing/ikan/keong mas 20%, jagung 20%, meniran/gaplek/nasi/gabah 10%, dan dedak padi 45%.

5. Pemberian Air Minum pada Ternak Ayam Buras

Disamping pemberian makanan yang bergizi, ternak ayam buras juga memerlukan air minum agar fungsi tubuhnya bisa berjalan normal. Air ini merupakan bahan dasar dari cairan antar, darah, dan sel dalam tubuh yang berfungsi untuk transportasi zat gizi, serta sisa-sisa pembakaran di dalam tubuh. Selain itu, air minum ini sangatlah berfungsi untuk mengatur suhu tubuh ayam.

Untuk menunjang pertumbuhannya sekaligus memproduksi dan memproses makanannya, ayam buras membutuhkan air minum dalam jumlah yang cukup. Perlu dicatat, kondisi kekurangan air bisa mengakibatkan terjadinya penurunan produksi daging dan telur dari ayam buras.

Baca Juga : Rahasia Cara Budidaya Ayam Arab Paling Lengkap dan Rinci

6. Pengaturan Siklus Bertelur

Pengaturan Siklus Bertelur
(Sumber: Ilmudasar.id)

Guna meningkatkan jumlah produksi, terdapat beberapa cara yang bisa peternak lakukan. Salah satunya adalah penetasan telur dengan menggunakan mesin tetas. Teluh-telur yang berada di kandang akan diambil dan dipindahkan ke dalam mesin tetas, sehingga induk ayam yang tadinya ingin mengerami telur tidak jadi dikarenakan kandangnya kosong.

Saat induk ayam mulai mengeram, cobalah untuk memegang dan memandikannya setiap hari. Tujuannya adalah untuk menghilangkan sifat mengeram dari induk ayam secepat mungkin. Setelah sifat mengeram ayam buras hilang, indukan akan memperlihatkan sifat birahinya dan akan mulai bertelur kembali. Cara ini dianggap efektif untuk menghasilkan telur dalam jumlah yang lebih banyak.

Itulah beberapa cara lengkap dengan trik-trik dalam memelihara ayam buras atau ayam bukan ras. Sangat mudah ya?

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

About the author

Josua Rifandy

Saya adalah seorang Entrepreneur Muda yang sedang aktif di dunia bisnis digital. Dalam menjalankan kehidupan saya memiliki Prinsip untuk Tidak Berhenti Belajar, Tidak Berhenti Bermimpi, dan Tidak Menyerah di Tengah Jalan. So tunggu apalagi, Ayo raih mimpi Mu.

Leave a Comment